Terlalu Merdekakah Kita ?

Merdeka!
Di tengah-tengah ratusan bahkan mungkin ribuan artikel yang mendayu-dayukan semangat kemerdekaan baik itu di media blog, mainstream media massa, hingga tugas mengarang yang diberikan oleh
guru bagi anak didiknya di sekolah-sekolah, pernahkah kita menyadari bahwa terkadang kita agak sedikit kebablasan dalam mengartikan kemerdekaan itu sendiri ?

No!
Saya tidak sedang mencoba menulis yang sinis terhadap gegap gempita agustusan ini, tapi lebih pada pernahkah kita menyadari hal itu sebagai satu hal yang juga terjadi tanpa (mungkin)
kita sadari ?

Terhadap orang-orang yang merokok di kendaraan umum ? Pernahkah kita menyadari bahwa ia dan mereka yang merokok di kendaraan umum adalah orang yang sangat ingin memerdekakan diri dari
segalanya termasuk paru-paru banyak penumpang yang tidak merokok disekitarnya.

Terhadap orang-orang yang ber-ngoeng-ngoeng dengan kendaraan untuk menyambut kampanye, demo, kemenangan tim sepakbola kesayangannya atau apapun yang lainnya?
Pernahkah mereka berpikir bahwa pengendara kendaraan dan pengguna jalan selain mereka pun butuh untuk merdeka menggunakan jalan raya sama layaknya dengan mereka itu sendiri ?

Terhadap para pemasang portal di perumahan-perumahan dan perkampungan ?
Pernahkah mereka berpikir bahwa bagaimanapun juga orang lain memiliki hak melintas yang sama seperti pemilik rumah di kawasan tersebut?

Terhadap orang-orang yang memaksakan keyakinan maupun memangkas semangat kebebasan orang lain untuk beriman terhadap satu hal yang beda dari yang lainnya?
Ah… tak taulah harus berkomentar apa mengenai hal ini.

Ada kalanya, dalam permenungan kemerdekaan yang masih boleh kita rayakan setiap tahunnya di saat-saat seperti ini, perlulah kita untuk memikirkan sudah terlalu merdekakah diri kita sendiri
sehingga keberadaannya merenggut kemerdekaan orang lain yang notabene adalah sebagian lain dari bangsa yang telah dimerdekakan dan diatasnamakan oleh Soekarno-Hatta ?

Anyway, Salam merdeka Bung!

Post to Twitter Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook

This entry was posted in Cetusan. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

13 Comments

  1. Posted August 18, 2008 at 8:48 am | Permalink

    salam merdeka, bung dv!
    saya terkesan dengan paragraf ketiga.

    yah, semuanya deh.
    apakah saya udah kebablasan merasa merdeka ya?

  2. Posted August 18, 2008 at 9:43 am | Permalink

    Merdeka adalah jika kita berani menyatakan pendapat, namun tetap bertanggung jawab. Bukan merdeka seenaknya yang mengganggu kepentingan orang lain, tapi adalah merdeka menyuarakan pendapat, merdeka berbuat tapi tetap dalam koridor kepatutan dan sesuai norma serta hukum.

  3. Posted August 18, 2008 at 10:36 am | Permalink

    Yup memang menyebalkan ketika kita melihat orang yang merokok di kendaraan umum, meskipun saya termasuk perokok ingin rasanya saya menjewer kupingnya :D

  4. Posted August 18, 2008 at 4:03 pm | Permalink

    Tentu saja pernah. Bahkan hal itu adalah sesuatu yang tetap kupegang erat hingga saat ini: bahwa terkadang kemerdekaan bagi seseorang kerap bukan suatu kemerdekaan bagi orang lain. Sehingga membuat kita terus melakukan instrospeksi.

    Salam merdeka juga, Bung!

  5. Posted August 18, 2008 at 4:03 pm | Permalink

    saya paling sedih ketika menyaksikan jalan yang dipalang atau diberi portal, apalagi kalau jalan umum, haks… rupanya kata merdeka selama ini baru sebatas dimaknai sebagai kemerdekaan buat diri sendiri dan kelompoknya. salam merdeka, mas donny!

  6. windy
    Posted August 18, 2008 at 11:10 pm | Permalink

    merdeka termasuk gag kasih komen di blog juga gag ? jadi gag perlu ada yg tereak2 gituh tiap hari….
    merdeka bung donny !!!

  7. remon
    Posted August 19, 2008 at 12:15 am | Permalink

    mmmmmm… terlalu merdeka? mungkin ngga… dan mungkin iya. tergantung perspektif lah:D
    ya dalam hal ini kita fokus di orang2 yang keblinger dengan kebebasannya aja deh, biar ga panjang lebar. nah menurut saya sih… mereka memang amat sangat ndeso, ndusun, dll. betapa udiknya ketika mereka menempatkan diri mereka sebagai orang yang paling merdeka. wih!
    emangnya dunia ini punyanya mbahnya dia yang lain cuma ngekos:p

  8. Posted August 19, 2008 at 3:10 am | Permalink

    kemerdekaan adalah saling mengerti!

  9. Posted August 19, 2008 at 3:27 am | Permalink

    merdeka ya don!
    (aku berusaha memerdekakan diriku sendiri… hehehe. opo to iki?)

  10. Posted August 19, 2008 at 8:58 am | Permalink

    mas, kaos nya keren, tapi walaupun saya cinta Indonesia tapi kayaknya ga sampe segitunya sih :) )

  11. Posted August 19, 2008 at 1:03 pm | Permalink

    @ Ijul:
    Jul, pengejawantahan orang kan beda-beda terhadap sesuatu yang ia cintai setengah hidup (setengah mati sudah biasa!).

    Nah, barangkali Donny ini termasuk orang yang memanifestasikan rasa cintanya dalam bentuk sesuatu yang berwujud merek. Aku jamin 100%, dia tidak akan mengenakan kaos bergambar burung garuda nan gagah perkasa itu kalau merek kaosnya bukan Nike. Hihihi!

  12. Posted August 20, 2008 at 9:56 am | Permalink

    kemerdekaan bukan berarti bebas sebebas-bebasnya, perlu sikap yang arif untuk memaknainya

  13. Posted August 24, 2008 at 6:13 pm | Permalink

    merdeka adalah memperoleh hak kendali penuh

    salam kenal bung :)

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

  • Versi Beta

    Situs web ini akan selalu dalam tahap pengembangan sejak dipublikasikan pertama kali pada 20 Desember 2007.

    Ikon manusia "Donny Verdian" hasil kreasi Donny Verdian (Terima kasih untuk para pendahulu pencipta ikon, Ardian Sukmaji (2007 - 2008), dan Anjung Sakti (2005)).

    Seluruh tulisan dan isi konten lainnya kecuali "tanggapan" adalah hasil pemikiran Donny Verdian.

    Untuk konten khusus yang saya sadur maupun tayangkan dari tautan luar situs web ini, akan saya cantumkan sumber/pengkreasinya. Ingatkan saya apabila saya lalai akan hal ini. Pemberlakuan copyrights di situs web ini adalah sesuai dengan salinan di sini.