Gereja St Brigid Marrickville

Yang membuatku suka pada gereja tidak semata-mata karena ia adalah rumah Tuhan.
Tapi lebih karena dalam pencitraan bangunan serta isinya tersimbolkan adanya kebebasan mengapresiasi seni dan adaptasi budaya yang disatukan dengan tata ritual dan aturan yang ketat.

Beberapa waktu yang lalu, bersama istri, aku merayakan perayaan ekaristi mingguan di Gereja St. Brigid Marrickville.
Sebuah gereja yang dalam bahasaku bernuansa “eropa tropis” karena menghadirkan tone hangat dengan nuansa kuning dan merah terakota namun tetap menghadirkan daya magis lewat patung-patung santa serta santo berwajah eropa yang dijajarkan di kanan serta kirinya.

Jadi seperti apa dalamnya, aku mencoba menterjemahkannya ke dalam bentuk visual yang semoga bisa bercerita.

Gereja St. Brigid Marrickville

Gereja St. Brigid Marrickville

Gereja St. Brigid Marrickville

Gereja St. Brigid Marrickville

Gereja St. Brigid Marrickville

Gereja St. Brigid Marrickville

Gereja St. Brigid Marrickville

Gereja St. Brigid Marrickville

Post to Twitter Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook

This entry was posted in Tustel. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

30 Comments

  1. Posted May 30, 2009 at 2:23 am | Permalink

    keagungan itu sepertinya sangat terasa di setiap sudutnya

  2. Posted May 30, 2009 at 12:50 pm | Permalink

    Hyahh,, emang bagus Mas, hening dan magis…

    Satu pertanyaanku, Mas …
    kenapa bangku gereja selalu dibuat keras?

  3. Posted May 30, 2009 at 1:20 pm | Permalink

    Saya hanya bisa berkomentar : “Arsitekturnya luar biasa mas donny”

  4. Posted May 31, 2009 at 3:39 am | Permalink

    aku juga suka melihat bangunan arsitektur gereja.

    entah kenapa, kalo saya perhatikan, gereja-gereja Katolik lebih indah, lebih banyak ornamen dan hiasannya. sedangkan gereja-gereja kristen protestan cenderung polos dan ndak banyak hiasannya.

    bisa bantu menjawab, mas? :)

    • DV
      Posted May 31, 2009 at 3:39 am | Permalink

      Wah, ini agak susah, tepatnya untuk mencari angle tengahnya karena aku kan Katolik takutnya ndak berimbang pendapatku nanti…

      Tapi baiklah, akan kucoba ;)
      Menurut pendapatku, kenapa Kristen Protestan kebanyakan memiliki bangunan yang cenderung polos barangkali karena semangat “pembaharuan” mereka itu sendiri.

      Gereja Katolik memiliki arsitektur yang kebanyakan adalah peninggalan abad-abad pertengahan, abad yang termasuk dalam “masa kegelapan” gereja Katolik. Dan kalau saya tidak salah menghitung, saat itu pula Marthin Luther mbrengkal dari Gereja Katolik dan mendirikan Kristen Protestan.

      Jadi, bisa dibayangkan… setidaknya mereka ingin berubah dan berbeda dari pendahulunya..:)

      Mungkin demikian, CMIIW :)

  5. Posted May 31, 2009 at 8:45 pm | Permalink

    indah sekali ya…
    jujur, salah satu obsesiku adalah ingin mengunjungi seluruh pusat2 agama dunia..
    meski hanya mimpi, tapi gak salah kan Don…?
    great Don, gambarmu memang benar2 “berbicara”

  6. Posted May 31, 2009 at 9:35 pm | Permalink

    Entah kenapa, tempat beribadah selalu membawa kesan tenang dan magis…membuat hati tenang dan damai.

    Saya pernah memfoto sebuah gereja di Brisbane (dari luarnya), warnyanya merah muda, indah sekali….

  7. Posted June 1, 2009 at 5:13 am | Permalink

    To Muzda :
    itu bangku dibuat keras.. biar pada gak ngantuk pas denger khotbah.
    Biar gak ketiduran tauuuu :)

    Btw emang dalam gereja boleh dipoto2 ya?
    i mean kalo bukan jemaat situ kan biasanya gak boleh…

    Thank u for sharing the beautiful pics :)

    • DV
      Posted June 1, 2009 at 5:13 am | Permalink

      Gereja di sini ada yang boleh difoto ada yang nggak boleh difoto. Terutama saat upacara berlangsung, ya ndak boleh difoto.

      Soal jemaat atau bukan jemaat.. entahlah tapi kalau memang demikian sepertinya mereka harus bikin SIM Jemaat dan bukan Jemaat untuk membedakan which is itu ndak mudah dan ndak perlu hehehe :)

  8. Posted June 1, 2009 at 11:52 am | Permalink

    duuuuh, kapan aku iso misa neng grejo sing kaya ngono kuwi yo??

    • DV
      Posted June 1, 2009 at 11:52 am | Permalink

      Halah, podo wae…. dimanapun, dan sampai kapanpun selama Katholik yo tetep Katholik :)

  9. Chandra
    Posted June 1, 2009 at 6:31 pm | Permalink

    Lho, gue kayanya dah pernah masuk gereja ini don..itu tempat koornya di belakang atas bukan? cuma waktu itu ada bagian-bagian yg masih direnov jadi dalemnya ga sebagus yg di foto-foto dikau…

    • DV
      Posted June 1, 2009 at 6:31 pm | Permalink

      Yang bagus emang fotonya kali, Chan hahaha :) Lebih bagus lagi yang motret :D

  10. Momons
    Posted June 1, 2009 at 10:23 pm | Permalink

    btw tone foto lu kok vintage/lomo banget tho Don? huehehehe.. moto pake kamera baru nihhh? :D

  11. Posted June 2, 2009 at 12:28 am | Permalink

    wowowow asyik banget arsitekturnya
    thanks ya mas, aku bisa liat keindahan dibelahan dunia yg lain

  12. Posted June 2, 2009 at 12:45 am | Permalink

    wah, tampilan fotonya kerena, mas don. memang benar, hampir semua rumah ibadah tak hanya mengandung sentuhan nilai religi, tapi juga ada sentuhan artistik yang indah dan eksotis.

  13. Posted June 2, 2009 at 4:49 am | Permalink

    Don,

    Komen OOT nih..
    Melihat foto2 ini, aku jadi teringat sama film Da Vinci Code.. Arsitekturnya emang keren banget!
    Your photos do talk! Bravo, Don…

  14. Posted June 2, 2009 at 7:51 am | Permalink

    Indah dan agung, seperti kesanku pada bangunan gereja Katholik pada umumnya.
    Tempat musiknya gimana Don? ada fotonya gak? pengin tahu tempat paduan suara, alat musiknya, piano? organ? orgel?

    *membayangkan syahdunya musik pujian disana*

  15. Posted June 2, 2009 at 10:20 am | Permalink

    Ini pake lensa apa ya ? kok pinggir2 nya gelap ya

  16. Chandra
    Posted June 2, 2009 at 4:33 pm | Permalink

    Gue setuju!
    Yang bagus emang fotonya!
    Haha!

  17. Posted June 2, 2009 at 11:01 pm | Permalink

    great pictures, boss! ..

  18. Posted June 3, 2009 at 12:52 am | Permalink

    Luar biasa fotonya. EOS 50D memang mantaps. semoga resolusi sebenarnya bisa diupload agar bisa didonlod dan dijadikan wallpaper di komputer saya.

    Salam kenal dari pembaca setia blog anda (yang ndak pernah komentar).

    • DV
      Posted June 3, 2009 at 12:52 am | Permalink

      Wah kok Anda tau kamera saya EOS 50D? meta data yaks atau aku yang kebanyakan woro-woro di facebook kalo kameraku baru?

      Hahahah :) Makasyiiiii *ABG mode is On*

  19. Posted June 3, 2009 at 1:04 am | Permalink

    keren2 ya mas…pernah aku mengunjungi salah satu situs yang memuat tempat2 ibadah yang bagus2 dari seluruh dunia *aku lupa urlnya apa* dan memang bagus2 banget, terkesan tenang dan misterius.

    Foto2mu bagus bgt mas!

    • DV
      Posted June 3, 2009 at 1:04 am | Permalink

      Makasyiiii :) *ABG mode is ON*

  20. Posted June 3, 2009 at 8:26 pm | Permalink

    Hmmm seperti gereja di mana ya? Bogor? Ohhh mungkin di Makassar.
    Don, kalo bisa nabung ke Roma deh…. Liat St Petrus, dan kamu akan merinding lihat kaki patung St Petrus yang bengkok karena diusap umat.
    Beruntunglah umat Katolik, karena gereja kita umum dan universal… dimanapun bisa masuk.

    (Aku tidak pernah menemukan larangan memotret gereja selain waktu misa tentunya)

    Obsesi aku sekarang ingin ke Nagasaki. Ada gereja katolik yang tidak hancur oleh bom atom….

    • DV
      Posted June 3, 2009 at 8:26 pm | Permalink

      Mel, aku dan istri memang pengen banget ziarah ke Israel lalu ke Vatikan.
      Wah kalu ke Nagasaki difoto-foto ya.. lalu di blog kan :)

  21. Posted June 4, 2009 at 6:13 pm | Permalink

    Kuwi sing moto kowe tah, Dab?
    Ha? Serius?
    Tapi kok apik?

    • DV
      Posted June 4, 2009 at 6:13 pm | Permalink

      Asu dot com :) Hahaha..:)

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.