Monthly Archives: November 2008

Antara Anjing, Gitar dan Tunggonono

Diantara banyak hal yang ada di dunia ini, banyak diantaranya bisa membuatku sangat-sangat tertarik. Dan dua diantaranya adalah anjing dan musik. Semenjak memelihara Pluto dan Ellen di Klaten serta di sini aku bertemu Simba, boleh dibilang aku sangat dekat dengan anjing peliharaan. Sungguh read more here!

Posted in Sydney Seratus Hari Pertama | 17 Comments

Hadiah yang Menyebalkan

Hidup di Australia, aku semakin diperlihatkan pada cara berpakaian penduduk sini yang cuek bebek. Mereka sama sekali tak mempedulikan apa komentar orang sekitar pokoknya selama itu tidak merugikan orang lain dan menyenangkan hatinya, go for it! Terlebih saat summer seperti ini, wah yang namanya read more here!

Posted in Sydney Seratus Hari Pertama | 22 Comments

Anjiiii… Eh Kepiting!

Ada pelajaran yang cukup menarik yang kudapat hari itu, Selasa, 11 November 2008. Dulu, aku memiliki ritual yang unik. Setiap pagi, aku tak pernah bisa mandi dengan nyaman kalau belum buang air besar (BAB), dan BAB yang belum tuntas sangatlah menyebalkan! Moodku bisa rusak seharian karena rasa read more here!

Posted in Sydney Seratus Hari Pertama | 17 Comments

Rindu Lewat Sepucuk Amplop

Hari Senin, 10 November 2008, aku tak berniat pergi kemana-mana. Selain jadwal kerja proyek yang semakin mepet untuk dikebut penyelesaiannya, aku juga menunggu kabar kiriman paket dari Citra, adikku, yang berisi dokumen-dokumen pendukung untuk penyelesaian urusan visa tinggal dan bekerja di read more here!

Posted in Sydney Seratus Hari Pertama | 14 Comments

Saint Patrick

Yang terkadang membuat aku begitu tertarik untuk melihat tata arsitektur bangunan pada sebuah kota adalah bagaimana bentuk gerejanya. Ini semata-mata bukan karena aku adalah seorang pemeluk Katolik, tapi lebih karena bagiku gereja adalah bangunan yang biasanya sudah terlebih dahulu ada ketimbang read more here!

Posted in Sydney Seratus Hari Pertama | 13 Comments

Welcome Home My Blackberry Bold

Weekend nggak weekend, untuk seorang yang belum mendapatkan pekerjaan seperti aku sebenarnya sama saja. Tapi meski demikian satu hal yang membedakan adalah karena pada weekend, istriku libur bekerja dan kami bisa menghabiskan hari bersama-sama sejenak. Ada banyak hal yang harus kami lakukan read more here!

Posted in Sydney Seratus Hari Pertama | 23 Comments

Main Musik Lagi, Pelayanan Lagi

Sewaktu aku memutuskan untuk membawa dua buah gitar dari beberapa yang kukoleksi di Indonesia sana, Mamaku sempat bertanya kenapa tidak satu saja yang dibawa. Tapi setelah kujelaskan bahwa aku harus membawa dua untuk keperluan pelayanan di Australia, dia pun ngeh dan mendukung-dukung saja meski read more here!

Posted in Sydney Seratus Hari Pertama | 10 Comments

Mulai Kerasan di Hari Keenam

Akhirnya aku percaya bahwa “kerasan” itu adalah soal tahapan, soal proses yang nggak akan pernah kita bisa ukur pada titik-titik dan saat-saat tertentu saja. Bisa jadi hari ini kalian bilang krasan di kantor baru tapi besoknya sudah mulai eneg dan mau muntah setiap melihat gedung read more here!

Posted in Sydney Seratus Hari Pertama | 20 Comments

Bertemu William Pramana

Akhirnya, seorang WILLIAM PRAMANA, dikirim Tuhan untuk menjadi temanku, yang bukan kukenal lewat Joyce, yang pertama-tama kali bertemu denganku di tanah yang baru ini. Kukatakan sebagai teman yang kukenal bukan lewat Joyce karena melalui istriku akupun telah dikenalkan oleh banyak kawan yang read more here!

Posted in Sydney Seratus Hari Pertama | 13 Comments

Berkaca dari Sulur-Sulur Tarzan

Waktu kecil dulu, aku sering berpikir kenapa Tarzan yang di film-film itu selalu menemukan sulur-sulur yang baru kemanapun ia mengayunkan tubuhnya. Ia seperti tak pernah kehabisan sulur baru untuk menggelanyut dan bekoar “Auououo.” Waktu aku sudah cukup besar, pada akhirnya aku read more here!

Posted in Sydney Seratus Hari Pertama | 13 Comments