Nyoblos Bibit Waluyo dan Rustriningsih

pilkada
Kalau pada akhirnya kemarin minggu (22/06) aku ikut mencoblos dalam Pilkada Gubernur Jateng, sungguh itu bukan satu cerminan sikap bahwa aku ini warga negara yang baik yang menggunakan hak
pilihnya demi masa depan yang lebih baik. Aku nyoblos kemarin karena semata-mata prinsip menghargai hasil kerja keras orang lain saja, tak lebih.
Seperti yang pernah kutulis (di sini) beberapa waktu yang lalu, mencoblos adalah untuk menghargai kerja keras para calon gubernur beserta wakilnya dalam berkampanye.
Aku membayangkan, mereka pasti capek tenaga, pikiran dan biaya untuk menjalani kampanye yang telah berlalu itu.

Berbeda dengan nenekku, ia punya segudang harapan dengan pasangan yang ia coblos. Harapan yang terkadang ia sendiripun tahu telah menggantungkannya terlampau tinggi di langit yang tiada
berpenyangga itu. Simak saja predatonya yang melengking-lengking dari ruang tengah rumah pagi tadi.

“Tadinya aku ini mau golput, tapi setelah kupikir-pikir aku nyoblos aja. Aku nyoblos yang mau mbantu kita sebagai orang minoritas, sebagai orang Katolik ini. Jadi Cit, kamu dan Mas mu itu
nanti harus nyoblos nomer empat, Bibit dan Rustri… Mama Papamu juga disuruh ya. Mereka itu… wes tho pokoknya mbela kita yang minoritas ini.”

Pada akhirnya, aku memang memilih Bibit dan Rustri. Tapi bukan karena pertimbangan bahwa mereka yang tampaknya akan mampu membawa kemajuan bagi Jawa Tengah dan tetap membela kaum minoritas
seperti aku dan keluargaku yang menganut Katolik. Bukan pula pada janji-janji mereka yang hmmm.. aku terus terang tak terlalu menyimak apa saja yang mereka janjikan.
Betul-betul semata-mata aku nyoblos mereka karena alasan yang kukemukakan di atas tadi itu.

Kalaupun ada alasan tambahan yang signifikan paling menyoal kedaerahan saja. Aku orang Klaten, Bibit Waluyo juga orang Klaten meski lama melanglang buana di Batavia,
Sepuluh tahun (1983 – 1993) aku tinggal di Kebumen dan Rustriningsih juga adalah Bupati Kebumen.
Ya sudah tho, kebetulan mereka juga satu pasangan, tiada ragu lagi, nomer empat, Bibit – Rustri kupilih!

Post to Twitter Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook

This entry was posted in Aku. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

8 Comments

  1. Posted June 22, 2008 at 8:02 pm | Permalink

    Kalau soal kerja keras, semua calon juga merasa kerja keras. Mereka punya hak yang sama untuk kamu pilih.

    Tapi kalo soal Klaten dan Kebumen, aduh, semoga hanya kamu yang berpikir memilih berdasarkan pertimbangan seperti itu. Hihihi!

    BTW, kok tiba-tiba pagi ini perutku mendadak mules ya, demi melihat foto baru di samping kanan itu. Huaaaaaaaa……….!!!!!!!!! =))

  2. Posted June 23, 2008 at 12:02 am | Permalink

    @DM: Apapun alasanku untuk mencoblos, yang terpenting adalah aku telah MENCOBLOS :)

    Foto samping kanan? Mana? Mana ? :)

  3. windy
    Posted June 23, 2008 at 1:20 am | Permalink

    heh keoong…. gara2 foto baru lu tuh gw dibangunin si dm pagi2 dgn sms sialnnya…. ga sopan !!

  4. Posted June 23, 2008 at 11:21 am | Permalink

    @ Windy:
    Mangkanya, Cumiiii… tidur itu jangan bangun ciaaanggg…

    Ayam kate udeh pade bekeliaran cari makan. Elu masih kekepan aja! :p

  5. Posted June 23, 2008 at 12:49 pm | Permalink

    @Windy: Ya itulah si DM sukanya emang ndak sopan :)

  6. brendo
    Posted July 15, 2008 at 10:06 pm | Permalink

    assalamualaikum.

  7. Posted July 16, 2008 at 1:56 am | Permalink

    Kemarin saya nyoblos calon yang dipilih oleh Ibu saya. Itung-itung membantu orang tua :D

    Salam kenal mas :)

  8. Posted July 16, 2008 at 7:07 am | Permalink

    @Brendo: Walaikumsalam…
    @Sandalian: Oh Anda dari Jawa Tengah juga tho Mas ? Salam kenal juga :)

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

  • Versi Beta

    Situs web ini akan selalu dalam tahap pengembangan sejak dipublikasikan pertama kali pada 20 Desember 2007.

    Ikon manusia "Donny Verdian" hasil kreasi Donny Verdian (Terima kasih untuk para pendahulu pencipta ikon, Ardian Sukmaji (2007 - 2008), dan Anjung Sakti (2005)).

    Seluruh tulisan dan isi konten lainnya kecuali "tanggapan" adalah hasil pemikiran Donny Verdian.

    Untuk konten khusus yang saya sadur maupun tayangkan dari tautan luar situs web ini, akan saya cantumkan sumber/pengkreasinya. Ingatkan saya apabila saya lalai akan hal ini. Pemberlakuan copyrights di situs web ini adalah sesuai dengan salinan di sini.