Tattoo, Dosa dan Surga

Selasa lalu, 9 Maret 2010, aku menghadiahkan kulit leherku untuk ulang bulan Odi yang pertama.

Sebuah tattoo bertuliskan “Odilia” sejak hari itu bertengger di sana. Ini bukan kali pertama aku ditattoo dan bukan pula sebuah kebetulan kenapa aku memilih hari selasa silam selain karena Munir, tattoo artist langgananku di Jogja dulu sedang berkunjung ke Sydney untuk sebuah pameran.

Bagiku tattoo adalah sesuatu yang tak terlalu harus dihebohkan apalagi kalau harus disangkutpautkan dengan tata nilai moral dan tingkah laku. Semua (semoga aku tak bohong) tahu aku orang baik, meski aku bertattoo. Kalaupun ada yang menganggap tak demikian, keburukanku bukan karena tattooku :)

Soal dosa? Kamu tak takut tak masuk surga? Aku takut dosa tapi bukan yang berasal dari tattoo karena Tuhan, kuyakin tak melihat baik dan buruk orang dari satu hal saja, dari tattoo saja.

Soal surga, bagiku ia adalah milik semua orang baik tak peduli ia bertattoo ataupun tidak. Namun kalaupun surga ternyata memang benar-benar bukan untuk orang bertattoo, apa boleh buat, aku akan buka franchise surga tepat di sebelah surga yang asli dan kubiarkan mereka yang bertattoo, selama dia pernah hidup dengan baik, untuk masuk ke dalamnya.

Fair enough? Happy weekend!

Post to Twitter Post to Delicious Post to Digg Post to Facebook

This entry was posted in Nirmana and tagged . Bookmark the permalink. Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

38 Comments

  1. Posted March 13, 2010 at 7:13 am | Permalink

    Hhohoho, dileher ik. Berati bakal kelihatan terus dong, dikantor apa gak risih orang lihat lehermu?

    Ketemu client apalagi… pasti ditanya “Nice tatto… (sambil meringis menghakimi)… your wife” xD —

    “Goblok… I mean.. No, my daughter :)

    Soal dosa, tak tahu lah. Mereka yang strict banget dengan penampilan ya mungkin aja merasa terganggu.

    Tapi kalau soal dunia profesional, tato dileher gitu apa gak mengganggu to don? Gondrong aja kan gak boleh kadang.

    • Posted March 13, 2010 at 10:25 am | Permalink

      Aku pada dasarnya emang sangat senang dilihatin karena selain tampan aku juga narsis.. akut malah :)

      Ketemu klien dan dibilang “Nice tattooo” ya dijawab “Thanks.. indeed” :) )

      Aku belum (dan semoga nggak) memandang bahwa dunia profesional di Australia sini memandang tattoo sebagai sesuatu yang menyumbat relasi kerja.
      Aku digaji untuk melakukan sesuatu terkait dengan kemampuanku.. malah denger2 kalau sampai ada yang ngga suka karena sesuatu yang sifatnya personal (tattoo misalnya) gampangnya ya kita bawa ke pengadilan aja.. kita menang, kita dapat uang.. dan uangnya.. buat tattoo lagi hahaha

  2. handy
    Posted March 13, 2010 at 7:25 am | Permalink

    dosa ciptaan penguasa politis :P biar rakyatnya ga usah macam dan nurut hehehe

  3. Posted March 13, 2010 at 9:24 am | Permalink

    hal pertama yang terbayang: sakit gak sih ditatto di leher? gimana rasanya tuh pak? perih2 sedap atau dibius dulu?

    • Posted March 13, 2010 at 10:33 am | Permalink

      Sakit nggak sakit itu relatif, Mas Wahyu.
      Anda boleh nggak percaya, tapi salah satu yang bikin tattoo itu bikin ketagihan justru karena rasa sakitnya itu :)

      Saya dan kebanyakan orang ditattoo nggak pernah dibius karena sakitnya tattoo itu masih bisa ditahan sebenarnya :)

      Berminat? :)

    • Posted March 13, 2010 at 11:13 am | Permalink

      Hahaha DV kok wedi perih. Lha liat aja, itu leher dicoblos2 malah dengan pede dan narsisnya foto2 diri sambil senyum waktu dilindes jarum…

      • Posted March 13, 2010 at 6:23 pm | Permalink

        Kita harus terbiasa dengan rasa sakit dan perih, Bantal..:)
        Hidup ini pada dasarnya adalah himpunan rasa sakit dan perih, kebahagiaan itu.. in between :)

  4. Posted March 13, 2010 at 1:41 pm | Permalink

    Don,
    Aku ora wani nggawe tattoo, alasane aku gampang bosan…….
    Selamat tattoo baru, denger-denger istri juga bikin di tempat yang sama?

    • Posted March 13, 2010 at 6:24 pm | Permalink

      Hehehehe kamu harus mengalahkan kebosanan, Yog.. banyak hal yang harus kamu lawan yang lebih berat sekadar rasa bosan itu sendiri ;)

      Istri juga bikin di tempat yang sama dengan ukuran sedikit lebih kecil :)
      Thanks :)

  5. spyroz
    Posted March 13, 2010 at 1:42 pm | Permalink

    we want to make a “wedding-tatto0-ring” for our wedding..
    bisa rekomen bro kalo di jkt/jogja kemana? hehehehe.. :)

    • Posted March 13, 2010 at 6:25 pm | Permalink

      Jakarta: Durga Tattoo, Jogja: Toxic Tattoo Park.
      Search di google dengan kedua nama itu ya

  6. Posted March 13, 2010 at 2:43 pm | Permalink

    Don..ternyata gambar tato nya bagus…sakit nggak di tato?
    Bagiku sih tato hak setiap orang…cuma aku serem aja membayangkan rasa sakit..terus nek bosan bisa dihapus nggak?

    • Posted March 13, 2010 at 10:36 pm | Permalink

      Sakit Bu, tapi bisa ditahan kok hehehe..
      Kalau bosen? Ya jangan sampe bosen harus konsekuen karena ngga bisa dihapus :)

  7. Posted March 13, 2010 at 5:17 pm | Permalink

    soal tato dan surga? saya bukan penceramah agama. ya, intinya, memang tato gak pernah diajarkan di agama saya, just freedom choice. kalau sudah memilih tato dan nyaman ya sudah. hehe.

  8. Posted March 13, 2010 at 9:06 pm | Permalink

    Beruntunglah Odilia yang berhasil memiliki leher sampean om :-D

    Saya jadi tertarik bikin franchise di sampingmu juga :lol:

  9. Posted March 14, 2010 at 2:05 am | Permalink

    Tattoomu keren, Don.
    Menurutku sih kamu cukup baik jd orang dan ga da hubungannya ma tattoo. Aq jd tergelitik jg nih utk tattoo nama vaya di badan:D

  10. Posted March 14, 2010 at 3:56 am | Permalink

    Saya sudah merencanakan untuk merajah beberapa bagian tubuh saya. Saya suka tattoo berupa tulisan seperti yang anda buat. Ndak sekedar gambar. Karena tulisan biasanya lebih orisinil dari ide orang yang akan ditato.

    Selamat akhir pekan..

    • Posted March 16, 2010 at 9:51 am | Permalink

      Sebenarnya tantangan ditattoo bukan soal orisinal dan tidak orisinalnya, tapi lebih pada bosan tidaknya hehehe

  11. Posted March 15, 2010 at 10:29 am | Permalink

    font-nya bagus. halah dasar blogger :D

  12. Posted March 15, 2010 at 3:27 pm | Permalink

    Kalau ngikutin apa yg tertulis di dalam Kitab Suci, memang manusia dilarang untuk merajah (mentato) kulitnya. Soal Dosa…hm..rasanya perlu kembali kepada definisi dosa itu sendiri sehingga bisa menilai apakah Tatto ini termasuk dosa atau tidak, tentang Surga : ….apa sih syaratnya biar kita bisa ke sana?

    Sekalipun aku tidak mau ditatoo (karena takut sakit)…aku tetap menghormati keputusan teman2ku (termasuk kamu) untuk mentato diri, dan menikmati keindahannya. Bahkan temanku, Cewe..dia berani menato punggungnya dengan gambar sayap malaikat..cakep banget :D

    • Posted March 16, 2010 at 9:52 am | Permalink

      Wah soal kitab suci, dosa dan surga, aku tak mengerti deh hehehe…

      Jadi, kapan kamu mau ditattoo? hehehe

      • Posted March 17, 2010 at 2:55 pm | Permalink

        makasih deh Don, cukup menikmati keindahannya saja. Gak mau aku sakit periiiih..

  13. ignaz
    Posted March 15, 2010 at 4:34 pm | Permalink

    Saranku, ojo KB DV, soalnya aku mbayangin, kalau DV punya anak selusin… leher penuh dg tatto … seru kali yah…

    • Posted March 16, 2010 at 9:53 am | Permalink

      Hahahaha, kalo anakku selusin ya seluruh tubuhku bakal kutattoo, Mas :)

  14. Posted March 15, 2010 at 5:25 pm | Permalink

    Mantap tatoo-nya bro :D

  15. Posted March 15, 2010 at 11:01 pm | Permalink

    #1. Menurutku, tatto gak ada hubungannya dengan dosa.
    #2. Bertatto atau nggak, bukan tiket masuk surga.
    #3. Kalau Odi punya adek lagi, bikin tatto di mana lagi? :)
    #4. Singkat, padat, jelas>> yo tattomu, yo komenku. hihi…

    • Posted March 16, 2010 at 9:56 am | Permalink

      1. Setuju!
      2. Setuju!
      3. Setuju.. eh, maksudku, kalau Odi punya adik ya ditattoo di leher kiri :)
      4. Yo! Eh… :)

      • hendry
        Posted March 19, 2010 at 1:06 am | Permalink

        tattoo keren….Don koe mesti adil karo anak2mu lho….heheheheh nek eneng adine yo kudu di tattoo tempat yang seimbang heheheheh….Sekarang aku mau berdoa (mungkin bisa doa puasa lagi) Tuhan beri Donny anak yang Buuuuaaaaaanyaaaak wkwkwkwkwkwkwkwk.
        Masuk surga urusan yang punya surga to yo…. heheheheh

  16. Posted March 16, 2010 at 1:03 am | Permalink

    Kesampingkan dulu soal moral atau ticket surga atau apapun kedepannya yg lebih mendalam. Tapi aku mau tanya mas DV, apa ia menato bikin nagih pengen di tatoo lg?

  17. Posted March 16, 2010 at 4:17 am | Permalink

    btw, kenapa pilih leher? ada alasan khusus, Don?

    • Posted March 16, 2010 at 9:57 am | Permalink

      Hmmmm nggak ada Ben, kecuali kamu mau nunggu aku mbikin alasan yang dibuat-buat hehehehe…

  18. Posted March 16, 2010 at 5:06 am | Permalink

    Setuju dgn paragraf terakhre mas D… ngomong2 kompak bgt karo bojone to

  19. Posted March 16, 2010 at 11:43 am | Permalink

    Tattonya keren Mas. Tapi gw mah ngebayangin rasanya pas ditusuk2 jarum ajah udah ngeri.

    Btw nama istrinya diabadikan juga ga di bagian tubuh Mas yang lain? Masa anaknya ajah??

    • Posted March 16, 2010 at 2:07 pm | Permalink

      Jangan dibayangin.. dilakuin aja hahaha….
      Nama istri saya abadikan di hati dan saat di gereja, Mbak :)

  20. Posted March 16, 2010 at 1:58 pm | Permalink

    tattone keren Don!! kapan2 bikin postingan ttg semua tatto mu don.. ada “el shadai” di paha kanan mu??

    btw pernah pingin bikin tatto tp dipleroki ama tetangga sebelah!! :-(

    • Posted March 16, 2010 at 2:08 pm | Permalink

      Dipleroki dibales plerok..
      or tetangganya di-mudik-kan dulu ke Mount-island (muntilan) hahahah!

  21. Posted March 16, 2010 at 5:47 pm | Permalink

    tato dibayar pun gwe ogah heheh
    apa gak sakit tuch heheh
    dah gitu membekas seumur hidupp
    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya
    salam blogger
    makasih
    :D

  22. Posted March 16, 2010 at 8:12 pm | Permalink

    di tatto itu sakit ga ya
    aku pengin di tatto tapi sayangnya asih sekolah…
    mampir balik ya don

  23. Posted March 16, 2010 at 11:14 pm | Permalink

    seumur-umur saya belum pernah di-tattoo, mas don. unik juga tuh hadiah ulang bulan berupa pahatan di kulit. mantab. bisa jadi prasasti.

  24. Febry
    Posted March 17, 2010 at 4:26 pm | Permalink

    Hehehe… berarti kalo tar ada adeknya Odilia, bikin tattoo lagi ya mas? wakaka… Awas cemburu sosial muncul. Lama-lama penuh dunk kaplingan dibadanmu. hehehe…

  25. Posted March 17, 2010 at 5:16 pm | Permalink

    aku mau ah…
    tato yang dapat gratisan kalo beli permen karet itu wkwkwkwk…
    kan enak bisa diganti2, trus pepe juga pengen hahaha

  26. Posted March 18, 2010 at 12:48 pm | Permalink

    membaca komentarmu bhw tato itu saki-sakit membuat ketagihan kok aku jadinya mikir jangan-jangan kamu termasuk penyuka SM juga hahahaa

    EM

  27. Posted March 18, 2010 at 1:05 pm | Permalink

    Meri :(
    pengen tatoan juga
    Mung ra wani…
    Mbayangke Loro ne kuwi ngeri

  28. bravo
    Posted March 19, 2010 at 9:55 am | Permalink

    ediaaaaaaaaaaaaaan sing gulu ik…, larane kayangapa ? anyway *likethis dah*

  29. Posted March 20, 2010 at 3:51 pm | Permalink

    tatto ne keren! ;)

    hamosok goro-goro ndue tatto dilarang masuk surga? ;) ikikikikik….

  30. Posted March 24, 2010 at 6:51 am | Permalink

    oh yg tatoo nan tuh kamu toh..aku baca statusmu di fb/twitter (lali) ta kirain bojomu, udah sempet mau komentar kok kyk angelina jolie aja tp ra kepenak ;)
    aku baru kali ini loh denger/baca ttg tatto dan masuk sorga, apa ya ada ajaran kyk gitu yah? setauku sih dulu kalo org bertatoo kesannya negatif. kalo di bali sih cowo rata2 ber tattoo jadi kyknya di bali sih kesannya gak negatif (adik2ku bertattoo).di jerman skrg juga mulai berubah kyknya pandangan masyarakat ttg org bertattoo…thanks to celebrities deh kayaknya :) di budapest ta perhatiin sebagian besar anak muda ber tattoo…. di dunia profesional tp mnrtku sih kurang pas yah ber tattoo…mungkin tergantung juga bidangnya yah. kita di perhotelan sih gak boleh tampak tattoonya atau piercing (kecuali di telinga, itupun sepasang saja kalau lebih hrs dicopot).krn secara umum tattoo/piercing itu kesannya kurang rapi dan bersih dan juga kurang profesional.aku rasa di bidang service rata2 sama pendapatnya.aku lagi mikir misalnya ke dokter gigi yg bertattoo pastinya aku akan pikir2 lagi ,pdhl belum tentu artinya dia gak baik.tp embuh yah…aku sih mikirnya pasti gitu :)

    • Posted March 24, 2010 at 11:32 am | Permalink

      Aku dan Joyce tattooan :)
      Kami emang penggila tattoo sejak sekitar tujuh tahun silam, Yu…

      Apa kamu ngga ngerti banyak orang menafsirkan bahwa tattoo adalah sesuatu yang dilarang Tuhan? Deuh..:) Banyak kok, coba cari di situs2 agama :)

  31. Posted March 24, 2010 at 12:55 pm | Permalink

    mas don, udah nonton My Name is Khan?
    ada satu nilai yang aku suka banget di film itu…manusia itu hanya di bedakan atas dua type manusia yaitu manusia yang baik dan manusia yang jahat. selebihnya semua manusia itu sama kedudukannya dan sesuai dengan tulisanmu ini, kamu tidak akan kubedakan atas manusia jahat karena bertato kan?

  32. Posted April 1, 2010 at 12:01 pm | Permalink

    Wooh … tattonya bagus Don. Pasti Odi suka banget namanya nempel di leher papanya.

    Coba ada orang yang mau nato namaku di lehernya *ngelamun … *

  33. Posted April 2, 2010 at 11:00 pm | Permalink

    Tatto itu selalu dihubungkan dengan image yang negative, padahal image itu hanya tampak dari luar. Kita gak bisa menilai seseorang hanya dari tampak luarnya saja.
    Saya juga suka ngelihat orang bertatto selama tatto itu bisa membuat orang itu terlihat lebih menarik, tapi kalo kelihatan makin buruk, jadi mls ngelihatnya. Tapi saya menghargai kok orang-orang yang mentatto bagian tubuhnya…

    Btw, kalo aku gak masuk surga, boleh numpang ya di surga franchise-nya mas Verdian hehehe…

  34. Posted May 20, 2010 at 2:08 am | Permalink

    waduh gk sayang tuh mas tato dilleher?
    klo masuk angin trus dikerokin nnti gk kliatan tatonya heeee piss

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

  • Versi Beta

    Situs web ini akan selalu dalam tahap pengembangan sejak dipublikasikan pertama kali pada 20 Desember 2007.

    Ikon manusia "Donny Verdian" hasil kreasi Donny Verdian (Terima kasih untuk para pendahulu pencipta ikon, Ardian Sukmaji (2007 - 2008), dan Anjung Sakti (2005)).

    Seluruh tulisan dan isi konten lainnya kecuali "tanggapan" adalah hasil pemikiran Donny Verdian.

    Untuk konten khusus yang saya sadur maupun tayangkan dari tautan luar situs web ini, akan saya cantumkan sumber/pengkreasinya. Ingatkan saya apabila saya lalai akan hal ini. Pemberlakuan copyrights di situs web ini adalah sesuai dengan salinan di sini.