Luna Park

Tulisan ini memuat beberapa foto berukuran besar. Perhatikanlah kapasitas koneksi internet Anda sebelum memutuskan untuk melanjutkan membuka halaman ini hingga tuntas.

Luna Park: Warna-warni dan... berputar!

Beberapa waktu yang lalu aku berkesempatan mengunjungi salah satu taman ria ternama di Sydney, Luna Park.
Letaknya berada di sisi barat sebelah bawah Harbour Bridge; sudut-menyudut dengan Sydney Opera House, bangunan yang menjadi landmark kota Sydney itu.
Satu ciri khas yang menjadi keunikan Luna Park adalah meskipun namanya taman ria, tapi ia berada di tengah kungkungan gedung-gedung lantai tinggi perkantoran yang angkuh dan menawarkan keganasan dan kerasnya persaingan hidup; sebuah keterbalikan yang berhimpitan.

Luna Park: Terhampar di langit nan biru!

Luna Park menempati areal yang tak begitu luas dengan anjungan permainan yang jumlahnya tak terlampau banyak.
Kalau kalian terbiasa dengan luas dan komplitnya Dunia Fantasi di Ancol, kujamin akan sedikit kecewa melihat ’sempitnya’ Luna Park. Aku tak berlebihan kalau berani bilang bahwa Luna Park ini dari sisi luas areal tak ubahnya seperti sebuah arena pasar malam tahunan yang digelar di alun-alun, namun bedanya ia permanen sejak dibuka pada 4 Oktober 1935.

Luna Park: Mlongo...

Meski lebih kecil dan sederhana, satu hal yang stereotipikal bahwa dimanapun dan seperti apapun adanya taman ria, mereka mewarisi dan menawarkan satu hal yang sama, yaitu keriaan. Taman ria tak ubahnya seperti sebuah stasiun yang menyiarkan aura keriaan; memaksa orang untuk berada pada frekuensi perasaan yang sama, meninggalkan duka, sedih, dendam serta hal-hal negatif lainnya lewat warna-warni, gelak tawa, tantangan permainan hingga makanan dan minuman ringan yang dijual di sekitarnya.

Luna Park: Paras-paras yang tak ceria di taman ria

Namun sekali-kalinya, ia kerap gagal pula karena keriaan bukanlah harga mati yang hadir tanpa resiko.
Kecelakaan pada sisi operasional anjungan permainan hingga tingkat kerawanan aksi para pencopet serta-merta akan menyulap suasana, menguapkan keriaan dan menghadirkan duka yang pekat dalam sekejap.

Luna Park: Padat, menyiarkan keceriaan

Hidup memang selalu begitu polanya, ada yang tiba-tiba muncul sebagai efek dari yang mendadak tergantikan…
Selamat berakhir pekan!

Post to Twitter Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook

This entry was posted in Tustel and tagged , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

28 Comments

  1. Posted November 14, 2009 at 5:40 am | Permalink

    tapi kalau dekat sini alun-alunnya seperti Luna Park di Sydney, bisa jadi saban minggu Zia minta diajak main-main kesitu.
    Om Donny .. kapan-kapan ajak Zia main ke Luna Park dung :)

    • Posted November 14, 2009 at 2:13 pm | Permalink

      Hheheheheh nggak papa, Dik Zia kuajak ke Luna Park tapi syaratnya satu… Om Donny dikasi Luna Maya dong hahaha :)

  2. Posted November 14, 2009 at 1:18 pm | Permalink

    Don, aku penasaran sama boneka-boneka yang melongo itu lho.. itu buat main apa ya?

    Photonya bagus-bagus..kalau pesen photo sama kamu mahal tidak ya?

    • Posted November 14, 2009 at 2:14 pm | Permalink

      Kayaknya buat dilemparin bola gitu deh, Ris….Aku nggak terlalu memperhatikan soalnya…

      Soal photo? Halah aku masi belajar.. manasuka silakan ambil :)

  3. Posted November 14, 2009 at 1:43 pm | Permalink

    luna park ini mirip yang di film2 hollywood itu ya, mas? :mrgreen:

    keren.

  4. Posted November 14, 2009 at 1:53 pm | Permalink

    wah ini membangkitkan imaginasi pembaca dan penikmat foto mas weeeeh keren abis mas kui sing mlongo kui do nopo mas wakakakakaka

    • Posted November 16, 2009 at 9:49 am | Permalink

      Halah, Mas Totok berlebihan… saya baru belajar memotret kok Mas.
      Yang mlongo itu patung yang muter ke kanan dan ke kiri perlahan lalu anak2 yang nonton (dan membayar) bisa melemparkan bola untuk dimasukkan tepat di mulutnya. Kalau masuk dapet hadiah :) )

  5. Posted November 14, 2009 at 3:18 pm | Permalink

    Wah mas liat poto-potonya jadi pengen naik dremolem di sekaten hehe,, sebenarnya nama ‘resmi’ permainan itu apa sih? kincir, bianglala, dremolem?

    • Posted November 16, 2009 at 9:48 am | Permalink

      Wah mbuh, saya juga kebingungan makanya saya ndak berani kasi caption dengan nama permainan :)
      Tapi yang lucu adalah, istilah “Tong Setan” itu sebenarnya plesetan yang dipaksakan dari nama aslinya “Tank Stand” :) )

  6. Posted November 15, 2009 at 11:28 am | Permalink

    aku suka banget foto pertama dan kedua :)
    cantikk…
    mainan ga seru? ah.. kayanya asik buat ngedate (teup yang dipikirin, ngedate :p)
    kebetulan adrenalinku emang ga minta dipompa, ehehe.

    wah disana ada copet jg tho mas?
    main silet2an ga? :D
    *jadi keinget nasib sepupuku*

    • Posted November 16, 2009 at 9:25 am | Permalink

      Halah.. bukannya ngedate itu memompa adrenalin juga?
      Karena di satu sisi kita pengen ‘berbuat’ tapi di sisi lain kita harus ‘menjaga’..
      Hakakakakakka….

      Di sini copet jarang tapi rampok ada..:)

  7. Posted November 15, 2009 at 11:45 am | Permalink

    fotonya keren :)
    keriaan yang akhirnya jadi tidak ria karena kecopetan atau bencana… ya itu sih nasib deh hihihi…

    resiko emang harus selalu dihadapi demi kebahagiaan wkwkwkwk

  8. Posted November 15, 2009 at 2:03 pm | Permalink

    menarik, mas, tempatnya. taman ria seperti itu memang menyembunyikan ancaman, selain juga memancarkan kebahagiaan. kita harus ati2.

  9. Posted November 15, 2009 at 6:26 pm | Permalink

    Lho Don kamu digaji berapa untuk pasang muka melongo begitu? :P
    ah mentang2 tamannya namanya Luna Maya, jadi mau maen situ terus ya… :P

  10. Posted November 16, 2009 at 5:21 am | Permalink

    waaaa….. pengen maen kesana. BTW disana ada patungnya Luna Maya gak mas :D

    • Posted November 16, 2009 at 9:04 am | Permalink

      Hehehehehe nanti saya coba usul ke pemerintah untuk membangun tugu Luna Maya tapi syaratnya si LunMay harus dikirim kemari dulu :) )

  11. Posted November 16, 2009 at 10:17 am | Permalink

    penasaran, kalau naik kereta yang muter2 (halah, opo to kuwi jenenge…), saat berada di puncak, yg kelihatan apa saja sih don? nggak naik kereta itu trus motret dari atas don? atau mencari tempat yg tinggi untuk memotret si Luna Park itu dari atas? mungkin–mungkin lo iki–kalau dicari angle yg pas dari atas, ketoke apik yo? tapi foto2 hasil jepretanmu tetep apik kok don… :)

    • Posted November 16, 2009 at 1:52 pm | Permalink

      Hehehehe masalahe aku ra wani munggah.. singunen..
      Tur sakjane ono spot sing apik tenan dinggo moto LUna Park soko nduwur.
      Carane munggah Harbour Bridge sing ono neng cedhake Luna Park.
      Tur yo kuwi mau, dinggo munggah jembatan sing pembangune salah sijine adalah simbahe Nicole Kidman kuwi aku kudu mbayar sekitar 200 AUD jhe.. Larang :) )

  12. Momon
    Posted November 16, 2009 at 2:46 pm | Permalink

    Ferris wheel doooonnn namanya byeyehehehe. Luna Park tu agak2 nakutin kalo buat gue hehehe, abis muka2 karakternya banyak yang spuki. Lu moto pintu utamanya dia nggak tuh yang muka dengan cengiran sangat2 jahat itu :P

    • Posted November 16, 2009 at 4:39 pm | Permalink

      Hehehe kebanyakan nonton IT, loe :)
      Gw nggak motret karena takut *ngeles padahal lupa gw hahaha*

  13. Posted November 16, 2009 at 3:29 pm | Permalink

    hihihihi lucu ya…mas Donny ke pasar malam :D bedanya cuman pasar malem ini buka di siang hari :D *halah aku nih hihihihi*

    dan foto2mu as always keren mas!!

  14. Posted November 16, 2009 at 4:45 pm | Permalink

    walah gengsinya beda mas ancol sama luna park :-)

  15. Posted November 16, 2009 at 7:15 pm | Permalink

    Hebat yah, pengaruh Luna Maya sampe ke Aussie :-D *ngga nyambung*

    Foto-fotonya keren Don.. Sama kayak usulnya krismariana, kok ngga ambil fotonya dari atas komedi putar itu, Bro? Takut ketinggian ya? ;-P

    • Posted November 16, 2009 at 8:12 pm | Permalink

      Iya, gw emang takut banget ama yang namanya ketinggian meski gw tinggi *loh ngga nyambung*

  16. Posted November 16, 2009 at 7:38 pm | Permalink

    wowww… foto2nya indah sekali.. so colorfull

    keren bro.. :-)

    kapan yach bisa belajar foto ama DV ??

  17. Posted November 16, 2009 at 8:02 pm | Permalink

    kayak alun2nya wong PONOROGO tuh !

    • Posted November 16, 2009 at 8:13 pm | Permalink

      Hehehehe oh ya? Besok kalau pulang Indonesia mau maen ke Ponorogo ah :)

  18. Chandra
    Posted November 16, 2009 at 8:59 pm | Permalink

    Liat foto-foto itu membuat gue teringat pada film-film horor… :p

  19. Posted November 16, 2009 at 9:02 pm | Permalink

    foto bianglalanya keren!!

  20. Posted November 17, 2009 at 1:55 am | Permalink

    ga di indo ga di aussie, copet tetep berkeliaran.. :mrgreen:

    • Posted November 17, 2009 at 8:57 am | Permalink

      Hehehehehe, tidak ada hal yang baru di bawah matahari yang sama… Begitu kata pepatah :)

  21. Posted November 17, 2009 at 5:36 am | Permalink

    gambar yang luar biasa, mas don. tingkat kekontrasan dan angle-nya benar2 bikin saya iri. kapan saya bisa motret setajam ini?

    • Posted November 17, 2009 at 8:55 am | Permalink

      Halah, saya juga sedang belajar, Pak Sawali… Makasih sanjungannnya

  22. Posted November 17, 2009 at 12:01 pm | Permalink

    itu taman hiburanya di daerah mana mas

    • Posted November 17, 2009 at 12:06 pm | Permalink

      Waduh.. iya ya.. di daerah mana ya..? Kayaknya Lor Kretek deh Mas…

  23. Posted November 17, 2009 at 1:39 pm | Permalink

    wah koneksi internetku berarti cepet nih..buktinya langsung kebuka..luna parknya keren yau…

    • Posted November 17, 2009 at 3:54 pm | Permalink

      Hehehehehe.. iya sob.. makasih kunjungannya dan … bandwidthnya heheheh :) )

  24. Posted November 17, 2009 at 2:47 pm | Permalink

    hmmm…kapan ya bisa maen kesana? ;)
    *sandar di pohon mangga sambil liat bintang di langit*

  25. Posted November 18, 2009 at 1:12 am | Permalink

    Fotomu apaik-apik Don….
    Namanya Luna Park?

  26. Posted November 19, 2009 at 12:24 pm | Permalink

    kenapa dinamakan Luna Park, Don? apa ada hubungannya dengan nama seseorang yang menjadi tokoh di Ausi?

    soal foto… dengan jepretan yang penuh jiwa, sesuatu yang biasa bisa menjadi luar biasa… tuh contohnya patung yang gak bisa mingkem itu, hehehe… :D

    • Posted November 19, 2009 at 2:56 pm | Permalink

      Konon Luna Park ini world wide brand sejak dulu kok, Uda. Ada banyak Luna Park di dunia… tapi Indonesia malah punya yang lebih besar yaitu Dufan dan “luna” yang kecil nan mungil lagi cantik.. ya Luna Maya :) )

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Versi Beta

    Situs web ini akan selalu dalam tahap pengembangan sejak dipublikasikan pertama kali pada 20 Desember 2007.

    Ikon manusia "Donny Verdian" hasil kreasi Donny Verdian (Terima kasih untuk para pendahulu pencipta ikon, Ardian Sukmaji (2007 - 2008), dan Anjung Sakti (2005)).

    Seluruh tulisan dan isi konten lainnya kecuali "tanggapan" adalah hasil pemikiran Donny Verdian.

    Untuk konten khusus yang saya sadur maupun tayangkan dari tautan luar situs web ini, akan saya cantumkan sumber/pengkreasinya. Ingatkan saya apabila saya lalai akan hal ini. Pemberlakuan copyrights di situs web ini adalah sesuai dengan salinan di sini.