Watsons Bay

Watsons Bay adalah sebuah pantai yang menghampar indah.
Dibandingkan Bondi dan Manly, barangkali ia tak ada apa-apanya; akan tetapi justru terkadang dari hening dan senyapnya itu, sesuatu yang lebih dalam tentang makna perpaduan antara alam yang menawan dengan manusia yang mensyukurinya dapat teraih lebih mudah.

Tempatnya sendiri tak terlalu luas. Pantai yang letaknya sekitar 20 menit perjalanan dari Sydney ini berpasir putih serta berkarang pada beberapa bagian sisinya dengan ombak yang nyaris tak ada, tergantikan oleh alun serta riak karena watsons Bay hanyalah ceruk dan tidak menghadap ke lautan lepas.

Sementara nun jauh di belakangnya, gugusan skycrapers Sydney CBD menjadi latar pemandangan yang menyatu dengan matahari, yang ketika kudatangi sore itu tampak men-emas dan nyaris larut tenggelam ke peraduannya.

Beberapa buah kursi , meja serta alat pemanggang makanan yang terpatri permanen di hamparan rumput yang terletak di bibir pantai lantas menjadi tempat paling menarik karena dengan cuma-cuma kita bisa menikmati Watsons Bay sembari mengaso dan menyantap daging panggang bersama orang-orang yang kita cintai di sana.

Tapi kalau mau yang lebih nyaman, namun tak cuma-cuma, deretan kafe serta rumah makan pun tersedia.
Alunan musik berirama swing, gelas-gelas anggur dan keratan daging dibakar yang lantas dinamai steak, pria-pria berjas dan wanita-wanita bergaun indah… mereka semua bersatu pula untuk mengagumi keindahan Watsons Bay di senja itu…

Selamat berakhir pekan, selamat beriang ria!

Post to Twitter Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook

This entry was posted in Tustel and tagged , , . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

23 Comments

  1. Posted January 16, 2010 at 5:37 am | Permalink

    Pantai disaat matahari terbenam itu memang romantis sekali, tetapi itu cuma kalau matahari nya pas lagi memerah dan menguning.

    Paling sebel kalau kepantai disore hari, tau tau mataharinya gak keliatan, mendung, abu abu putih, terus hitam pekat…

    Lebih sial lagi kalau tiba2 turun hujan lebat…

    PS: Itu anak mu don? kok bule? :D wah…. wah…. waaahhh…

    • Posted January 17, 2010 at 9:23 pm | Permalink

      Hehehehehe….:))
      Anak bule? Lha aku kan memang sbenernya bule yang menyaru jadi orang Jawa hahaha !!!!

  2. Posted January 16, 2010 at 12:12 pm | Permalink

    nice pics brooo…

    wah pantai di sini skr sdg besar ombaknya… angin kencang, badai sewaktu-waktu mengancam

  3. Posted January 16, 2010 at 12:15 pm | Permalink

    hola, balik lagi..
    bang doni anaknya lucu..
    *ikutan yang komen di atas*
    hihihihi

    indah bang.. :) tapi kok air semua? cuman samar2 pasir aja di foto yg ada anak bulenya itu. ga ada foto yang menunjukkan bentuk pantainya gimana, padahal aku penasaran nih.
    btw aku malah suka teluk justru karena ga ada (jarang) ombak lho.. soalnya bukan penggemar ombak sih (buat surfing ya biasanya?)..

    • Posted January 17, 2010 at 9:25 pm | Permalink

      Wah balik-balik ganti nama :) )
      Makasih komentarnya….

      Lha namanya juga wisata pantai ya kebanyakan airnya hahaha..:))

  4. Posted January 16, 2010 at 3:46 pm | Permalink

    foto paling atas keren mas. :D

    keknya pantai ini beda “genre” sama pantai-pantai di gunung kidul. kalo di gunung kidul belum ada gedung pencakar langit, di foto itu saya lihat ada harmoni antara alam dengan lingkungan buatan manusia.

    • Posted January 17, 2010 at 9:25 pm | Permalink

      Makasih komentarnya..:)
      Betul, memang beda genre dan aku sangat mengagumi pantai2 gunung kidul, Mas!

  5. Posted January 16, 2010 at 5:00 pm | Permalink

    waaah fotonya kereeeeen

    kapan ya aku bisa nyasar ke sana :D

    • Posted January 17, 2010 at 9:26 pm | Permalink

      Menyasarkan diri saja, Mel…
      Marilah kemari.. jangan cuma pulang indo aja :) )

  6. Posted January 16, 2010 at 6:52 pm | Permalink

    pantai yang benar2 indah

  7. Posted January 17, 2010 at 1:24 am | Permalink

    jauh banget ya kalo dibandingin ama Parang Tritis :D

    • Posted January 17, 2010 at 9:27 pm | Permalink

      He eh,, kerenan Parangtritis… Pokoknya yang serba Jogja itu tak tertandingi!

  8. Posted January 17, 2010 at 6:13 am | Permalink

    wah foto2nya keren! sayangnya saya blm pernah kesana.. ke bali aja deh :mrgreen:

  9. Posted January 17, 2010 at 10:54 am | Permalink

    sumprit, foto2ne apik tenan! paling seneng foto yg kedua. komposisi warnane pas banget … kuwi nek menurutku lo. sempet membuatku tertegun.

    • Posted January 17, 2010 at 9:32 pm | Permalink

      Matursuwun.. semula nggak terlalu pede untuk upload foto ini karena terlalu awam hanya menampilkan foto laut..:)

  10. Posted January 17, 2010 at 1:03 pm | Permalink

    Foto-fotomu indah sekali…
    Membayangkan menunggu senja di pantai itu…
    Dan si kecil yang cantik itu…..hmm…..seperti menari balet di tepi pantai

    • Posted January 17, 2010 at 9:33 pm | Permalink

      Ah, saya suka dengan pendapat ibu, “menari balet di tepi pantai’
      Maturnuwun telah memperkaya tulisan ini, Bu!

  11. Posted January 17, 2010 at 8:12 pm | Permalink

    Gak bisa berria-ria :(
    tumpukan materi orientasi menunggu dibaca hiks…

    anw poto2nya bikin seger mataku. trims Don! :)

    • Posted January 17, 2010 at 9:34 pm | Permalink

      Jikakakakakkakaka…pegawai negeri emang harus giat supaya rakyatnya maju dan makmur :)

  12. Posted January 17, 2010 at 9:05 pm | Permalink

    hari Minggu sore ini saya juga berencana ke pantai, tetapi batal karena istri tidak enak badan dan juga angin yang cukup kenceng, takut malah masuk angin.. jadi acara ke pantai diganti dengan blogwalking, hehe

  13. Posted January 18, 2010 at 10:20 am | Permalink

    Waktu aku kecil dulu, ga pernah merasa sunset di pantai itu keren, mgkn krn msh anak2 jd mikirnya msh main doang dan krn udah tiap hr liat pantai. Tp ketika udah pindah ke Medan,lalu pegi ke pantainya, baru deh sadar.. Pantai saya yg di Biak jauh lbh indah drpd pantai cermin, even pantai Kuta sekalipun hihihi..
    Jd kl saya lihat pantai yg indah kyk gini, lgsg kangen dgn pantai2 alami di Papua sana..

    • Posted January 19, 2010 at 9:39 am | Permalink

      Hehehehe, aku slalu penasaran dengan pantai-pantai Indonesia timur yang katanya memesona itu.

      Seorang teman, dia orang Amerika, bilang kalau pantai di Halmahera (Maluku Utara) itu seperti layaknya heaven on earth…

      Ugh, jadi penasaran!

  14. Posted January 18, 2010 at 11:19 am | Permalink

    wahh…keren bgt pantainya, kapan gw bisa kesana??

  15. Posted January 19, 2010 at 3:06 am | Permalink

    bener2 sebuah pemandangan yang indah dan eksotis, mas don. tapi, jangan2 ini pinter2nya yang ambil gambar. objek yang biasa jadi terkesan luar biasa, hehe …

    • Posted January 19, 2010 at 9:42 am | Permalink

      Ah, nggak Pak.. Alam menyediakan pemandangan indah dan saya cuma menangkapnya :)

  16. Posted January 19, 2010 at 3:49 am | Permalink

    wahhahaha (mimpi mode: on) kapan aku bisa ke sana?

  17. Posted January 19, 2010 at 12:28 pm | Permalink

    aih… ini adalah pemandangan yang tepat, difoto secara tepat oleh orang yang tepat… :D

    great Don, aku sekali foto yang kedua, momennya dapat banget..

  18. Posted January 19, 2010 at 2:10 pm | Permalink

    wuihh…fotonya mantab euy…aslinya sebagus itu kah?

  19. Posted January 19, 2010 at 3:23 pm | Permalink

    BAGUS!!! foto2nya bagus mas…aku suka lampu yg bisa menghiasi pantai itu dengan indah…keren!!!!!

    mas…kapan mo ngajarin aku motret? *ini pertanyaan yg kesekian deh kayaknya*

  20. Posted January 19, 2010 at 5:15 pm | Permalink

    airnya bersih-bersih kan ? hihihi

  21. Posted January 19, 2010 at 8:16 pm | Permalink

    Seperti biasa……..photo dan tulisannya KEREN !!
    tapi…waktu aku nyari photo pasir putih dan karangnya kok ga ada ya Don?!

  22. Posted January 22, 2010 at 4:52 pm | Permalink

    aku ingin menari di pantai itu ;)

  23. Posted February 3, 2010 at 1:41 am | Permalink

    menurutku pantainya masih kalah bagus daripada pantai di Indonesia. tapi karena bersih dan terawat, nampak keren!

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

  • Versi Beta

    Situs web ini akan selalu dalam tahap pengembangan sejak dipublikasikan pertama kali pada 20 Desember 2007.

    Ikon manusia "Donny Verdian" hasil kreasi Donny Verdian (Terima kasih untuk para pendahulu pencipta ikon, Ardian Sukmaji (2007 - 2008), dan Anjung Sakti (2005)).

    Seluruh tulisan dan isi konten lainnya kecuali "tanggapan" adalah hasil pemikiran Donny Verdian.

    Untuk konten khusus yang saya sadur maupun tayangkan dari tautan luar situs web ini, akan saya cantumkan sumber/pengkreasinya. Ingatkan saya apabila saya lalai akan hal ini. Pemberlakuan copyrights di situs web ini adalah sesuai dengan salinan di sini.