Aku menyebutnya lampu hati. Sekitar tiga bulan yang lalu, ketika aku masih sibuk mencari pekerjaan, dalam sehari terbilang lebih dari dua puluh lamaran kukirimkan melalui internet. Saking banyaknya, tak jarang ketika ada agent ataupun perusahaan menelponku, aku lupa jabatan yang kulamar pada perusahaan tersebut. Hingga suatu malam, kira-kira pukul 10 waktu Sydney, handphone berdering. Setelah ... more →
March 2009
Adalah Ndorokakung. Blogger kugiran itu, suatu sore emailnya kuterima di blackberryku. Ia menawariku bekerja sama dengan Ceicilia Mike Randa yang ketika itu dikenalkan bernama Silly untuk satu gerakan kemanusiaan, Blood For Life. Malamnya, Yoga, blogger yang tulisannya kontemplatif itu, mengirimiku pesan melalui Facebook, intinya kurang lebih sama, berniat menggandengkan tanganku dengan Silly untuk Blood For ... more →
Kepada siapa kita harus berkaca? Kepada cermin? Tidak bosankah kita berkaca pada diri sendiri sementara diri sebenarnya ingin berkaca dari yang lain sekali tempo? Kepada sesama manusia? Tidak khawatirkah kita pada justru timbulnya rasa membanding-bandingkan dan pada akhirnya malah menggulirkan kita pada lembah iri, dengki, pengidolaan yang semu apalagi minder? Kepada Tuhan? Hmmm are you ... more →
Bagaimana caramu menikmati hidup dan hasil jerih payah yang telah kau dapatkan? Bagiku, salah satunya adalah dengan membeli apa yang selama ini kita inginkan lalu menikmatinya di saat senggang. Hari rabu minggu lalu, bersama istri sepulang kerja, kami menyempatkan diri untuk pergi ke JB Hifi, toko elektronik dan penjual DVD/VCD/CD hingga laser disc yang sangat ... more →
Orang dan semua hal yang berdiam dalam dimensi waktu adalah obyek-obyek yang harus menerima konsekuensi untuk selalu berubah ataupun mau tak mau, diubah. Soeharto lengser pagi itu. Mahasiswa-mahasiswa haus perubahan serta politisi-politisi oposisi mengepalkan tangan dan berseru menang. Hulubalang-hulubalang yang sepaham dengan Soeharto dan wadya balanya beringsut tunggang langgang menyelamatkan dan membentengi diri serta tak ... more →
Apa yang “didapat” dari jalan-jalan ke kebun binatang? Duapuluh lima tahun yang lampau, kedua orang tuaku mengajakku pergi ke Gembira Loka untuk mengenalkanku pada binatang-binatang yang selama dulu hanya dikenalkan lewat cerita-cerita menjelang tidur. Kemarin, ketika aku pergi ke Taronga Zoo bersama istri tercinta dan teman-teman yang juga kusayangi, semburat pikir yang muncul di benak ... more →
Kebumen, suatu hari di awal tahun 1990. Kota yang biasanya sepi sepoi-sepoi, siang itu seperti tersengat dan mengerjap! Kurang lebih seribu orang berkerumun di alun-alun kota mengantri masuk ke petak arena temporari yang terbuat dari terpal. Puluhan penjual makanan dadakan tak ketinggalan ikut berhimpun mengais rejeki di sekitarnya. Sate Ambal, golak, balok, kacang rebus hingga ... more →
Pornoaksi selamanya memang akan selalu menjadi hal yang dipunggungi agama dan moral. Atas nama kedua hal tersebut orang akan menutup mata meski banyak juga yang kata orang Jawa, kriyip-kriyip, setengah menutup dan setengah melirik juga, di satu sisi menolak mentah-mentah, tapi di sisi lain tetap membutuhkan serta merindukannya. Sebagai orang munafik, aku barangkali akan menjadi ... more →
Kalau disuruh menyebut lima kata yang menggambarkan album terbaru U2 bertajuk No Line on the Horizon, maka kata-kata itu adalah rock, kontemplatif, energik, dinamis, melodius. Kalau disuruh menyingkatnya menjadi satu kata saja maka tiada lain selain: GILA! Usai sudah penantian panjang itu! Lima tahun… ya, lima tahun setelah release How to Dismantle an Atomic Bomb ... more →
Beberapa waktu yang lalu, pada sebuah kesempatan berkumpul dan mengatasnamakan kegiatan rohani keagamaan, salah seorang tetua yang tak bisa kusebutkan namanya bahkan kuidentifikasikan jenisnya di sini, ber-sharing begini: “Saya paling nggak suka kalau dibilang dosa! Dosa itu cuma Tuhan yang berhak ngomong! Coba kita belajar sama bule-bule di sini! Mereka paling cuma ngomong “Its not ... more →