Aku rindu suasana hening sesaat setelah muadzin usai mengumandangkan maghrib di akhir Ramadhan. Hening yang tak seberapa lama lalu sesudahnya tergantikan gempita meriah takbir menyuarakan “Allahu Akbar Allah hu Akbar Allah hu Akbar … La illa hailllallah huallahu Akbar Allahu Akbar Walillah Ilham……” Hari ini ingatanku terlempar ke belakang, ke tradisi mudik yang dulu selalu ... more →
August 2011
Jangan berpikir yang macam-macam kalau kubilang bahwa semakin hari, aku semakin sulit untuk mengapresiasi musik yang beredar di industri musik tanah air. Bukan seleraku yang meninggi meski aku nggak berani gegabah untuk berujar “Jangan-jangan mereka mencoba berkesenian instan dengan harapan imbalan popularitas dan kekayaan yang instan pula?”. Namun demikian, bukan berarti aku tak mencintai musik ... more →
Membayangkan bagaimana sebuah bangsa dipandang adalah membayangkan sebuah lukisan seorang wanita cantik yang tersusun dari 100 buah puzzle. Butuh waktu berjam-jam untuk menyusun setiap keping pada tempat yang semestinya untuk menjadi lukisan yang sempurna, menampilkan wajah cantik wanita yang menjadi obyeknya. Tapi bayangkanlah ketika dua atau tiga kepingnya hilang, sehebat apapun kita dalam menyusun, hasil ... more →
Kalau mau jujur, hal yang paling menyebalkan dalam berkendara motor bagiku adalah karena kita harus mengenakan helm. Alasan yang pertama adalah helm bikin rambut lepek. Kalian tau lepek? Itu lho, rambut kamu jadi kelihatan kempes, tak mengembang seindah mbak-mbak penjaja iklan shampoo di televisi yang kita tonton sehari-hari. Aku ingat dulu jaman SMA kalau mau ... more →
Sayangnya, tak semua blog pada akhirnya ditujukan untuk pembagian informasi oleh pemiliknya. Mula-mulanya sih barangkali demikian, bahkan bisa dibilang hampir semua (barangkali?), namun seiring berjalannya waktu, sesuai semboyan “Go monetize your blog” mereka lambat laun berubah menjadi zombie penghisap uang dengan cara-cara yang sebenarnya halal namun kerap agak sedikit kurang berkenan bagi mereka yang membaca. ... more →
Tulisan ini adalah rangkaian dari serial tulisan ‘Vakansi ke Canberra’. Untuk menyimak selengkapnya, klik di sini. Ketika kami keluar dari Questacon, matahari telah menjingga di sisi barat sementara waktu telah menunjuk pukul 05:00 pm. “Waktunya untuk pulang!” gumamku seraya mengenakan coat dan topi fedora sambil berjalan bersama-sama kawan menuju mobil. Tak tunggu lama lagi, setelah ... more →

![Post image for [Interview - Risky Summerbee] Musik yang terhegemoni industri selalu latah dan tak otentik](http://donnyverdian.net/wp-content/uploads/blog_rizki.jpg)





