Melbourne, Tautan Dua Masa

Melbourne adalah perpaduan keangkuhan berbeda zaman yang tak terpisahkan.
Adalah gedung-gedung tua, Flinders Station, Melbourne Gaol, Parliementary House hingga St Patrick Cathedral yang bertaut dengan Etihad Stadium, Stockland, Crown, Eureka Building dan masih banyak lagi gedung dan landmark kreasi masa kini.

Ada kontras, ada perbedaan dan seperti ada sebuah pertarungan sengit di antara dua ego dulu dan kini, lama dan modern tapi di Melbourne, keduanya berjalan sepadan.

Manusia, flora dan fauna adalah peredamnya. Mereka membekap egoisme dan membungkus rapat; menjadikannya sebagai ruang hidup, tempat untuk bersosialisasi dan berkehidupan yang kaya warna, ekspresi dan emosi di sisi tenggara benua selatan dunia, Australia.

Melbourne

Melbourne

Melbourne

Melbourne

Melbourne

Melbourne

Melbourne

Melbourne

Melbourne

Melbourne

Post to Twitter Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook

This entry was posted in Tustel. Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

19 Comments

  1. Posted June 13, 2009 at 12:34 am | Permalink

    tapi gedung tua di sana dirawat dng baik? maksud saya dibanding dengan nasib gedung-gedung tua di indonesia…

    • DV
      Posted June 13, 2009 at 12:34 am | Permalink

      Dirawat baik, Mas.. wah kedatangan advokat keren nih hehehe :)

  2. Posted June 13, 2009 at 7:05 am | Permalink

    saya barun bisa memahami australia sebatas lewat bacaan, baik dari sumber ol maupun offline, mas don. meski demikian, saya tetep bermimpi, suatu ketika “diizinkan” juga utk berkunjung ke negeri kangguru itu.

    • DV
      Posted June 13, 2009 at 7:05 am | Permalink

      Sip Pak Sawali. Law attraction, dan semesta mendengar doamu!

  3. Posted June 13, 2009 at 7:07 am | Permalink

    law attraction!
    saya mau ke Melbourne!
    *ditunggu lagi keker-an nya yang lain
    photo no.2 itu pasti di suatu taman yaa?

    • DV
      Posted June 13, 2009 at 7:07 am | Permalink

      Siap! Saya tunggu di pengkolan depan :) Foto nomer 2 itu di jalan, Mas

  4. Posted June 13, 2009 at 8:51 am | Permalink

    wah, fotonya bagus2 banget.
    gambar2 tersebut kalau dijadikan untaian kalimat demi kalimat bisa menjadi tiga halaman A4 sepertinya.
    kapan aku bisa ke sana yah?

  5. Chandra
    Posted June 13, 2009 at 10:17 am | Permalink

    Haduh!
    Mt. Wilson belom saatnya premiere ya?
    ^_____^

    • DV
      Posted June 13, 2009 at 10:17 am | Permalink

      Belum.. minggu depan :) Barengan transformer hehehe :)

  6. Posted June 13, 2009 at 10:28 am | Permalink

    Sama kayak Jogja gak, Mas ?
    Modernisme dan klasik berpadu ?
    Ke arah utara dan timur, banyak bangunan baru menyerupai kota besar. Tapi semakin ke daerah selatan dan barat, ada kekayaan masa lalu yang sayangnya, hampir tergusur, atau terjual.

    • DV
      Posted June 13, 2009 at 10:28 am | Permalink

      Ya, kurang lebih sama.. tapi aku lebih senang membandingkan Melbourne itu mirip Bandung, Jogja itu mirip Adelaide dan Jakarta sayangnya mirip Sydney :(

  7. Posted June 13, 2009 at 11:37 am | Permalink

    Gambarnya kinclong2 semua euy.. keren.
    Jadi pengen kesana … tapi kapan ya..
    (tak tidur dulu ah.., mau mimpi sik..) :D

    • DV
      Posted June 13, 2009 at 11:37 am | Permalink

      Halah halah….

  8. Posted June 14, 2009 at 8:29 pm | Permalink

    Nice Pictures..Oh my dream, when will you come true?

    • DV
      Posted June 14, 2009 at 8:29 pm | Permalink

      Wet dream? Astaga, udah merit dan beranak kok masi wet dream (ngeces maksudnya) hehehe :)

  9. Posted June 15, 2009 at 12:30 am | Permalink

    Kamera baru, foto-foto teruuusss… :D

  10. Posted June 15, 2009 at 7:30 am | Permalink

    Keren Bro, foto2nya. Ah, andai saja di jakarta ada trem dan jalanannya lebih tertib…pasti betah :-)

    • DV
      Posted June 15, 2009 at 7:30 am | Permalink

      Hehehehe… makasih kunjungannya Bro

  11. Posted June 15, 2009 at 7:53 pm | Permalink

    Gambar-gambar itu berbicara, sangat bagus.
    Berbagai interpretasi dapat dilekatkan kepadanya, inspiratif.

    Salam kenal Mas Donny, terima kasih telah berkunjung

    • DV
      Posted June 15, 2009 at 7:53 pm | Permalink

      Sama-sama Mas Fauza… eh gitu ya manggilnya? Hehehehe .:)

  12. Posted June 16, 2009 at 1:54 am | Permalink

    Don,
    aku udah dua kali ke Melbourne
    And I love that city. Terutama Vic Market hehehe. Seandainya aku bermigrasi, then aku pilih Melbourne.
    Sayang banget waktu itu aku belum punya digicam, jadi fotonya semua hardcopy.
    Foto kamu keren!!!

    • DV
      Posted June 16, 2009 at 1:54 am | Permalink

      Iya, Melbourne emang yahud ya Mel :) Ayo pindah kemari :)

  13. Posted June 16, 2009 at 3:52 am | Permalink

    mantap kali fotomu don…
    kok sumpahnya gak ada lagi..? hehehe…
    kapan ya aku bisa ke situ?
    *menghayal dulu, biar dapat efek LOA*

    • DV
      Posted June 16, 2009 at 3:52 am | Permalink

      Nggak ada, Uda..;) mbikin kontraproduktif jhe :)

  14. Posted June 16, 2009 at 6:15 am | Permalink

    Suatu hari nanti, kalau aku menginjakkan kaki di Ostrali lagi, aku ingin ketempat dimana foto-foto itu diambil… ;)
    *LoA*

    • DV
      Posted June 16, 2009 at 6:15 am | Permalink

      Walah, kok pake LoA :)
      Mintalah pada Tuhan, ia lebih tinggi dari semesta :)

  15. Posted June 17, 2009 at 1:01 am | Permalink

    indah !

    • DV
      Posted June 17, 2009 at 1:01 am | Permalink

      Namaku Donny, bukan Indah :)

  16. Posted June 17, 2009 at 7:36 am | Permalink

    Itu tas merah (foto pertama) dan jaket merah (foto kedua) boleh nggak buat saya? Cantik sekalee ….

    Foto lelaki dengan background dinding bata merah bagus bangeet! Komposisinya perfect. Lha yang bunder-bunder (oh, itu tempat parkir sepeda ya?) itu juga ekspresif. Siip, siip!

    • DV
      Posted June 17, 2009 at 7:36 am | Permalink

      Tas merah (pink) itu punya istri saya Bu :) Jaket merah itu punya orang lewat :)
      Matur nuwun pujiannya :)

  17. Posted June 19, 2009 at 9:42 am | Permalink

    Siip, keren-keren fotone Don. Jadi bikin page khusus buat show case mu?

    • DV
      Posted June 19, 2009 at 9:42 am | Permalink

      Ngggg…. anu, Yog… foto-fotoku nggak kubuatkan page khusus tapi kubuatkan topik khusus bernama “Keker” :)

  18. Posted June 20, 2009 at 2:02 am | Permalink

    +1 Keren

  19. Posted June 22, 2009 at 2:27 am | Permalink

    Menyenangkan memang, melihat perpaduan antara bangunan kuno dan modern yang bisa menyatu.
    Saya pernah melihatnya di Brisbane, juga di beberapa kota di Eropa, saat ada tugas kesana.

    • DV
      Posted June 22, 2009 at 2:27 am | Permalink

      Betul, Bu. Yang penting ada semangat untuk tetap memelihara ya..:)

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Versi Beta

    Situs web ini akan selalu dalam tahap pengembangan sejak dipublikasikan pertama kali pada 20 Desember 2007.

    Ikon manusia "Donny Verdian" hasil kreasi Donny Verdian (Terima kasih untuk para pendahulu pencipta ikon, Ardian Sukmaji (2007 - 2008), dan Anjung Sakti (2005)).

    Seluruh tulisan dan isi konten lainnya kecuali "tanggapan" adalah hasil pemikiran Donny Verdian.

    Untuk konten khusus yang saya sadur maupun tayangkan dari tautan luar situs web ini, akan saya cantumkan sumber/pengkreasinya. Ingatkan saya apabila saya lalai akan hal ini. Pemberlakuan copyrights di situs web ini adalah sesuai dengan salinan di sini.