Sewaktu membaca tulisan Si Tampan di sini, aku hanya mampu menggeleng-gelengkan kepala saja! Kenapa? Leher pegal? Aha, tentu nggak.. Aku geleng-geleng karena kepandaiannya menganyam kata dan membuat para pembacanya berpikir banyak tentang tema atau misi seputar tulisan-tulisannya itu. (Dan aku bangga menjadi salah satu pembaca setia blognya!) Aku merasa tersentil. “Weh iya ik! Jebul aku ... more →
February 2008
Ya…. Ya mau gimana lagi. Ini toh bukan akhir kesedihan atau setidaknya justru sekarang aku bertanya seperti apa sih wajah terkelam dari kesedihan itu? Seperti setahun lalu? Seperti sepuluh tahun lalu? Atau seperti dua puluh tahun lalu? A-ha terasanya biasa saja, hanya sedikit menggerus di sini, di dada ini, tapi selebihnya aku lebih memilih memicingkan ... more →
Pada suatu malam aku dikagetkan oleh kedatangan Tunggonono yang babak bundhas[1] di lutut dan siku tangannya. Ia jalan begitu perlahan setelah memarkirkan kendaraan roda duanya menuju ke pintu tempatku bersandar saat itu. “Kowe ki ngopo jhe? Kok bolehnya memakai perban di sana-sini?” “Wah! Mas Don itu lho! Ada orang kayak gini kok malah ditanya yang ... more →
Beberapa waktu yang lalu, di ruang sauna klubku, seorang teman ngobrol denganku. “Kamu Cina, Don?” Lalu kujawab tangkas “Bukan! Tampak seperti cina memangnya ?” “Iya! Tapi pasti kamu Manado! Atau Palembang, barangkali ?” Dialog seperti ini sudah sangat sering kualami sepanjang 30 tahun terakhir ini. Mereka, para penanya dan juga termasuk temanku itu tadi konon ... more →
Setelah mencermati beberapa berita seperti misalnya yang dilansir oleh DetikCom, saya berpikiran demikian: Saya akan protes kalau sesuatu yang saya dapatkan tak sama dengan apa yang saya korbankan. Saya akan protes kalau dengan uang 10 ribu, saya hanya mendapatkan sepotong tahu, tempe dan telor dadar di warung makan sebelah. Saya akan protes kalau pada tanggal ... more →
Tidak seperti pada hari libur biasanya, libur Imlek kali ini, bagi keluarga besar Citraweb Nusa InfoMedia adalah hari sibuk merayakan ulang tahun perusahaan yang ke-8. Sejak pagi, pukul 09.30 WIB hingga menjelang maghrib kami menghabiskan waktu di arena pemancingan Ledok Gebang, dilanjutkan kunjungan ke rumah Riza untuk mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya ibu mertuanya, lalu ... more →
Yang aku ingat dari hari itu adalah: Kami berempat, Aku, Iwan, Valens dan Riza terbangun sekitar pukul 08.00 WIB setelah malam sebelumnya ngobrol hingga dini hari menjelang 04.00 WIB. Sejenak membetulkan posisi kursi yang baru saja kami pakai untuk tidur ala kadarnya, segera kami menikmati secangkir kopi sambil ngobrol dan menyalakan beberapa batang rokok. Lewat ... more →
Sungguh susah untuk menjelaskan kepada Tunggonono tentang kejadian banjir di Jakarta. Mungkin sama susahnya untuk Bang Kumis membendung banjir yang melanda kawasan yang dipimpinnya itu ya. “Jadi piye Bos? Kok bisa cuma hujan sebentar langsung meluap begindang?[1]” tanya Tunggonono beberapa malam yang lalu. “Halah… mentang-mentang ngomong soal Jakarta kok lalu pake begindang segala lho!” sergahku ... more →
Pagi ini, setelah misuh-misuh sejenak di comment section blognya Orang Tampan, aku mendapati berita yang menakjubkan di Kompas.Com. Di sana dibilang kalau Gedung DPR akan disulap jadi Menara Petronas! We lhaaaaaa…. ini dagelan apalagi iniiii…. Dikatakan di sana bahwa fasilitas yang ada akan seperti yang ada di hotel bintang lima. Ruangan 10 x 10 meter ... more →
Berita kematian Sang Djenderal Besar ternyata tak berhenti meski lepas sudah dari masa perkabungan nasional. Sore tadi, seperti minggu yang sudah-sudah, aku membeli TEMPO (majalah) dan ternyata eh ternyata, majalah kesukaan saya itu mengulas lagi secara khusus tentang beliau. Covernya sangat menarik! Last Supper, tapi kali ini bertengger keluarga besar Sang Djenderal sebagai pengganti Yesus ... more →