Kelengkapan Hidup

Dengan telah bekerja kembali, kurasakan pengalaman kemanusiaanku semakin dipertebal!
Aku yang semula di Indonesia bekerja untuk diri sendiri atau setidaknya untuk investor dan sesama kolegaku, sekarang bekerja untuk perusahaan, untuk sebuah keping representasi dari apa yang dinamakan sebagai kapitalis.
Di atasku ada seorang manager, dan di atasnya lagi ada CEO lalu Chairman, si pemilik perusahaan.
Aku bertanggung jawab untuk mereka, dan mereka bertanggung jawab untuk menggajiku.

Ada orang bilang bahwa aku mengalami kemunduran dengan keadaan seperti itu.
Tapi aku tak mudah untuk mempercayai gelambir mulut-mulut yang berbicara demikian.
Bagiku, hanya aku yang bisa tahu mana yang lebih maju dan mana yang lebih mundur sebenarnya.
Dan bagiku lagi, tak ada hidup yang mengalami mundur, semua maju, maju dan maju hingga akhirnya jatuh dan terkapar, terlindas, hilang dan terlupakan.
Itu sudah menjadi pola yang tetap hingga nanti barangkali ketika Tuhan sudah menyiapkan skenario baru!

Dan kembali soal pertebalan pengalaman kemanusiaan tadi, pada akhirnya kurasakan ada begitu banyak pengalaman yang boleh jadi terjadi pada fase yang saling berhadap-hadapan, bertentangan.

Adalah “melamar” dan “dilamar” salah satunya!
Delapan tahun bekerja di perusahaan yang kudirikan bersama teman-teman, nyaris setiap tahunnya aku menerima beratus-ratus aplikasi lamaran dari para pencari kerja.
Dari kesemuanya, tentu tak semuanya kubaca, barangkali hanya yang menarik baik mata maupun pikiran yang kemudian kumintakan kepada bagian Administrasi untuk diundang interview ke kantor.
Dari berpuluh-puluh interview yang kulakukan terhadap mereka, barangkali pula hanya sepuluh atau tak lebih dari duapuluh yang pada akhirnya kuberikan kata “Yak! Kamu diterima!”

Tiga setengah bulan belakangan kemarin, aku berada pada sisi sebaliknya.
Beratus-ratus lowongan pekerjaan kulamar yang untungnya tak harus lewat pos tapi bisa dilakukan melalui internet.
Kukatakan beratus-ratus karena memang kenyataannya demikianlah perhitunganku.

Dari semuanya, hanya berpuluh-puluh pula yang berusaha menelpon balikku untuk sekadar bertanya ini-itu, chit-chat kata mereka. Beberapa gelintir di antaranya berhasil mengundangku untuk datang ke kantornya, lebih dari sekadar ber-chit-chat, tapi dengan mata tajam yang mereka miliki, aku dikupasinya, ditelanjanginya untuk mengetahui layak atau tidaknya aku bekerja dengan mereka.
Lalu hingga pada akhirnya benar-benar hanya segelintir, benar-benar satu perusahaan lah yang akhirnya bilang “Congratulation, Donny! Cant wait to see and working together with you next monday!”

Apa yang kualami sebagai “pelamar” dan “yang menerima lamaran” adalah sebuah kelengkapan hidup.
Kedua hal itu, setidaknya, mengajariku untuk memandang hidup bukan dari sisi linier tapi paralel.
Linier membuatku berpikir bahwa ini lebih menang dari itu, sana lebih enak dari sini, menerima lamaran lebih asyik dan bossy ketimbang melamar… akan tetapi pola pandang paralel menghancurkan semuanya itu.
Hidup yang paralel mengajarkanku untuk sebanyak mungkin mengalami pengalaman kehidupan sebeda mungkin, selengkap mungkin…

Post to Twitter Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook

This entry was posted in Aku. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

16 Comments

  1. Posted January 20, 2009 at 7:02 am | Permalink

    Ahh siapa bilang mundur Don? Menurutku sih enggak, malahan Donny bisa belajar dari sisi lain, dari pekerjaan ini nantinya Donny akan belajar bagaimana mengelola pekerjaan dibidang perusahaan yang sudah mapan, dan milik orang asing, yang tentu budaya kerjanya beda sekali.

    Ini merupakan pengalaman yang menarik… dan siapa tahu Donny bisa menjadi CEO suatu hari nanti? Atau malah membuka perusahaan sendiri? Tentu saja pengalaman ini akan memberikan bekal yang sangat baik, terutama akan lebih mudah memahami hukum yang berlaku dinegara tsb…dibanding dengan belajar sendiri yang akan perlu waktu lebih lama.

  2. Posted January 20, 2009 at 2:43 pm | Permalink

    Bagiku, hanya aku yang bisa tahu mana yang lebih maju dan mana yang lebih mundur sebenarnya.

    Yeah! Ini yang ingin kudengar dari mulutmu, dan ini sari pati dari tulisanmu ini!

  3. Posted January 20, 2009 at 7:28 pm | Permalink

    Beratus-ratus Don? Tak disangka, selamat Don, pengalaman hidupmu jadi lengkap dan berimbang.

  4. Posted January 20, 2009 at 7:54 pm | Permalink

    yang penting kerja dulu..biar waktu menentukan ketika suatu hari kelak justru jadi boss di negeri orang..he he
    salam

  5. Posted January 21, 2009 at 7:16 pm | Permalink

    Don,

    Kamu tidak mundur.
    Apalagi ini di sebuah tempat yang sama sekali berbeda dengan tempat yang dulu sudah nyaman kamu tinggali.

    Kamu hanya menjadi semakin realistis, bahwa memang kamu harus bekerja seperti aku; digaji orang, bukan menggaji orang :)

    Ah, sudahlah.. Yang penting sekarang kamu sudah bekerja dan bisa segera kirim sebagian paycheck-mu buat aku! hihihi… teteup…

    Oh ya, Don,
    ini cuman berandai-andai ya.
    Kalau seandainya aku kirim lamaran ke tempatmu, kira-kira kamu panggil nggak ya? *lamaran jadi Direktur, gitu, deh.. hihihi*

    • DV
      Posted January 21, 2009 at 7:16 pm | Permalink

      Hahahaha… kirim lamaran ke tempatku? Ya nanti kalau aku bikin usaha blogging, kamu pasti kujadikan direktur.

  6. Posted January 21, 2009 at 7:52 pm | Permalink

    piye kabare, dab ? suwe rak menengokmu.

    masalah maju dan mundur dalam hidup kita, Don ? kupikir, itu adalah penilaian kita sendiri. lha wong urip2e dewe kok. ngapain juga, ndadak ngurusi cangkeme wong sing gatel.
    gitu kan, Don ? tak doakan semoga kehidupanmu semakin lancar jaya, dab.

    • DV
      Posted January 21, 2009 at 7:52 pm | Permalink

      Amin, amin, amin! Maturnuwun dongamu, Kangmas ;)

  7. Posted January 21, 2009 at 9:38 pm | Permalink

    Hey..Don…

    keren kan udah bisa ngerasain semuanya??

    Dahsyat kan untuk tahu rasa mereka mereka yang mengirimkan lamaran dan tidak di panggil atau boro boro terima?

    hehehe

    Beratus ratus CV Don??

    DAMN!!!

    no wonder gue masih berkutat di sini aja!!!

    kurang banyak say…..sipp….hajar lagi..kalo perlu gue sebar Cv pake helikopter! wakakakka

    • DV
      Posted January 21, 2009 at 9:38 pm | Permalink

      Iya, bener-bener beratus-ratus karena di sini lowongan buat section gw mayan banyak tiap hari dan tinggal lempar via internet, kan ?

  8. windy
    Posted January 22, 2009 at 1:59 am | Permalink

    pertanyaan pengulangan gw & DM :
    jadi sebenernya lu ngerti gag pada ngomong apaan disana hihihihi

    • DV
      Posted January 22, 2009 at 1:59 am | Permalink

      Eh biarin yang penting gw masi bisa Bahasa Tarzan hahahaha :)

  9. Posted January 22, 2009 at 8:59 am | Permalink

    jadi sekarang mana yang lebih enak? jangan bilang dua-duanya sama saja lho, jawabanmu bisa jadi referensiku.
    Sukses kawan!

    • DV
      Posted January 22, 2009 at 8:59 am | Permalink

      Sejujurnya Wang Sinawang..
      Tapi nek dilihat dari gaji, dan tanggung jawab, jelas enak yang sekarang hehehe :)

  10. Posted January 22, 2009 at 11:33 pm | Permalink

    hwe? yg jelas sekarang jadi tertib mandi … entah itu kemajuan atau kemunduran :D

    • DV
      Posted January 22, 2009 at 11:33 pm | Permalink

      KEMAJUAN adalah kemunduran bagi KEMUNDURAN sedangkan KEMUNDURAN adalah kemunduran bagi KEMAJUAN.

      Maka dari itu, marilah kita maju-mundur saja hahaha!

  11. Posted January 23, 2009 at 1:06 am | Permalink

    Mmm bener banget setuju, yang hidup kita maju/mundur itu ya kita sendiri.
    :D yuk mari kirim lagi mas lamarannya :P

  12. Joice
    Posted January 24, 2009 at 9:35 am | Permalink

    Congrats Don buat kerjaan barunya… salut sama usaha keras kamu… terus maju yah… sukses selalu…GBU…

  13. Posted January 25, 2009 at 12:33 am | Permalink

    well….
    aku tidak pernah melamar
    hanya pernah ditawari dan meng-amin-i.
    Jadi tidak bisa membandingkan.
    eniwei…
    selamat melakukan sesuatu yang baru
    EM

  14. Posted January 28, 2009 at 2:42 am | Permalink

    don, piye le nyambut gawe? nek wis bayaran, bali jogja yo, dienteni mangan2ne hihihi :)

    • DV
      Posted January 28, 2009 at 2:42 am | Permalink

      Mbut gaweku apik2 wae.. :)

  15. omphonk
    Posted January 29, 2009 at 8:03 am | Permalink

    sukses broo…sukses

    • DV
      Posted January 29, 2009 at 8:03 am | Permalink

      Matursuwun Dab, doa-doanya…

  16. Posted January 29, 2009 at 6:05 pm | Permalink

    aku melu seneng sampean wis krasan ojo meneh sakiki wis makaryo ,metine wae banjur iso ngilangake nglangut ,lan mugo mugo wingi kae ndang dadi mas hahaha . trus ono sing nyeluk papi….
    salam kangen seko njowo mas pingin dikirimi geblek wates ra Mas opo geplak mbantul,bakpia pathuk hahahaha

    • DV
      Posted January 29, 2009 at 6:05 pm | Permalink

      Hahaha sing paling kukangeni kuwi antarane Sego sayur pedes, iwak pedes lan tempe pedes-nya Pak Dul Gejayan :)

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

  • Versi Beta

    Situs web ini akan selalu dalam tahap pengembangan sejak dipublikasikan pertama kali pada 20 Desember 2007.

    Ikon manusia "Donny Verdian" hasil kreasi Donny Verdian (Terima kasih untuk para pendahulu pencipta ikon, Ardian Sukmaji (2007 - 2008), dan Anjung Sakti (2005)).

    Seluruh tulisan dan isi konten lainnya kecuali "tanggapan" adalah hasil pemikiran Donny Verdian.

    Untuk konten khusus yang saya sadur maupun tayangkan dari tautan luar situs web ini, akan saya cantumkan sumber/pengkreasinya. Ingatkan saya apabila saya lalai akan hal ini. Pemberlakuan copyrights di situs web ini adalah sesuai dengan salinan di sini.