Melakukan interview terhadap calon pegawai adalah hal yang biasa kulakukan. Susah untuk menghitung jumlah berapa kalinya, tapi yang pasti aku sudah terbiasa melakukan itu semua sendiri sejak sekitar tahun 2001 yang lampau, setahun sesudah perusahaan ini berdiri. Dan siang tadi aku melakukannya read more here!
Monthly Archives: March 2008
Jangan Bajak Karya Anak Bangsa! Tapi Karya Orang Lain?
Tadi pagi, ketika sedang bersiap-siap berangkat ke kantor, sekilas aku menyaksikan tayangan infotainment di televisi. Tayangan yang tak pernah sepi dari pemberitaan para artis itu sedang menyoroti kasus pembajakan film Ayat-Ayat Cinta yang sekarang memang sedang marak diperbincangkan. Saya read more here!
Memblokir Situs Porno, Tepatkah?
Ketika ada berita tentang rencana pemblokiran situs-situs yang berbau pornografi, saya kok malah jadi terdiam. Tidak berapi-api untuk melawan, ataupun bertepuk tangan untuk mendukung. Saya jadi membayangkan kita ini seperti orang yang diajak makan ke rumah makan buffet (prasmanan) tapi cuma read more here!
Berjumpa Dengan Budi
Beberapa malam yang lalu, di sebuah warung makan secara tak sengaja aku bertemu dengan seorang teman lama. Sebut saja Budi. Aku mengenalnya lebih dari sepuluh tahun yang lampau selagi SMA. Ia bukan teman se-SMA ku tapi seingatku dulu, aku kenal dengannya dari temanku yang lain yang juga adalah read more here!
Kloset dan Dunia Perbokeran
Sepertinya kita memang sudah terlalu dalam jatuh ke satu lubang yang bernama kebiasaan. Saking dalamnya, untuk bisa berpindah ke sesuatu yang bukan kebiasaan, kita perlu merangkak untuk … ya untuk berpindah lalu akhirnya jatuh ke lubang kebiasaan yang lainnya. Semenjak kecil saya read more here!
Celana Mangsuk Silit
Dari seorang temanku dulu, dalam konteks bercanda, istilah cemas dijadikan akronim yang agak menjijikkan. Cemas adalah celana masuk silit. Silit adalah bahasa jawa dari lubang dubur. Jadi, celana masuk silit kira-kira berarti suatu keadaan dimana seseorang yang mengenakan celana, sebagian dari read more here!
Aku, Donny Verdian. Beberapa memanggilku sebagai DV :)
Lelaki Indonesia, beranak-istri, bermukim di Australia.

Bertemu Bertiga
Menyebut nama Windy (Twindri Utari) dan Daniel Mahendra adalah sama saja menyatakan kepuasan terhadap rasa haus akan kehadiran teman dekat dari usia yang sepantaran. Semoga kalimat itu tidak berlebihan, dan sepertinya memang demikian karena bukannya aku tak punya teman dekat, akan tetapi read more here!