Monthly Archives: October 2008

Akhir Pergumulan tentang Kepergianku

Banyak orang bertanya kenapa aku pada akhirnya lebih memilih tinggal di Australia ketimbang di Indonesia. Sebenarnya pergumulan soal kepindahan ini telah berlangsung cukup lama di dalam batinku. Semenjak sekitar lima tahun yang lampau atau tiga tahun sesudah aku dan Joyce memutuskan untuk read more here!

Posted in Cetusan | 14 Comments

Berpamitan

Siang tadi aku pamit pada Papa, Citra, Eyang, serta Jogja untuk tidak melihat mereka setidaknya hingga setahun ke depan pindah menetap ke Australia. Sementara Mama masih bersama, menemaniku ke Jakarta hingga Jumat, 31 Oktober 2008 besok saat aku pergi meninggalkan tanah air. Papa, sebenarnya read more here!

Posted in Aku | 11 Comments

Satu Hal yang Tak Pernah Mati

Bukannya tidak percaya, tapi aku termasuk orang yang berusaha untuk selalu menolak apapun yang berbau tidak logis. Ada dua alasan kenapa aku berprinsip seperti itu. Ketika hal itu bersifat baik seperti misalnya kelopak mata berdenyut-denyut itu pertanda akan datang rejeki dalam jumlah banyak, read more here!

Posted in Aku | 25 Comments

Setelah Tiga Tahun Tanpa Nikotin

Sebelum 14 Oktober 2005, tak pernah terpikirkan padaku bahwa tepat pada hari itu aku akan melakukan satu keputusan besar, berhenti merokok setelah lima belas tahun sebelumnya menjadi orang yang sangat tergantung pada satu hingga dua bungkus rokok setiap harinya. Meski sebelum-sebelumnya telah read more here!

Posted in Cetusan | 26 Comments

Simbok dan Revolusi Teknologi

Baru beberapa hari saja kutinggal, sebuah revolusi teknologi skala menengah telah terjadi di rumah Klaten. Simbok yang pecinta berat pesawat radio 2 band, sinetron televisi dan dulunya cukup antipati terhadap handphone, we lha kok semalam melalui sambungan telepon ujug-ujug berujar “Le, read more here!

Posted in Aku | 15 Comments

Selebriti Bertemu Selebriti

Sebagai mantan “orang daerah” aku cukup takjub ketika baru tiga hari di Jakarta saja sudah banyak selebritis yang kutemui secara langsung baik di mall-mall maupun di restaurant mahal. Eh sebentar, kenapa aku di Jakarta? Katanya ke Sydney? Yup! Untuk sebuah keperluan yang tidak bisa read more here!

Posted in Aku | 23 Comments

Berpikir Sudah

Mana kata yang paling terutama, “sedang”, “akan”, atau “sudah” ? Bagiku, yang terutama adalah “sudah”. Orang bisa bermimpi “akan” mampu berumur panjang hingga sepanjang mereka mau, orang boleh jadi pun “sedang” mereguk read more here!

Posted in Cetusan | 21 Comments