Oalahhhhhh!!!! Jebulnya, ternyata… TV Dewasa yang sempat kuposting di sini kemarin itu bukan TV yang gimana-gimana… Entahlah, apa karena kita (dan saya) yang sangat mudah terpancing konotasi “dewasa” sehingga sangat membuat kita lantas begitu gampang dibengkokkan persepsinya hanya dengan jargon “dewasa” yang dipampang dimana-mana. Mungkin ini sebab sejak kecil kita selalu dimarjinalkan antara dewasa dan ... more →
January 2008
Bosan dengan publikasi televisi kemarin yang hampir semuanya seragam melaporkan dari Cendana, Halim, Solo serta Astana GiriBangun ? Nggak papa, hitung-hitung memberikan penghormatan terakhir, apa salahnya…. Lagipula, meski kalian bosan setidaknya ada hal yang patut disyukuri dari apa yang ada di televisi hari itu, adalah karena mendadak sinetron-sinetron yang biasa bertebaran di televisi itu menghilang ... more →
Mau tak mau, berita meninggalnya Soeharto (27/01/2008) menjadi sesuatu yang hangat untuk dibicarakan. Tak terkecuali di kediaman saya, dimana saya dan Tunggonono, pensiunan preman ndeso yang menjadi batur[1] saya, tinggal. Tunggonono yang malam ini , entah kebetulan atau tidak, berbusana hitam-hitam memasang tampang serius sambil memperhatikan televisi yang tak henti-hentinya menyiarkan kematian mantan presiden tersebut. ... more →
Aku orang IT? Benar! Aku orang yang menghamba pada teknologi? Bisa salah, bisa benar! Tapi yang pasti, aku ingin menjadi orang yang tidak latah teknologi. Sayangnya, itu cuma kadang-kadang. Beberapa waktu yang lalu aku mendapatkan sebuah pelajaran kecil di tengah “bisingnya” arus teknologi saat ini. Semua berawal pada saat aku memutuskan untuk menjual PDAPhoneku setelah ... more →
Sebagai seorang yang juga tak lepas dari kenarsisan akut, saya harus menyadari bahwa meski sekian lama kutahan-tahan, akhirnya harus kubikin juga laporan ini. Wah, ternyata ada juga televisi yang mau memangsukkan saya ke dalamnya. Meski televisi lokal, yang penting televisi. Toh televisi lokal, televisi nasional maupun internasional sekalipun, caranya menyetel juga sama saja tho ? ... more →
Huehuehue, tadi pagi waktu jalan kaki untuk cari koran TEMPO ke loper koran dekat kantor, pada sebuah tiang listrik, aku menemukan tempelan iklan yang menggelitik seperti yang tampak di foto sebelah ini.”TV KHUSUS DEWASA HADIR DI JOGJA” Ya! Begitulah bunyi iklannya. Opo tumon! Opo ora sangar! Emang cuma sepakbola enggres aja yang punya pangsa pasar ... more →
Mari bicara soal makan! Bukan! Bukan soal makanan apa yang enak yang sekarang ini seperti sedang menggejala pada manusia-manusia blogger (dimana mereka beramai-ramai mem-posting hasil wisata kuliner di tempat-tempat asyik) tapi lebih bicara soal bagaimana cara kita makan. Jangan jawab “Pakai mulut!” karena jelas itu bukan satu hal yang pantas untuk dipanjanglebarkan, bukan? Hukum alam ... more →
Kalau saya punya Eee PC, yang pasti saya akan memiliki satu alasan lagi untuk dapat selalu berkunjung ke rumah keponakan saya setiap liburan tiba. Yup! Saya memiliki seorang keponakan, anak dari kakak saya, bernama Fitri. Dia berusia 9 tahun dan saat ini duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar. Saya sangat dekat dengannya. Ia selalu ... more →
Beberapa malam yang lalu, saya dikejutkan dengan kedatangan Tunggonono, penjaga malam saya, dalam “bentuk” yang agak sedikit tidak seperti biasanya. Sepatunya sneakers baru warna putih, jeans hitam, kaos hijau pupus berdesign ala distro, serta hooded sweatshirt warna dark blue lengkap dengan jumper-nya. Eh iya, satu lagi… rambutnya ber-jelly yang meski sudah lepek tergilas helm yang ... more →
Menyimak GIGI malam tadi. melalui lagu-lagu lamanya, sama saja mengurai kembali masa-masa yang telah pernah kulewati setidaknya dalam 14 tahun terakhir. Karena masa 14 tahun terakhir adalah masa-masaku menetap di Jogja (aku datang sejak Juni 1993) maka boleh pula disahkan bahwa nyaris segala yang terjadi dalam masa itu pun muncul kembali ke benak sadar, menyingkap ... more →