Domino Effect

1

Letakkanlah domino-domino berjajar dalam jarak yang dekat hingga membentuk sebuah alur.
Jatuhkanlah buah terawal dan biarkan ia mengenai buah domino lainnya dan sedemikian seterusnya hingga domino terujung dalam alur itu.
Orang menyebutnya domino effect, sebuah kejatuhan satu elemen yang menyebabkan kejatuhan seluruh alur.

Kemarin adalah hari yang tak cukup menyenangkan bagiku.
Dimulai saat pagi, aku ketahuan supir bis mencoba membawa segelas kopi ke dalam bus yang akan mengantarkanku dari QVB ke kantor. Aku sempat ngotot “Lha kan nggak ada tulisan larangan membawa kopi di bus kamu?”
Ia hanya tersenyum kecut sembari menyilakanku untuk turun terlebih dahulu menghabiskan kopi atau tidak usah naik sama sekali.

Di kantor, persoalan-persoalan pekerjaan juga tak kunjung menyurut.

Akupun berusaha sekuat mungkin untuk menyelesaikannya semampuku seperti yang selalu kubilang pada manajerku, “Ill do my best!”
Pukul 12 siang, ketika sedang asyik-asyiknya bercengkrama dengan persoalan kantor, sebuah email pribadi kubaca dari piranti Blackberryku dan… BLARRRR!!!!!
Persoalan yang tak pernah kuduga tiba-tiba mengemuka, muncul menghampiriku.
Konsentrasi langsung buyar tandas hingga ke dasar dan persiapan presentasi yang kulakukan pun tergoncang hebat!
Dan seperti yang sudah bisa ditebak, presentasi pun berjalan tak semulus yang kuduga dan persiapkan meski bos besar, CEO dan manajerku berkali-kali bilang bahwa apa yang kulakukan adalah bagus dan jauh dari buruk.

Sehari sesudah hari itu aku menyadari bahwa kemarin aku telah menjatuhkan domino pertamaku sejak pagi hari ketika aku berhadapan dengan sopir bus itu.
Lalu tanpa aku sadari selanjutnya buah domino yang kujatuhkan itupun mengenai domino selanjutnya dan selanjutnya seperti yang kutuliskan di atas.

Tak perlu menyalahkan orang lain terlebih hingga mengambinghitamkan Tuhan ketika kita menghadapi hari seperti itu.
Sumber kesalahannya adalah kita maka kita pulalah yang harus membereskannya.
Jadilah kuat pada setelah kejatuhan-kejatuhan itu dan tegakkan serta beri kuda-kuda pada domino yang kesekian dan jangan biarkan domino sebelumnya merobohkannya.
Katakan dalam diri sendiri “Separuh hariku boleh hancur, tapi kali ini kehancuran tak kan merembet hingga lebih ke tiga perempatnya!”

Maka niscaya kamu tegar. Tapi kalaupun memang harus hancur semuanya, yakin dan percayalah bahwa alur itu akan berhenti ketika kamu menutup mata di atas ranjangmu malam harinya.
Berbahagialah dan mengucap syukur kepada Tuhan karena hari itu terlewatkan dan besok pagi, berhati-hatilah menghadapi alur domino yang baru, jangan sekali lagi kau jatuhkan semenjak awal dan jangan terperangkap pada bayangan kegagalan hari yang kemarin.

Karena kesusahan hari ini biarlah untuk hari ini saja!

Sumber foto.

Post to Twitter Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook

This entry was posted in Cetusan. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

30 Comments

  1. Momon
    Posted May 1, 2009 at 9:38 pm | Permalink

    gue suka entry lu yang ini don :)

    • DV
      Posted May 1, 2009 at 9:38 pm | Permalink

      Gue suka ketulusan loe :)

  2. Posted May 1, 2009 at 9:45 pm | Permalink

    Mudah-mudahan harimu berikutnya akan berjalan dengan lebih baik DV. Tetap semangat, okay!

    • DV
      Posted May 1, 2009 at 9:45 pm | Permalink

      Amin dot com, Pak ;)

  3. Posted May 1, 2009 at 10:15 pm | Permalink

    well, yesterday is not your day ya Don.
    Kalau bahasa Jepangnya tsuiteinai hi.

    memang awal yang buruk bisa merembet terus ke mana-mana. but benar juga katamu, biarlah kesusahan hari ini untuk hari ini saja.

    EM

    • DV
      Posted May 1, 2009 at 10:15 pm | Permalink

      Itu bukan katamu, Imel.. itu kata Yesus dan aku teringat padaNya :)

  4. Chandra
    Posted May 1, 2009 at 11:03 pm | Permalink

    Jadi inti postingan lo apa ya don?
    Ehm ga boleh ngotot-ngototan pagi-pagi, kalo mo ngotot-ngototan malem aja gitu ya jd tidak mengacaukan hari coz dah keburu tidur n pas bangun dah ganti hari? hauhuahahahuhu….

    Keren pak postingannya.
    Keren dot com dong.. :p

    • DV
      Posted May 1, 2009 at 11:03 pm | Permalink

      Nah itu pikiranmu norak dot com namanya :)
      Inti postinganku adalah kita mesti hati-hati mempersiapkan hari dan langkah-langkah yang akan kita ambil di dalamnya :)

  5. Posted May 2, 2009 at 5:03 am | Permalink

    saya ingat seseorang pernah menasehati: “jangan mulai harimu dg marah pada pagi hari, karena ia akan berkelanjutan hingga harimu berakhir”

    ternyata hal itu terbukti. seringkali kalau pada pagi hari emosiku amburadul, seharian aku akan uring2an…

    oleh karenanya, pengendalian emosi pada pagi hari menjadi niscaya.

  6. Posted May 2, 2009 at 6:54 am | Permalink

    mirip dengan pepatah gara2 nila setitik rusak air sebelanga

    • DV
      Posted May 2, 2009 at 6:54 am | Permalink

      Betul Mas Galih, makanya mesti hati-hati jangan sampai nila tertitik :)

  7. Posted May 2, 2009 at 8:12 pm | Permalink

    hahahah iya DON, bukan katamu tapi kata Yesus. Cuma kalimatnya agak lain;

    Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.”(Mat6:34)

    eniwei, have a good sunday.

  8. Chandra
    Posted May 2, 2009 at 9:11 pm | Permalink

    Gue ngerti dot com kok pak

    Selamat berhari minggu!
    Wiken yg cerah dan pas suhunya!!

    • DV
      Posted May 2, 2009 at 9:11 pm | Permalink

      Iya kemarin suhunya pas meski malamya ya dingin lagi. Minggu ini lumayan lebih “hangat” ketimbang kemarin katanya…

  9. Posted May 3, 2009 at 3:59 am | Permalink

    konon kitalah yang memegang domino itu, mas dony. domino yang kita lempat pasti akan berdampak pada permainan hidup selanjutnya. prediksi demi prediksi pun perlu terus dilakukan agar domino berikutnya memberikan efek yang menguntungkan. tetep semangat, mas dony!

    • DV
      Posted May 3, 2009 at 3:59 am | Permalink

      Pak Sawali, saya ndak tau Anda salah ketik soal “lempat” atau nggak.. tapi kalau yang anda maksud “lempat” itu adalah “lempar” maka itu bukan domino tapi dadu, Pak.

      Haks dot com deh :)

  10. Posted May 3, 2009 at 9:37 am | Permalink

    Kalimat sangat cerdas … Tak perlu menyalahkan orang lain terlebih hingga mengambinghitamkan Tuhan ketika kita menghadapi hari seperti itu. Sumber kesalahannya adalah kita maka kita pulalah yang harus membereskannya.

    • DV
      Posted May 3, 2009 at 9:37 am | Permalink

      Thanks Pak Ersis.
      Hidup Gondrong! :)

  11. Posted May 3, 2009 at 11:26 am | Permalink

    tempat saya bukan domino namanya GAPLE

    • DV
      Posted May 3, 2009 at 11:26 am | Permalink

      Hehehe.. ya diubah aja jadi Gaple dot Com :)

  12. Posted May 3, 2009 at 9:47 pm | Permalink

    Yup..daku setuju Don.
    Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.
    Besok sudah lain cerita karena kita sudah membereskannya hari ini.

    Always have your nice day.. :)

    • DV
      Posted May 3, 2009 at 9:47 pm | Permalink

      Thanks, Puak :) You too!

  13. Posted May 3, 2009 at 11:00 pm | Permalink

    kuwi jenenge latihan kesabaran yo, don? hehehe.

    • DV
      Posted May 3, 2009 at 11:00 pm | Permalink

      Hahahahaha, latihan kesabaran kuwi neng omah, nek neng njobo jenenge praktek kesabaran :)

  14. Posted May 3, 2009 at 11:23 pm | Permalink

    Iya…bad mood dipagi hari adalah awal hari yang buruk. Sialnya, kita baru sadar bahwa pagi ini kita ngga memulai hari dengan baik waktu kesialan demi kesialan udah menghampiri kita di suatu hari itu.. Nice post Bro…

  15. Posted May 4, 2009 at 4:51 am | Permalink

    lha kowe ki yo dagelan, mancal bus ngostrali kok padakne sumber kencono, nek sk ngono kate mbadog disambi ngentut sopire yo mongso borong ora urus.

    domino effect? sing abot abot wae wis klewat kok, nek mung recehan masalah pikir wae solusine sambi ngising, kelar wis

    • DV
      Posted May 4, 2009 at 4:51 am | Permalink

      HUahuahuahuauha aku lagi menghindari ngising terlalu banyak.. Ambeien mendera nih!

  16. Mal
    Posted May 4, 2009 at 5:56 am | Permalink

    Menurut Erbe Sentanu, satu kesalahan akan mengakibatkan kesalahan lain adalah produk dari mainset kita. kita sudah lama terpola seperti itu jadi itu benar2 terjadi.
    So kita rubah pola mindset kita

    • DV
      Posted May 4, 2009 at 5:56 am | Permalink

      Dan itu yang susah soalnya gimanapun juga pola itu terbentuk karena antar kesalahan itu berjarak dekat dan saling mempengaruhi :)

  17. Posted May 4, 2009 at 7:17 am | Permalink

    kesusahan sehari cukup untuk sehari ya… :)

    • DV
      Posted May 4, 2009 at 7:17 am | Permalink

      Yoi, kalau susah terus lama-lama mati *amit-amit* :)

  18. Posted May 4, 2009 at 8:05 am | Permalink

    Katanya memang, bila pagi hari sudah sial, bakal seharian jadi gak enak .. ada-ada aja masalah lain menyusul …

    Tapi menurutku, bisa juga karna ritual kopi pagi agak terganggu …
    Kopi adalah ritual wajib di pagi hari, yang akan menjaga moodku seharian,, oh,, itu sih lebay ..
    Maksudku, menjaga kepalaku supaya gak pusing seharian ..
    Sugesti, yaa … addict, yaa ..
    Ah, tapi itu kan aku, sementara DV kan bijaksana .. hehee …

    • DV
      Posted May 4, 2009 at 8:05 am | Permalink

      Halah bijaksana dari Pyongyang! :)

  19. Posted May 4, 2009 at 10:32 am | Permalink

    Kesusahan hari ini ya untuk hari ini, jadikan pelajaran berharga untuk menghadapi hari esok ^_^

    sing sabar ya mas…orang sabar disayang tuhan :P

    ohya…aku IT…knp emangnya? hehehe

    • DV
      Posted May 4, 2009 at 10:32 am | Permalink

      Oh orang IT… manggut-manggut :)

  20. Posted May 4, 2009 at 3:22 pm | Permalink

    yup. emang susah kalo sejak awal mood kita udah gak bagus. bisa ngepek ke mana-mana. mencegah domino berikutnya jatuh tentu akan berefek ke domino yang lainnya: ndak jadi jatuh! hehehe

    • DV
      Posted May 4, 2009 at 3:22 pm | Permalink

      Betul Mas Zam, tapi sebenarnya nafas tulisan saya berujung pada kepasrahan. Nek ora iso yo wes ra popo… namanya juga manusia :)

  21. donny juga
    Posted May 4, 2009 at 8:56 pm | Permalink

    Katakan dalam diri sendiri

    “Separuh hariku boleh hancur,

    tapi kali ini kehancuran tak

    kan merembet hingga lebih ke

    tiga perempatnya!”

    Sungguh Dalam dan Mengena: Hebat Kata-katanya :D

  22. Posted May 5, 2009 at 1:46 am | Permalink

    Ya, Don!
    Selesaikan. Day by day.
    Ugh!
    Thanks Don!

  23. Posted May 5, 2009 at 5:04 am | Permalink

    Lhoh.. Hongkong udah ganti Pyongyang ya Mas ??
    Kan jauh tu ..
    :)

    • DV
      Posted May 5, 2009 at 5:04 am | Permalink

      ngakak dot com.. Pindah ke Seoul aja yuk apa Busan :)

  24. Posted May 5, 2009 at 9:03 am | Permalink

    setuju mas don,
    tidak jarang saya kena efek domino begitu. meski kadang awalnya bukan dari saya sendiri, tapi tetap sumber jatuhnya domino itu yaa dari saya juga. SIKAP itu maksudnya.
    jadi tempo hari saya berusaha menarik nafas saja dan tak mau memperpanjang bicara ketika tiba-tiba emaknya zia berkeinginan untuk kembali pulang minggu depan … pikir saya, kan baru saja kemarin pulang. tapi huph .. tarik nafas dulu, ndak pakai emosi, ini kan wajar .. anak kangen sama emaknya (gue kok malah curhat!)

    • DV
      Posted May 5, 2009 at 9:03 am | Permalink

      Hahahaha, ya disuruh pulang aja tho Mas :)

  25. Posted May 5, 2009 at 9:28 am | Permalink

    aku nemu kutipan apik soko James Hudson Taylor sing mungkin pas ngge tulisanmu iki don. “Do not have your concert first and tune your instruments afterward. Begin each day with God.” mungkin dg begitu, ati dadi luwih ayem lan tentrem, jd gak terjadi domino effect. hehehe. iki mung komentar sok tau, don

    • DV
      Posted May 5, 2009 at 9:28 am | Permalink

      Hahaha, quote pilihanmu semakin menguatkan posisimu sebagai eks editor percetakan rohani Kristen :)

      Hauahuhaua!

  26. Posted May 5, 2009 at 1:49 pm | Permalink

    Kadang-kadang juga, kita suka menyimpulkan dulu sesuatu sebelum melihat sesuatu secara “lengkap”.

    Hari ini berasa itu jadi masalah, tapi besok-besok bisa jadi hikmah. Tapi aku tetep setuju kalo masalah itu gak boleh bikin down, dan harus terus maju.

    “Toh yang ini juga bakal lewat, dan nanti jadi bahan tertawaan”, aku sih mikirnya gitu mas don..
    Sama seperti insiden bunker itu :) )

    • DV
      Posted May 5, 2009 at 1:49 pm | Permalink

      Hehehe, Bunker? Kalau itu sejak kejadian aku sudah menertawakanmu kecuali saat sampai pada bagian dimana kita harus jalan dari Bunker ke Jl Solo cuma untuk ngedapetin taksi dengan kondisi kita yang setengah mabuks :)

      It was ngebetein, you know :)

  27. Posted May 7, 2009 at 12:55 am | Permalink

    Jika kita memulai suatu hari dengan baik, maka baiklah seluruh hari itu.

    Don, untung segera sadar, dan tak menyalahkan yang lain. Karena terkadang kita melakukan kesalahan, agar lebih memahami letak persoalannya

  28. Posted May 9, 2009 at 12:50 pm | Permalink

    Ada semacam sugesti bahwa pagi hari adalah waktu yang tepat untuk melakukan afirmasi terhadap Kiri dan yakin: hari ini akan dimulai dengan cerah dan baik.

    Namun demikian kita tetap tak bisa menduga apa yang bakal terjadi di antaranya. Lalu solusinya?

    Ya seperti yang kamu tulis di atas. ;)

  29. Posted May 10, 2009 at 6:22 am | Permalink

    Ouch, what a day Don!

  30. vansibarani
    Posted May 26, 2009 at 11:03 pm | Permalink

    Saya menemukan satu jawaban hari ini
    lewat tulisan ini.
    Terimakasih sudah berbagi Mas.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

  • Versi Beta

    Situs web ini akan selalu dalam tahap pengembangan sejak dipublikasikan pertama kali pada 20 Desember 2007.

    Ikon manusia "Donny Verdian" hasil kreasi Donny Verdian (Terima kasih untuk para pendahulu pencipta ikon, Ardian Sukmaji (2007 - 2008), dan Anjung Sakti (2005)).

    Seluruh tulisan dan isi konten lainnya kecuali "tanggapan" adalah hasil pemikiran Donny Verdian.

    Untuk konten khusus yang saya sadur maupun tayangkan dari tautan luar situs web ini, akan saya cantumkan sumber/pengkreasinya. Ingatkan saya apabila saya lalai akan hal ini. Pemberlakuan copyrights di situs web ini adalah sesuai dengan salinan di sini.