Berhemat Air

Glass of Mineral Water

Air memang sumber daya alam yang bisa diperbaharui, tapi seiring berjalannya waktu dan semakin besarnya populasi manusia diperparah lagi dengan penyempitan lahan hijau yang berfungsi untuk menjaga air tanah, pembaharuan dari sembarang air menjadi air bersih menjadi perkara yang tidak terlalu mudah.

Menjelang musim panas yang akan dimulai tepat pada 1 Desember 2009 ini, hampir di setiap negara bagian di Australia diterapkan tata aturan water restriction, pengetatan aturan penggunaan air untuk keperluan umum. Seperti apakah penjabaran tata aturan tersebut, beberapa yang bisa kusebutkan diantaranya seperti pembatasan penggunaan air untuk pengisian kolam renang, aturan pelarangan menyirami tanaman dengan air hingga larangan untuk mencuci kendaraan pada jam-jam tertentu. Untuk mendapatkan informasi tentang water restriction khusus negara bagian New South Wales, silakan klik di sini.

Tapi terlepas dari ada tidaknya aturan tersebut dan tak pandang dimanapun kita berada, kupikir hal-hal di bawah ini bisa dipertimbangkan sebagai sesuatu yang bisa menahan pemborosan penggunaan air untuk konsumsi rumah tangga. Demi bumi yang lebih menawan, masa depan kita sendiri dan mungkin agak berlebihan, akan tetapi.. demi anak cucu kita pula!

Mandi empat menit!
Beberapa waktu yang lalu aku jalan-jalan bersama istri ke Taronga Zoo, di salah satu expo booth terpampang pengumuman dari Energy Australia yang mensosialisasikan gerakan “Mandi (shower) cukup 4 menit!”
Aku sempat terbelalak, “What!!! Empat menit?? Itu bahkan belum cukup untuk membersihkan kedua kakiku!”

Tapi setelah kuamat-amati dan sedikit bertanya pada penjaga stand kenapa harus “hanya empat menit” jawabannya adalah karena efisiensi! Tahukah kamu bahwa bahkan mandi selama empat menit di bawah shower itu sudah sama saja dengan menghabiskan energi sebesar energi yang dibutuhkan untuk menghidupkan sebuah LCD tv selama delapan jam?
Dan rata-rata moncong shower itu memuncratkan air sebanyak 9 liter per 1 menitnya?

Mandi sehari sekali
Beberapa waktu lalu ketika aku memasang status di Facebook dan Twitter bahwa aku mandi hanya sekali, banyak teman berkomentar “Jorok! Pantes bau!”
O well, aku harus katakan bahwa kalau hal ini dilakukan di Indonesia memang benar-benar akan jorok dan bau karena tingkat humiditas (kelembaban) yang tinggi yang membuat kita mudah berkeringat dan kulit berminyak. Akan tetapi, di Australia, tingkat humiditas betul-betul rendah sehingga kulit tidak terlampau mudah untuk berkeringat apalagi berminyak. Jadi, mandi sehari sekali adalah sesuatu yang cukup tepat dalam rangka pengiritan debit air yang kita pergunakan serta mempertahankan kelembaban kulit.

Strategi paling tepat untuk mengatur ‘mandi sekali’ kupikir adalah dengan mandi tepat menjelang tidur sehingga semua kotoran yang menempel seharian akan luruh, kita tidur dalam keadaan bersih dan keesokan paginya, kita bisa mulai beraktivitas kembali dalam kondisi yang juga tetap bersih.

Siram Setengah dan Siram Penuh
Kebanyakan jamban toilet yang dipasarkan dan dipergunakan saat ini adalah jamban yang dilengkapi dengan flush tank untuk menyiram kotoran tubuh yang kita buang ke dalamnya. Tahukah kamu bahwa sekali kita pencet tombol yang penuh (biasanya ada dua opsi, tombol yang penuh dan tombol setengah), maka sekitar 7 – 8 liter air bersih tergelontorkan untuk membuang kotoran kita. Dan, bayangkan jika air bersih sebanyak itu dipergunakan untuk konsumsi minum, maka keperluan 1 – 2 hari bagi seseorang akan terpenuhi.

Lalu bagaimana cara mengiritnya?
Beberapa bulan terakhir ini aku memilih menggunakan tombol setengah untuk menyiram jamban ketika buang air kecil, dan tombol penuh untuk menyiram ketika buang air besar. Pola pikirku mudah, pergunakan air untuk menggelontor sesuai dengan besar kecilnya “hal” yang hendak digelontor :)

Penggunaan Air Hujan
Penggunaan air hujan apabila ditunjang dengan peralatan yang memadai bisa dipergunakan dalam skala luas hingga misalnya ke pengisian flush tank di toilet serta pengisi air bak mesin cuci. Tapi tentu itu membutuhkan alat serta pemeliharan yang keduanya membutuhkan biaya. Tanpa alat, bukannya kita tak bisa memanfaatkan air hujan. Beberapa contoh penggunaan air hujan untuk pemenuhan kebutuhan adalah dengan memanfaatkan ember untuk menampung air hujan dan bisa kita gunakan untuk mencuci mobil serta pakaian, juga bisa pula dimanfaatkan untuk menyirami tanaman.
Namun meski demikian, beberapa isu terkait dengan penggunaan air hujan adalah isu kesehatan karena bisa saja air yang mengalir melalui atap rumah sudah terkontaminasi dengan polusi yang sebelumnya menempel di atap. Selain itu air hujan yang disimpan lama-lama di bak terbuka bisa dimanfaatkan nyamuk untuk berkembang biak.

‘Cebok’ kering vs ‘Cebok’ basah
Setahun selalu ketika pindah dari Indonesia ke Australia, ‘cebok’ adalah sebuah jurang yang harus kulompati dari yang ‘basah’ ke yang ‘kering’.
Yang kumaksud dengan cebok basah adalah cebok (membersihkan permukaan dubur selepas buang hajat) dengan menggunakan air, sementara cebok kering adalah cebok dengan menggunakan tissue kering.
Puji Tuhan aku bisa melaluinya dengan baik dan ditinjau dari sisi pengiritan air, aku menyumbang beberapa liter air setiap hari dengan tidak menggunakan air untuk mencebok.
Tapi jangan ditanya soal bersih tidaknya, aku tetap tak mengiyakan bahwa cebok dengan tissue adalah lebih bersih ketimbang dengan air.
Untuk itu aku mengatur waktu, bahwa waktu yang paling tepat untuk buang hajat adalah sesaat sebelum mandi sehingga sesudahnya kita bisa membilas permukaan dubur dengan air dan sabun.

‘Berhemat’ Pakaian
Maksudku, kalau memang tidak terlalu kotor, jangan mencuci pakaian maupun celana setiap sekali pakai demi pengiritan air untuk mencuci. Aku juga terbiasa memilih baju/kaos yang bukan berwarna putih dan terlampau terang karena pemilihan warna-warna tersebut akan memudahkan pakaian kita tampak lebih mudah kotor.
Untuk menakar kapan pakaian harus dicuci, aku biasa menggunakan standar “seberapa bau” pada bagian lipatan ketiak serta lengan untuk kemeja/kaos, atau pada bagian pantat dan selangkangan serta paha depan untuk celana. Keuntungan tinggal di daerah dengan kelembaban yang rendah seperti Australia, yang kurasai, adalah pakaian yang tak perlu dicuci bahkan dalam 3 kali pakai karena keringat yang sangat jarang keluar.

Oh ya, hal ini tentu tak berlaku untuk pakaian dalam termasuk kaus kaki. Untuk hal ini aku sangat stritch, menggantinya setiap hari satu kali. :)

Bagaimana dengan cara kalian menghemat air?

Post to Twitter Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook

This entry was posted in Lainnya and tagged , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

38 Comments

  1. Ale
    Posted November 25, 2009 at 8:25 am | Permalink

    Hahaha, dulu aku pernah mau nulis masalah cebok, tapi kayaknya kok jijay. Baguslah kamu singgung.

    Berhubungan dengan air, here’s mine:

    1. Mandi sehari sekali, bangun tidur pagi hari, 7 menit. check. Malam cuci muka saja (kadang mandi kalo keringeten).
    2. Cebok kering, check. Semi sih… aku basahin tissue, 2x lap, terus tissue kering sekali. Kecuali kalo lagi mencret, ya sampe bersih bisa 4-5 kali haha. (asu jijik dewe aku).
    3. Laundri 3 minggu sekali langsung 1 mesin paling gede, penuh (ga bermaksud menghemat air tapi duit kalo ini).
    4. Berhenti minum air, ok?

    • Posted November 25, 2009 at 9:04 am | Permalink

      Bwahakakakakakka….. kalau pake tissue, pernah nggak ngerasain keringetan sesudah boker dan rasanya seperti ada something so oily di sela-sela pantat? Wakakakakak!

      • Ale
        Posted November 25, 2009 at 10:23 am | Permalink

        Astaga, saya mah kalo cebok sampe kering dan tuntas, gak tau lagi kalau sampeyan … huahaha. Gak pernah lah kayak gitu. Hardcore bener kau

        • Posted November 25, 2009 at 10:40 am | Permalink

          Hahahahahah! Sok bersih loe!

          • Posted November 25, 2009 at 1:24 pm | Permalink

            hush…rusuh !! nggilani wae bocah iki..byuh byuuuh..eling-eling..wis arep dadi Bapak, lho!! hihihii

  2. Posted November 25, 2009 at 9:35 am | Permalink

    Iya dong, mandi sih sekali sehari aja, kekeke..
    Tapi enaknya justru pagi bang, moso malem? Muka dibawa tidur kan udah kucel.. Klo ketemu orang besok paginya, turun pasaran dong?

    Tapi 4 menit? Klo dari gayung, dingin2, sih bisa, hihihihi.. Bawaannya emang pengen cepet2 beres aja klo gtu mah..
    Tapi klo air mandinya dari shower (air anget), wah.. malah bisa setengah jam lebih :D

    • Ale
      Posted November 25, 2009 at 10:21 am | Permalink

      Daripada pake shower, kayaknya mending kungkum sekalian ya. Flat price tuh, mau mandi 5 jam juga silahkan. Bisa dipake sekeluarga sekalian kalo perlu (kalo gak gilo wkwkwk)

    • Posted November 25, 2009 at 10:35 am | Permalink

      Narpen, kenapa kamu mandi pagi?
      Coba mari kita pikirkan secara logis… fungsi mandi kan untuk membersihkan.. nah kapan kamu kotor kalau bukan mulai dari pagi sampe malam menjelang tidur. Kenapa nggak sebelum tidur mandi sehingga ketika kita beristirahat kita benar-benar mengistirahatkan badan dan jiwa kita tanpa harus berpikir tentang gatal di tangan dan kaki karena daki belum hilang karena belum mandi?

      Pemikiranku kenapa mandi malam adalah untuk meluruhkan kotoran setelah seharian. Kalau pagi masih muka kucel ya cuci muka…

  3. joyce
    Posted November 25, 2009 at 10:54 am | Permalink

    jadi, setelah pengertian dan kesadaran itu ada, kapan kamu ma mempraktekkan mandi 4 menit? :D

    Salah ketik tuuhhhhh… STRICT kali maksudnyaaaaa…. :D

    • Posted November 25, 2009 at 11:42 am | Permalink

      Hahahah praktek empat menit? Kamu duluan dehhh…. tapi yang pasti aku kalo pas sabunan matiin shower ngga kayak kamu :)
      Iya, maksudku STRICT maaf jari jawa :)

      • Posted November 25, 2009 at 1:26 pm | Permalink

        duh duuh,,, berantem jangan disini duuung!!
        tau gaak, aku blum baca artikelmu nich…lagi seru baca komentar2nya (pengakuan dosa)..nanti kalau dah baca bikin komentar mandiri (janji)

  4. Posted November 25, 2009 at 10:56 am | Permalink

    Aku yang gak setuju mandi sekali. Aku mendingan mandi 2 kali..

  5. Posted November 25, 2009 at 12:38 pm | Permalink

    Mandi sekali sehari?? hehehe,, kadang melakukannya. Wonosobo kan dingin jadi tidak terlalu berkeringat,, apalagi sekarang musim hujan,, jadi ada alasan tambahan untuk tidak mandi sore/mlm :)

    Berhemat pakaian?? yupz,,,berhubung sebagian besar kaosku berwarna item jadi gak keliatan kalo kotor :) … di cuci kalo udah bener2 lecek hehehe…

    • Posted November 25, 2009 at 3:15 pm | Permalink

      Woh cah wonosobo tho?
      Jadi akrab dengan istilah “mberuh” dong:)

      • Posted November 25, 2009 at 4:24 pm | Permalink

        huehehehe,, kok mas Don tau istilah “mberuh”?
        kalo istilah ‘porah’, ‘jidor’, mesti gak tau artinya kan? xixixixi

        • Posted November 26, 2009 at 10:07 am | Permalink

          Wah itu nggak ngerti hehehe…
          Aku dulu tinggal di Kebumen cukup lama jadi banyak gaul sama anak2 Wonosobo asli.. trus waktu di Jogja ada beberapa teman yang juga berasal dari sana… Dan, aku kangen minuman apa tuh yang khas Dieng… lupa aku namanya

          • Posted November 26, 2009 at 12:19 pm | Permalink

            Oalah pernah di Kebumen toh,, ngapak juga brarti :)
            Namanya Purwaceng mas,, aku malah belum pernah nyoba..

  6. Posted November 25, 2009 at 1:12 pm | Permalink

    hmmmm, menarik sekali..

    di daerah saya air bersih juga mulai menjadi masalah, kalau dulu semua orang (rumah) cukup dengan sumur biasa, tapi sekarang harus pakai sumur bor karena sumur biasa sudah kering.. :-(

    • Posted November 25, 2009 at 3:15 pm | Permalink

      ya, kita memang harus prihatin dengan ‘rusaknya’ sumber-sumber daya alam yang semula tak pernah kita sangka bisa rusak

  7. Posted November 25, 2009 at 2:57 pm | Permalink

    Kalau aku, mandi emg 2x. Cuma mandi sorenya memang agak lama sampe bener2 bersih, dan paginya hanya bilas air dan sedikit sabun saja biar segar, toh malamnya jg udah mandi dan ga berkeringat sepanjang malam. Tp memang susah jg ya berhemat air, apalagi cewek kan paling boros segalanya. Cuci muka aja musti berapa x bilas tuh biar bener2 bersih, lalu keramas dan pake conditioner lagi….
    Tp aku berhemat kok, kalo sabunan dan sampoan ya air dimatikan dulu, lalu buang dulu semua busa baru dibilas :D .

    • Posted November 25, 2009 at 3:16 pm | Permalink

      Hehehehehhee…. meski aku cowok, aku juga boros air kalau untuk cuci muka kok :)

  8. Posted November 25, 2009 at 3:39 pm | Permalink

    berhemat air…? duh, untuk daerah kampung seperti kweni kayaknya belum kepikiran deh… lhawong airnya melimpah jhe, hehehe… :D (huh, dasar gak bersyukur).

    ok, yang kulakukan dalam “menyikapi” air, apakah ini bisa disebut sebagai penghematan adalah:

    1. tidak pakai shower dan bak besar, cukup tampung air mandi pakai ember, sehingga kamar mandi tetap bersih dan tidak banyak air yang terbuang.

    2. mencuci motor satu kali seminggu, di pencucian, gak usah di rumah. hari-hari biasa, cukup diseka pakai kain basah saja.

    3. punya tanaman secukupnya saja di rumah, biar tidak banyak menyiramnya.

    udah itu aja… :D

    • Posted November 26, 2009 at 10:06 am | Permalink

      Setuju semua, Uda…. semoga melimpahnya air bukan berarti banjir lho hehehe

  9. Posted November 25, 2009 at 5:45 pm | Permalink

    sudah mraktekin yang flushing ituh, cuma pake yg setengah kalo pipis dan pake yang full kalo poop. kran buat bilasnya juga saya kecilin airnya biar ga boros. kontribusi sedikit tapi kalau dilakukan terus menerus mudah-mudahan bisa bantu sih.

  10. Posted November 25, 2009 at 8:03 pm | Permalink

    kalau saya :

    1. segera mengganti kran jika sudah mulai bocor, supaya air tidak menetes terus-terusan.
    2. segera matikan mesin pengisi water tower jika sudah penuh, jangan biarkan meluber terlalu lama (kalau perlu pasang otomatis kontrol, jadi begitu penuh mesin air langsung mati
    3. jangan membiarkan anak-anak bermain air tanpa tujuan yang jelas
    4. kalau menyiram tanaman jangan sampai banjir, selain tidak hemat air…tanamannya juga bisa busuk (gmana seeh?)

    Itu ajah, Don! Mengutip tulisanmu : ada larangan menyiram tanaman menggunakan air..trus tanaman di sana disiram pakai apaan ya?

    • Posted November 26, 2009 at 10:05 am | Permalink

      1,2,3 dan 4 setuju!
      Larangan menyiram air untuk tanaman itu pada jam-jam tertentu saja.

  11. Posted November 25, 2009 at 10:14 pm | Permalink

    Kalo soal pakaian, di Indonesia kan lebh berdebu makanya cepet kotor. Cebok kering? Duh!

    Tapi yg lbh mendasar kan ini: pengelolaan air tanah. Kita cuma ngambil dari tanah, tapi air hujan dibiarkan ngalir ke laut.

    • Posted November 26, 2009 at 10:03 am | Permalink

      Setuju soal pakaian, bimbang soal cebok kering (my middle name is Bam.. eh Bimbang, Paman hehehe)….

      Ya, pengelolaan air tanah memang perlu makanya ayo menanam tanaman :)

  12. Posted November 25, 2009 at 11:12 pm | Permalink

    soal air aku entah bisa dibilang irit atau boros, ya? kalau soal mandi, rasanya kalau 4 menit kurang deh. hehehe. tapi aku lumayan cepat kok kalau mandi.

    oya, satu cara menghemat air dalam hal menyiram tanaman, adalah dengan menggunakan air yang “tidak terlalu bersih”, misalnya air bekas mencuci sayur. dan sebisa mungkin tidak menyiram halaman rumah yg berdebu dengan air bersih. gunakan air bekas cucian atau air yang kotor untuk mengguyur debu di halaman. soalnya sering sekali aku melihat orang menyiram halaman/jalanan depan rumahnya dengan air kran. padahal itu kan air bersih yg bisa dipakai utk hal lain yg lebih berguna. tapi tampaknya kebiasaan seperti itu cuma ada di Indonesia kali ya, Don? di kampungmu di Sydney sana mestinya nggak ada to? hihi.

    • Posted November 26, 2009 at 10:03 am | Permalink

      Hehehhe di sini kebanyakan orang punya pelataran itu sudah berumput atau malah diblok semen.
      Ya aku setuju denganmu, kegiatan menyiram debu dengan air bersih itu emang kegiatan yang sangat boros sekali!

  13. Posted November 25, 2009 at 11:55 pm | Permalink

    ok bos suwon yoo telah mampir, terus semangat ngeblog yooo

  14. Posted November 26, 2009 at 7:59 am | Permalink

    kl saya mandi cukup satu ember malahan….kadang malah males mandi….heheheh
    ternyata kemalesanku ikut memberi kontribusi buat penghematan air ya….

  15. Posted November 26, 2009 at 8:42 am | Permalink

    Di Hungary aku kurang ngerti gimana tradisi/aturannya, kalo di Jerman setauku gak ada water restriction seperti di tempatmu. Yang jelas di Jerman air mahal, jadi otomatis orang irit air. Yg mahal bukan air bersihnya saja tp air kotornya (semua air yg dibuang ke kanal air)juga bayar dan (tergantung kotanya) biasanya tidak murah juga.
    Yang aku biasakan di rumah saat gosok gigi, keran dimatikan.Begitu juga waktu mandi/cuci muka, di saat sabunan/pakai shampoo keran dimatikan. Mandi lebih dari 4 menit sih susah tp diusahakan sesingkat mungkin, selain untuk hemat air, biasanya kalo shower tendensinya airnya panas (apalagi kalo winter) kalo kelamaan gak bagus utk kulit (apalagi di Frankfurt airnya kurang bagus).
    Cuci piring, kalo pakai dishwasher, tidak perlu dibilas dulu sebelumnya. Ini pemborosan yg tidak perlu krn toh sudah pakai mesin. Kalo pakai manual, pakailah cara Jerman (yg mnrtku pribadi kurang bersih). Biasanya kan bak cuci piring ada dua kan, yg satu diisi piring kotor dan sabun.yg sebelah air bersih utk bilas, jadi di satu bak cuci piring kemudian dibilas di bak sebelah terus udah di lap kering. Irit.
    Apalagi yah? Oh iya, mandi sehari cukup sekali. Mandi dua kali tidak bagus buat kulit (kata dokter), tapi kalo summer kadang gak tahan, pagi mandi juga tapi tanpa sabun…cuman bilas sebentar aja (ini di bawah 4 menit pastinya). Dan yang paling sehat yamemang mandi sebelum tidur, ini juga disarankan oleh dokter kulit. Logis sih sebetulnya, masak kamu tidur membawa kotoran sehari yg menempel di badan (kebetulan aku dlm hal ini bawel kalo bojoku pulang malem terus males mandi ta suruh tidur di sofa hehehehe).
    Kalau di WC, pengganti cebok dng air pakai tissue basah dong :)
    Oh iya, skrg kan toilet2 yg baru rata2 pake flush kecil dan besar utk irit air. Aku pernah liat reportage di TV, ternyata itu menyebabkan kanal air mampet, krn kurang banyak disiram jadi banyak yg menempel dan menumpuk di pipa.
    Serba salah yah kalo gitu? tp emang sayang banget kalo sekali siram berapa 8 liter dibuang gitu aja. Mungkin kalo pas buang besar aja flush nya 8 liter, kalo cuman kecil gak perlu sebanyak itu kali yah? :)

    • Posted November 26, 2009 at 10:01 am | Permalink

      Di sini buang air juga bayar kalau dalam skala yang besar….
      Air juga lumayan mahal dan kayaknya bakalan terus naik, demikian juga halnya listrik (lagi pusing nih, tagihan listrik banyak bener enam bulan terakhir!)

      Aku juga setuju dengan mandi, dianjurkan memang mandi sekali supaya badan tidak kering, dan soal mandi malam.. aku juga satu logika denganmu…
      Aneh aja, malam kok nggak mandi.. kan kotor.. :)

  16. Posted November 26, 2009 at 12:22 pm | Permalink

    Hihihi…
    Ternyata penganut mandi sekali satu hari itu bukan aku aja ya wkwkwkwkwk…
    Bukannya males sih, tapi emang lihat kebutuhan. Kalo gerah banget kayak di SBY bisa sampe 3x (tapi paling sekali doang yang sabunan, selebihnya sirem2 badan doang biar gak terlalu lengket) tapi kalau lagi ujan2 dan ruangan ber-AC terus iya sekali aja.

    Karena aku kerja sendiri di rumah jadi biasanya mandi justru after lunch. Karena semua kerjaan rumah yang bikin keringetan dah beres, trus masih dalam jam istirahat buat kerja. Jadi pas… sore sampai malem kan udara mulai adem, jadi aku juga gak keringetan :D Praktis kan hahaha… Hal itu tidak berlaku kalau aku harus ketemu client sblm jam 12 siang tapi yaaaaaaaaa wkwkwkwkwk… (terpaksa mandi dingin2 pagi2)

    Suamiku juga kan sempat di Jerman juga ngasih tahu mandi terus2an bisa iritasi kulit, alih-alih bersih eh malah buang uang ke dokter. Jadi dia juga penganut mandi sekali sehari. Kecuali anakku tetap 2x soalnya masih aktif main pasir, tanah, bola, dan tubuh anak masih susah untuk mengendalikan keringat sendiri (maksudnya menghemat tenaga biar gak keringetan abis hehehe… gak mungkin kan)

    Keluargaku termasuk irit makek air. Sebulan bayar gak nyampe Rp 30.000,- Pembokatku sampai takjub dan membiasakan diri dng kondisi kami yang irit air dan listrik :)

    • Posted November 26, 2009 at 4:55 pm | Permalink

      Wah, kalau aku tinggal di Sby, aku nggak bisa bayangin berapa kali sehari aku akan mandi, Fem.. itu makanya aku ngga terlalu suka Sby, sama halnya aku ngga terlalu suka Semarang dan juga Jakarta.

      Kamu hebat bisa sebegitu iritnya, aku di sini sampe puyeng ngatasi air yang boros hahaha

  17. Posted November 26, 2009 at 2:09 pm | Permalink

    untung di kamboja sini air masih berlimpah dan bersih…saya bayar US$10 tiap bulan bisa pake sepuasnya…

  18. Posted November 26, 2009 at 3:04 pm | Permalink

    wah sayah jadi merasa agak beruntung neh dengan adanya banjir dan masih meresap ke tanah untuk jadi air tanah lagi :D

    • Posted November 26, 2009 at 4:57 pm | Permalink

      Hehehehehe… ya iya.. tapi sebelum meresap banjir juga banyak bawa bencana seperti penyakit, Mas.. :)

  19. Posted November 26, 2009 at 3:12 pm | Permalink

    Hmmm… cebok kering adalah salah satu siksaan buat saya yang rawan-poop alias, suka tiba-tiba pengen poop kapan saja dan dimana saja.. Kalo toiletnya adalah toilet kering, bisa dipastikan setelah poop cara berjalan saya jadi nggak pede dengan perasaan was-was, jangan-jangan masih ada ‘kepingan’ yang tersisa :-P

    Untuk menghemat air saya melakukan:
    1. Kalau buang air kecil malah saya siram pake air 1 gayung ukuran sedang, lebih irit dari 1/2 tangki flush

    2. Kalo mandi pake gayung, daripada shower, sehingga penggunaan air terkendali :-)

    3. Kalo menyiram bunga, lagi-lagi make gayung dan bunganya disiram secukupnya

    4. Selalu menghemat pemakaian listrik (halaah…apa hubungannya? :-) )

    5. Yang lain-lain….sesuai standar aja, Bro…

    • Posted November 26, 2009 at 4:58 pm | Permalink

      Aku mau bales lucu2an ah..

      1. Pake gayung 1 ukuran sedang? nggak akan cukup kalo malamnya abis dinner pake pete hahah

      2. Setuju (serius nih) tapi di sini gayung cuma dijual di toko2 vietnam dan jauh dari rumah.. slain itu kalau pas winter nunggu gayung satu per satu gitu keburu kedinginan banget hehehe

      3. setuju (serius)
      4. Hahaha…
      5. Sip!

  20. Posted November 26, 2009 at 5:56 pm | Permalink

    wah jd inget sebidang tanah di rumah Jogja, oleh bapak dibiarkan kosong, gak luas sih, paling sekitar 36 m2 ajah.. kami menyebutnya “tanah merdeka”

    disitu memang dibiarkan kosong supaya sebagai tempat resapan air.. dan lucunya kalo lagi kemarau, bapak justru sering mengguyurkan air PDAM ke tanah merdeka itu “air ini tidak sia-sia kok, supaya sumur di sampir rumah tdk kering” kata Bapak.

    oh ya.. sampai sekarang, kemarau sekalipun air di sumur itu tdk pernah kering lho.. dan seger banget, setiap kali pulang aku pasti menyepatkan diri nimbo, trus cuci muka, tangan dan kaki dari air sumur itu.. wuihhh seger tenan!!!

    • Posted November 27, 2009 at 10:15 am | Permalink

      Hahahah, ya sudah mudik saja.. ngapain jauh2..:)

    • Posted November 27, 2009 at 2:26 pm | Permalink

      Bro Neo, besok kalau pulkam ke Yogya, sekalian nimbo di sumur saya ya … hihihi …

      • Posted November 27, 2009 at 5:05 pm | Permalink

        Hauahahaha, mempekerjakan orang itu memperkaya devisa negara Bu.. Setuju! Ayo Bro Neo, di Sulawesi latihan angkat berat sikik ben mengko samsoyo kuat lehmu ngangsu :)

  21. Posted November 26, 2009 at 7:21 pm | Permalink

    Waduhh.padahal saya masih milih listrik mati, tapi bisa mandi dengan air berlimpah. Rasanya lengket dan tak bisa tidur. Tapi saat seminggu di Bandung kemarin, gara2 hujan terus dan kedinginan, saya bisa mandi sekali sehari…hehehe…tapi memang pas nggak keluar rumah.

    Kalau ke luar negeri, yang bikin senewen adalah urusan cebok ini…dan supaya tak berperkara, makan betul-betul dijaga.
    Btw, dulu di asrama kalau hari Minggu atau libur, air tak keluar karena mengikuti universitas…jadi kalau hari Sabtu sedia air beberapa ember..dan saya sukses bisa mencoba mandi cukup seember..tapi tetap nggak nyaman ahh…

    • Posted November 27, 2009 at 10:16 am | Permalink

      Lha kalau di luar negeri makan dijaga trus kapan menikmati makanannya, Bu? :)

  22. Posted November 27, 2009 at 2:48 am | Permalink

    wah, selama ini berarti saya termasuk orang yang sangat hemat air, mas don, hehe … seperti yang diposting mas donny itu. mandi hanya sekali sehari, wakaka …

    • Posted November 27, 2009 at 10:17 am | Permalink

      Hehehehe betul Pak Sawali, ya asalkan tetap menjaga supaya tak berkeringat berlebih.. Kalau Kendal menurut saya kok tetap panas dan lembab jadi ya alangkah baiknya mandi dua kali hahahaha!

  23. Posted November 27, 2009 at 11:22 am | Permalink

    Saya rasa pemakain air dirumah saya tergolong hemat. Pengeluaran untuk membayar air PDAM per bulan cuma 20ribuan.

    • Posted November 27, 2009 at 11:35 am | Permalink

      Bagus itu Bang… masi bisa untuk mandi tuh dengan uang 20 rebu per bulan? Hebat!

  24. Posted November 27, 2009 at 2:24 pm | Permalink

    Bagaimana aku menghemat air? (*berpikir keras tentang apa yang sudah kulakukan*)
    ……
    Nggak nemu!! (payaah … :( )

  25. Posted November 27, 2009 at 4:09 pm | Permalink

    sama dengan Bu Tuti, apa ya, yang udah kulakukan unuk menghemat air? waaah…rung nemu….payah…payah….

  26. Posted November 27, 2009 at 9:20 pm | Permalink

    kudu hemat sebelum ada yang gak2

  27. Posted November 28, 2009 at 12:46 am | Permalink

    Akhir-akhir ini saya juga seringnya mandi 1 kali sehari, wong seringnya berada di belakang komputer,je…hehe.

  28. Posted December 1, 2009 at 6:20 am | Permalink

    Bisa ngirit airnya tergantung keadaan saja haha…

  29. Posted December 2, 2009 at 7:20 pm | Permalink

    Kamar mandiku masih menggunakan Timba mas…hehehehe…oleh karena itu juga kayaknya lebih irit :D aku pernah mendapat saran dari seorang teman kalo ganti aja kerannya pake yg shower tapi setelah kupikir2 kok lebih boros ya? hihihihihi….

  30. Posted December 5, 2009 at 12:47 pm | Permalink

    Tulisanmu apik tenan Don… Mengajak berpikir dengan gaya yang ringan. Mung aku arep takon yo… nek sampean buang hajat sebelum adus (padahal sampean aduse pas arep turu) Opo esuk2 sampean ra sakit perut yo…?
    Eh soal pakian dalam… dua kali dalam sehari nek neng kene musti ganti.. yo koyo sampean omongke.. lembab banget je…

  31. Posted December 6, 2009 at 2:28 pm | Permalink

    Setuju banget bos…

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

  • Versi Beta

    Situs web ini akan selalu dalam tahap pengembangan sejak dipublikasikan pertama kali pada 20 Desember 2007.

    Ikon manusia "Donny Verdian" hasil kreasi Donny Verdian (Terima kasih untuk para pendahulu pencipta ikon, Ardian Sukmaji (2007 - 2008), dan Anjung Sakti (2005)).

    Seluruh tulisan dan isi konten lainnya kecuali "tanggapan" adalah hasil pemikiran Donny Verdian.

    Untuk konten khusus yang saya sadur maupun tayangkan dari tautan luar situs web ini, akan saya cantumkan sumber/pengkreasinya. Ingatkan saya apabila saya lalai akan hal ini. Pemberlakuan copyrights di situs web ini adalah sesuai dengan salinan di sini.