Marsinah (10 April 1969 – May 1993) adalah sebuah simbol perjuangan tentang keberanian yang harus dibayar dengan kehormatan dan nyawa. Perannya sebagai aktivis buruh di PT Catur Putra Surya (CPS) yang menjadi negosiator antara buruh yang mogok dengan perusahaan untuk soalan uang transport dan makan berbuah petaka. Ia diculik, konon diperkosa dan jasadnya ditemukan tak bernyawa. Pengadilan ... more →
March 2010
Tulisan ini adalah rangkaian dari serial tulisan ‘Hikayat Tattoo’. Untuk menyimak selengkapnya, klik di sini. Orang-orang yang memutuskan untuk bertattoo, biasanya sudah memiliki konsep sejak awal sebelum tinta ditorehkan ke kulitnya, akan tetapi tujuh tahun silam, ketika pertama kali aku ditattoo, tidaklah demikian. Bisa dibilang aku tak punya konsep apalagi hal-hal berbau filosofis yang biasanya terdengar ... more →
Kalian tahu bancakan? Ide dasarnya adalah syukuran biasa, menyuguhkan nasi tumpeng (biasanya bukan nasi kuning), suwiran ayam, ikan teri, aneka jenis sayuran seperti bayem, kecambah, kacang panjang yang dirangkum dalam nama gudhangan, sambal hitam, telur rebus diiris kecil-kecil serta gudhe… sesuatu yang aku hanya bisa menyebutkan tapi tak mampu mendeskripsikannya dalam kata-kata apalagi mencari padanannya ... more →
Ungkapan tentang “Bersyukurlah Indonesia karena memiliki jam edar matahari yang relatif tetap dari pukul 6 pagi hingga 6 sore karena kita berada tepat di garis katulistiwa” baru kupahami benar justru setelah aku meninggalkan Indonesia. Di Australia sini, lama edar matahari dalam satu harinya berbeda-beda tiap musim. Polanya adalah demikian, dalam setahun jam edar matahari terpanjang adalah ... more →
Hampir sebulan terakhir ini, ada delapan makhluk yang sedang mengalami krisis identitas di rumah setelah kelahiran Odilia, anak pertamaku. Mereka adalah ketujuh ikan cupangku (Broto, Parno, Bambang, Jarwo dan tiga lain yang belum kuberi nama) serta Simba, anjing kesayanganku. Sindrom yang ditunjukkan di antaranya turunnya nafsu makan, kegelisahan yang meningkat (kalau Simba dengan cara meringik ... more →
Selasa lalu, 9 Maret 2010, aku menghadiahkan kulit leherku untuk ulang bulan Odi yang pertama. Sebuah tattoo bertuliskan “Odilia” sejak hari itu bertengger di sana. Ini bukan kali pertama aku ditattoo dan bukan pula sebuah kebetulan kenapa aku memilih hari selasa silam selain karena Munir, tattoo artist langgananku di Jogja dulu sedang berkunjung ke Sydney ... more →
Aku sedang berpikir, mungkin agak nyentrik… Katakanlah tak ada Tuhan, katakanlah semua yang dikatakan di kitab suci tentang manusia pertama itu salah. Maka, pernahkah kamu membayangkan bagaimana seorang ibu yang hidup pertama-tama di dunia ini bisa memiliki ide bahwa oroknya yang baru lahir akan kenyang kalau ia menyodorkan puting buah dadanya? Kenapa ia tak menyodorkan ... more →
Pernah nonton Mengejar Matahari ? Entah menurut kalian, tapi dalam pemikiranku, film besutan Rudi Sudjarwo, enam tahun silam itu adalah salah satu film Indonesia terbaik yang pernah kutonton selama ini. Secara garis besar, film ini menceritakan persahabatan yang lugas antara empat karib sejak kecil hingga dewasa melewati begitu banyak hal yang sangat menarik dan mengharukan ... more →
Suatu waktu, dua puluh lima tahun silam, Nenekku berkeinginan menebang pohon duwet (anggur Jawa) yang sudah tua dan tak berbuah lagi. Baginya, pohon tua yang sudah tak berbuah lagi, jika dibiarkan hidup konon hanya akan jadi sarang gendruwo/hantu saja. Maka iapun bertanya pada salah satu tetangga yang berprofesi sebagai tukang kayu, bilamana ia memiliki kenalan ... more →