Kalian masih ingat Gempa Jogja kan? Jumat lalu (27/5/2011), lima tahun sebelumnya, gempa dahsyat menggoncang Jogja membawa lebih dari 6000 korban jiwa serta kerugian materiil dan moril warga yang tinggal di kawasan selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang susah untuk dimasukkan ke dalam tataran angka. Saat itu, aku masih tinggal di Jogja, bersyukur ... more →
May 2011
Beberapa waktu lalu aku datang ke acara Festival Indonesia, di sebuah taman di Marickville, suburb yang jaraknya sekitar 15 kilometer selatan Kota Sydney. Festival-festival seperti ini sebenarnya bukan merupakan hal yang baru dan bukan pula sesuatu yang jarang dilakukan. Barangkali karena begitu besar komunitas Indonesia yang ada di Sydney, bisa dibilang hampir setiap tiga bulan ... more →
Semalam, menjelang tidur, tiba-tiba ingatanku terlempar ke masa lalu. Waktu itu, kira-kira awal tahun 80-an, Mama marah kepadaku karena aku tak mengembalikan mainan yang kupinjam dari sepupu padahal ia sudah memintanya kembali. Aku ingat betul waktu itu aku lantas menerima hukuman karena kebebalan tersebut. Merah telingaku disentilnya, sejadi-jadinya tangis kutumpahkan kepadanya. Namun meski menyakitkan, toh ... more →
Kaget blogku terbit hari ini dan bukannya Senin depan? Tak mengapa, biar sama-sama kaget, karena sebelum kamu kaget mbaca ini, aku sudah cukup dikagetkan tentang sesuatu yang hendak kutulis ini. Jadi, mari sama-sama kaget! Beginilah cerita ini berawal mula. Pagi tadi, sesampainya di kantor sebelum mulai bekerja, aku menyempatkan diri untuk blogwalking ke salah satu ... more →
Apa perlunya bersikap malu-malu untuk mengakui bahwa kita juga bisa melakukan hal-hal yang menjijikkan di muka umum? Sebisa mungkin sih dilakukan di tempat privat, tapi ketika ruang publik sudah semakin menyempitkan privasi kita, mau tak mau ngupil, misalnya, haruslah dilakukan saat itu juga. “Ketimbang tau-tau mampet hidung karena ada upil di lubang hidungmu? Piye jal?” ... more →
Waktu masih bekerja di kantor lamaku dulu, salah satu teman bule bercerita bahwa dia pernah tinggal selama 16 tahun lamanya di Jakarta, Indonesia menghabiskan masa kanak-kanaknya hingga lulus SMP. Gara-gara itu, kami lantas sering menghabiskan waktu bersama saat makan siang sekadar untuk ngobrol kesana-kemari, ia dengan kenangan akan Indonesia-nya dan aku dengan kenangan yang sama ... more →
Kalau kalian muntah-muntah membaca tulisan ini dan melihat video ini, jangan khawatir, itu wajar. Aku sendiri sempat bersin-bersin kok dibuatnya! Bagaimana tidak! Wakil rakyat yang harus mampu menjadi wakil dari rakyat yang semakin pintar (meski tak jarang ada pula yang semakin bodoh), di hadapan rakyat yang tinggal di luar negeri yang kebanyakan untuk berstudi, studi ... more →
Bagaimana caramu mencari arah ketika sedang dalam perjalanan menuju suatu tempat yang kamu belum pernah datangi? Atau katakanlah pernah sesekali datang tapi lantas karena keterbatasan memori otak maka kamu lupa arah tepat untuk menuju ke sana lagi? Ancer-ancer Bahasa Indonesianya, “kira-kira”, tapi karena kurang sreg aku memilih pake kata ‘ancer-ancer’. “Ancer-ancer’ menurutku adalah metode yang ... more →








