Monthly Archives: March 2008

Bertemu Bertiga

Menyebut nama Windy (Twindri Utari) dan Daniel Mahendra adalah sama saja menyatakan kepuasan terhadap rasa haus akan kehadiran teman dekat dari usia yang sepantaran. Semoga kalimat itu tidak berlebihan, dan sepertinya memang demikian karena bukannya aku tak punya teman dekat, akan tetapi read more here!

Posted in Aku | 5 Comments

Kali Ini, Mendadak Sentimentil

Melakukan interview terhadap calon pegawai adalah hal yang biasa kulakukan. Susah untuk menghitung jumlah berapa kalinya, tapi yang pasti aku sudah terbiasa melakukan itu semua sendiri sejak sekitar tahun 2001 yang lampau, setahun sesudah perusahaan ini berdiri. Dan siang tadi aku melakukannya read more here!

Posted in Aku | 2 Comments

Jangan Bajak Karya Anak Bangsa! Tapi Karya Orang Lain?

Tadi pagi, ketika sedang bersiap-siap berangkat ke kantor, sekilas aku menyaksikan tayangan infotainment di televisi. Tayangan yang tak pernah sepi dari pemberitaan para artis itu sedang menyoroti kasus pembajakan film Ayat-Ayat Cinta yang sekarang memang sedang marak diperbincangkan. Saya read more here!

Posted in Cetusan | 3 Comments

Memblokir Situs Porno, Tepatkah?

Ketika ada berita tentang rencana pemblokiran situs-situs yang berbau pornografi, saya kok malah jadi terdiam. Tidak berapi-api untuk melawan, ataupun bertepuk tangan untuk mendukung. Saya jadi membayangkan kita ini seperti orang yang diajak makan ke rumah makan buffet (prasmanan) tapi cuma read more here!

Posted in Cetusan | 1 Comment

Berjumpa Dengan Budi

Beberapa malam yang lalu, di sebuah warung makan secara tak sengaja aku bertemu dengan seorang teman lama. Sebut saja Budi. Aku mengenalnya lebih dari sepuluh tahun yang lampau selagi SMA. Ia bukan teman se-SMA ku tapi seingatku dulu, aku kenal dengannya dari temanku yang lain yang juga adalah read more here!

Posted in Cetusan | 3 Comments

Kloset dan Dunia Perbokeran

Sepertinya kita memang sudah terlalu dalam jatuh ke satu lubang yang bernama kebiasaan. Saking dalamnya, untuk bisa berpindah ke sesuatu yang bukan kebiasaan, kita perlu merangkak untuk … ya untuk berpindah lalu akhirnya jatuh ke lubang kebiasaan yang lainnya. Semenjak kecil saya read more here!

Posted in Aku | 4 Comments

Celana Mangsuk Silit

Dari seorang temanku dulu, dalam konteks bercanda, istilah cemas dijadikan akronim yang agak menjijikkan. Cemas adalah celana masuk silit. Silit adalah bahasa jawa dari lubang dubur. Jadi, celana masuk silit kira-kira berarti suatu keadaan dimana seseorang yang mengenakan celana, sebagian dari read more here!

Posted in Cetusan | 5 Comments

February 27th 2008 Dalam Gambar

Beneran deh! Tak ada yang perlu disesali dari sebuah pernikahan. Meski pernikahan itu semangkin mengkomplitkan pandangan saya bahwa kehidupan itu adalah sesuatu yang aneh, tapi ketakutan, kebimbangan dan semuanya itu lebur jadi satu pada saat saya mengucapkan janji nikah. Nikah membuat semuanya read more here!

Posted in Aku | 11 Comments