Musim Gampang Jadi Pahlawan

hero
Kalau mau jadi pahlawan sekelas Zorro, Robin Hood ataupun Ned Kelly di sini sekarang ini lagi gampang-gampangnya!

Lets say kamu bukan siapa-siapa awalnya, maka bekal awalmu adalah jeli-jelilah mengamati isu!
Lalu tentukanlah satu topik dari pihak mainstream yang sedang mengemuka dan menyisakan satu pertentangan yang kental dengan isu-isu sensitif di tengah rakyat.

Beranikan diri untuk menentangnya dan seolah kamu berdiri di depan rakyat, “pasang badan” lah.
Tapi jangan nanggung!
Iya, bolehnya menentang jangan nanggung hanya dengan berkoar-koar di opini koran-koran serta majalah, infotaintment ataupun berita serta talkshow di televisi.

Itu solusi jaman kuno!
Sedangkan solusi jaman sekarang adalah turun ke lapangan!
Kalau perlu bawa pasukan sekompi.

Hajar! Lawan!

Sesudahnya barulah berkoar-koar di media-media itu. Katakan kaulah penanggungjawabnya!
Jangan lupa melarikan diri sambil meninggalkan tuntutan yang tidak terlalu susah untuk didapatkan dari pihak mainstream dalam bentuk
seonggok cd rekaman pernyataan diri atau kalau perlu bikin website dan tinggalkan pesan di sana atau kalau nggak sempat bikin, kumpulkan email redaksi media-media terkemuka, bikin akun
email gratisan lalu kirimkan press release-mu.

Selebihnya asingkan diri selama kurang lebih sembilan hari sambil menunggu media-media itu mencari-cari kita.
Ketika tuntutan yang kita yakin akan segera keluar itu betul-betul released dan terpublikasi, menyerahlah!
Katakan pada istri/suami dan anak-anakmu bahwa pengurunganmu tak kan lebih dari sembilan bulan.
Tapi… ah itu pun juga kalau tanpa remisi dan segala macamnya, nanti kamu bisa urus remisi itu asal.. ada uang, abang disayang!
You know lah!

Oh ya jangan lupa, pada saat hari penyerahan dirimu, tersenyumlah dengan senyuman yang tersombong yang pernah kamu sombongkan!
Katakan pada dunia bahwa kau bukan dari kalangannya orang-orang pengecut!
Katakanlah pula bahwa kamu adalah pejuang konsisten yang tau kapan harus membelokkan lidah dan kapan harus bertanggung jawab secara ksatria!
Maka seketika itu juga, dari pedagang sate, lonte sampai pejabat teras akan menganggap bahwa kamu adalah pahlawannya karena publik telah mensupremasikannya!
Bahwa tahun depan atau entah kapan, ketika pemilihan tiba, kamu sudah punya mesiu yang bubuknya adalah epos kepahlawananmu itu, itu adalah keuntungan gandanya!

Jadi, tertarik untuk jadi pahlawan ?

Foto dimontase oleh saya sendiri dan masing-masing elemennya diambil dari
sini,
sini, dan
sini

Post to Twitter Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook

This entry was posted in Cetusan. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

8 Comments

  1. Posted June 12, 2008 at 3:51 am | Permalink

    Di Indonesia mo jadi pahlawan wajib bawa duit (entah darimana asalnya). Jika tidak pupus duluan

  2. Posted June 12, 2008 at 4:07 am | Permalink

    Orang – orang hari ini lebih banyak memakai topeng dari Zapatista. Hampir sulit membedakan antara bacot patriot dan miskin logika ;)

  3. windy
    Posted June 12, 2008 at 9:24 am | Permalink

    akulah pahlawan bertopeengg….. jadi ngepitaph gw sama sinchan….huahahaha

  4. Posted June 12, 2008 at 1:43 pm | Permalink

    Hayya kalau pahlawan menulis tidak bukan?

  5. Posted June 12, 2008 at 7:00 pm | Permalink

    Zaman sekarang sudah susah cari pahlawan macam Robin Hood. Paling kalau mencuri, ya dipake buat diri sendiri. Hihihi!

  6. Posted June 12, 2008 at 10:39 pm | Permalink

    hahaha, cara yang baik dan benar belajar jadi teroris.

    ada apa kok tiba2 bikin artikel beginian don? Mau mencoba jadi wakil para bloggers indonesia ngebungkam roy surya? =D

    Kalo masuk TV, salam penutupnya nyengir kekamera, model peace “Halo le” gitu ye, wakakaka.

  7. Jessica Wuysang
    Posted June 13, 2008 at 7:17 am | Permalink

    Mei – bulan lalu, adalah bulan yang paling ramai di Pontianak. Tiap hari selalu saja ada pahlawan kesiangan. Ngakunya memikirkan rakyat, padahal sebenarnya? Omong kosong semuanya :)

    Seperti biasanya, aku selalu mengagumi tulisanmu, Don. Pasti bosan yah denger ini terus :p

  8. Posted June 14, 2008 at 1:07 pm | Permalink

    @Juliach & Aley: Komentar Anda berdua menampakkan Anda memang tidak sedang tinggal di Indonesia hahahaha

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

  • Versi Beta

    Situs web ini akan selalu dalam tahap pengembangan sejak dipublikasikan pertama kali pada 20 Desember 2007.

    Ikon manusia "Donny Verdian" hasil kreasi Donny Verdian (Terima kasih untuk para pendahulu pencipta ikon, Ardian Sukmaji (2007 - 2008), dan Anjung Sakti (2005)).

    Seluruh tulisan dan isi konten lainnya kecuali "tanggapan" adalah hasil pemikiran Donny Verdian.

    Untuk konten khusus yang saya sadur maupun tayangkan dari tautan luar situs web ini, akan saya cantumkan sumber/pengkreasinya. Ingatkan saya apabila saya lalai akan hal ini. Pemberlakuan copyrights di situs web ini adalah sesuai dengan salinan di sini.