Susu Setitik Memperbaiki Nila Sebelanga

Bosan dengan publikasi televisi kemarin yang hampir semuanya seragam melaporkan dari Cendana, Halim, Solo serta Astana GiriBangun ?
Nggak papa, hitung-hitung memberikan penghormatan terakhir, apa salahnya….
Lagipula, meski kalian bosan setidaknya ada hal yang patut disyukuri dari apa yang ada di televisi hari itu, adalah karena mendadak sinetron-sinetron yang biasa bertebaran di televisi itu menghilang sementara. Ya bagaimanapun kalau disuruh membanding-bandingkan, sinetron masih tetap acara yang menurutku paling memuakkan.

Lebih bersyukur dan beruntung lagi, malam tadi aku mendapatkan pesan dari salah seorang teman dekat tentang adanya link film-film di bawah ini. Film-film yang bercerita tentang penemuan makam massal yang diduga digunakan untuk mengubur jasad para korban “pembersihan” PKI.
Silakan menikmati. Itung-itung bisa jadi selingan bagi kebosanan Anda.

Semoga tidak membuat rusak susu sebelanga karena nila sebanyak dua titik di atas ya.
Eh… oh atau sebaliknya, tidak memperbaiki nila sebelanga hanya gara-gara susu yang jatuh satu – dua titik dalam satu-dua hari ini.
Salam Merdeka!

Post to Twitter Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook

This entry was posted in Nirmana. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

9 Comments

  1. windy
    Posted January 28, 2008 at 9:13 pm | Permalink

    bukan krn gw ada darah cendananya don…tp hati gw terlalu bersih buat nonton film serem model begituan jadi mendingan lu telp gw aja ceritain felemnya…ok

  2. Posted January 28, 2008 at 9:22 pm | Permalink

    Awalnya aku ngerasa eneg dengan serbuan program TV dalam 48 jam terakhir ini. Tapi begitu kau bilang: bahwa acara-acara itu bisa membuat sinetron sedikit terpending penayangannya, ah, betul juga. Ada hikmahnya… Huehehe!

  3. windy
    Posted January 28, 2008 at 9:29 pm | Permalink

    makanya pasang indovision…hare gene kok masih nonton tipi lokal…herann!

  4. Posted January 28, 2008 at 9:35 pm | Permalink

    Aduh, Windy… Gimana sih! Di Yogya mana ada… =))

  5. Posted January 28, 2008 at 10:21 pm | Permalink

    @DM: Heh jangan ngawur kau! Jogja itu segala ada! Mulai dari raja yang paling baik di tanah jawa, kami punya! Presiden yang paling kontroversial yang pernah lahir juga tak jauh dari Jogja tanah lahirnya. Kalau cuma tv kabel, kami malah punya yang khusus dewasa! opo Tumon!!!!

  6. Posted January 28, 2008 at 10:54 pm | Permalink

    Hihihi… :D

  7. wahyuhidayat
    Posted January 29, 2008 at 1:35 am | Permalink

    sip bos pilemnya ….ga tau mana yang bener mana yang salah

    yang pasti yang bener itu ga salah iya to….xxixixix

  8. Posted January 29, 2008 at 4:29 am | Permalink

    to mbak windy;

    Banyak tv lokal yang program acaranya bagus dan menyentuh kearifan lokal.
    Favorit saya adalah menonton “Inyong Siaran” di JogjaTV.
    Berita lokal yang dibawakan dengan bahasa Ngapak – ngapak Banyumasan dan sekitarnya
    Dan seabreg acara lokal lainnya

    Lagipula kalau mbak windy nyetel tv luar terus, bisa – bisa melewatkan wawancara mas donny yang seperti di postingan sebelumnya. apa mbak windy ga nyesel?

  9. Posted January 29, 2008 at 5:41 am | Permalink

    @ndaru: anjrit.. jawaban yang ajib!!!!! hidup ndaru, artis serba bisa… linux bisa, SunOS bisa, MacOS jago, Free BSD, tuhannya!

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

  • Versi Beta

    Situs web ini akan selalu dalam tahap pengembangan sejak dipublikasikan pertama kali pada 20 Desember 2007.

    Ikon manusia "Donny Verdian" hasil kreasi Donny Verdian (Terima kasih untuk para pendahulu pencipta ikon, Ardian Sukmaji (2007 - 2008), dan Anjung Sakti (2005)).

    Seluruh tulisan dan isi konten lainnya kecuali "tanggapan" adalah hasil pemikiran Donny Verdian.

    Untuk konten khusus yang saya sadur maupun tayangkan dari tautan luar situs web ini, akan saya cantumkan sumber/pengkreasinya. Ingatkan saya apabila saya lalai akan hal ini. Pemberlakuan copyrights di situs web ini adalah sesuai dengan salinan di sini.