April 2011

Nirmana

Jogja, si penawar duka

Thumbnail image for Jogja, si penawar duka

Aku adalah orang begitu percaya pada proses, meski terkadang ya jatuh tak sabar sendiri oleh karenanya. Maka, menanggapi kedukaan yang timbul karena berpulangnya Papa untuk selamanya, 7 April 2011 silam, pada akhirnya aku gantungkan hal itu pada proses; bahwa duka itu juga butuh proses untuk menghablur lalu menghilang dalam paparan waktu. Delapan hari yang kuambil ...more →

20 comments
Cetusan

Stanislaus (3) / Diek (7) – TAMAT

Thumbnail image for Stanislaus (3) / Diek (7) – TAMAT

Aku menuliskan rangkaian kisah tentang ayahku dan kepergiannya. Simak kisah sebelumnya di Diek (1), Diek (2), Diek (3), Diek (4), Stanislaus (1) / Diek (5) dan Stanislaus (2) / Diek (6) Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta, 15 April 2011, 14:00 WIB Setelah delapan hari berada di Klaten untuk melepas kepulangan Papa ke Rumah Bapa, kini tiba ...more →

26 comments
Cetusan

Stanislaus (2) / Diek (6)

Thumbnail image for Stanislaus (2) / Diek (6)

Aku menuliskan rangkaian kisah tentang ayahku dan kepergiannya. Simak kisah sebelumnya di Diek (1), Diek (2), Diek (3), Diek (4) dan Stanislaus (1) / Diek (5) Rencana pemakaman Papaku, Stanislaus, yang semula pukul 14.00 WIB terpaksa dimajukan karena pertimbangan cuaca. Langit menggelap dan mendung hitam pekat mengancam di langit utara. “Piye, kita ajukan saja ya?” ...more →

4 comments
Cetusan

Stanislaus (1) / Diek (5)

Thumbnail image for Stanislaus (1) / Diek (5)

Aku menuliskan rangkaian kisah tentang ayahku dan kepergiannya.  Simak kisah sebelumnya di Diek (1), Diek (2), Diek (3) dan Diek (4) Kowloon, Hongkong, 29 Desember 2010. Pagi itu adalah hari ketiga aku berlibur bersama keluarga dan keluarga mertua beserta keluarga kakak iparku ke Maccau lalu Hongkong. Seperti biasa, aku mengakses facebook menggunakan fasilitas WiFi gratis ...more →

12 comments
Cetusan

Diek (4)

Thumbnail image for Diek (4)

Aku menuliskan rangkaian kisah tentang ayahku dan kepergiannya. Simak kisah sebelumnya di Diek (1), Diek (2) dan Diek (3) Aku luluh. Lantak. Perasaanku acak-acakan. Sepanjang perjalanan dari Denpasar ke Jogja, aku merasa otak dan hatiku tak menyelaras dengan tubuhku. Berkali-kali kukatakan pada diriku sendiri bahwa sejak pagi itu aku telah berubah status menjadi anak yatim… ...more →

14 comments
Cetusan

Diek (3)

Thumbnail image for Diek (3)

Aku menuliskan rangkaian kisah tentang ayahku dan kepergiannya. Simak kisah sebelumnya di Diek (1) dan Diek (2) Satu hal yang bisa kukenang tentang Papaku adalah kegilaannya pada bola, pada sepakbola. Selagi muda, seminggu sekali, Papa selalu meluangkan waktu untuk bermain sepakbola bersama kawan-kawan dekatnya di lapangan sepakbola dekat rumah. Membawa sepatu ‘bola’, berseragam ‘bola’, mengendarai ...more →

16 comments
Cetusan

Diek (2)

Thumbnail image for Diek (2)

Aku menuliskan rangkaian kisah tentang ayahku dan kepergiannya. Simak kisah sebelumnya di Diek (1) A m i n  S u t a w i d j a j a. Temanku, tapi dia lebih senang dipanggil sebagai “Amen”, entah kenapa. Sosoknya bagiku begitu berarti. Mulanya, Ia hadir ketika kami sama-sama mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Kristen ...more →

25 comments
Cetusan

Diek (1)

Thumbnail image for Diek (1)

Kingford Smith (Sydney) International Airport, T1 International, 6 April 2011, 05.00 pm Aku telah berada di lambung pesawat Jet Star JQ37, duduk di kursi bernomer 27K yang berbatasan dengan jendela pesawat bersama dengan lebih dari sekitar seratus penumpang lainnya menuju ke Bali, Indonesia. Sore itu, untuk pertama kalinya pula aku kembali bepergian seorang diri setelah ...more →

28 comments
Cetusan

Telepon umum

Thumbnail image for Telepon umum

Suatu waktu, lebih dari setahun silam, aku janji ketemu dengan seorang kawan, anggaplah kawan berbisnis, di sebuah kafe di kawasan Strathfield, NSW, Australia. Adapun waktu itu sama sekali aku belum pernah pergi ke sana. Maka keberangkatanku yang menggunakan kereta api itupun kusandarkan pada GoogleMap yang kuakses lewat gadget untuk mendapatkan direction yang tepat serta nomer ...more →

23 comments