Oleh Ollie* I’ve been writing a lot of tips on how to write. And I guess this is the right time to write tips about how to read. Why? Because more and more people said they don’t have time to read (a book) – but of course they have time to read twitter timeline the ... more →
January 2012
Orang menggunduli bukit untuk kayu dan lahan hidup tanpa berpikir sepuluh tahun sesudahnya banjir membandang tanpa ampunan. Akibatnya tanaman yang dibudidayakan di lerengnya membusuk, panen pun gagal. Akibatnya, harga pangan membubung tinggi padahal perut manusia hanya bisa diberi makanan untuk hidup, selain itu mati. Ratapan dibalut doa lalu terdengar di sana-sini mengharap tuhan turun tangan ... more →
Tak perlu protes kalau ada yang butuh dana 2 milyar untuk renovasi toilet dan ongkos penggantian kursi hingga 24 juta per buah. Alasanku sederhana, mereka toh perlu memanjakan pantat, tempat dimana otak mereka berada sebagaimana halnya kita perlu memanjakan kepala. Jadi kalau kita perlu creambath supaya otak segar dan pikiran cemerlang, berilah dirimu pengertian bahwa ... more →
Jadi ceritanya, menurut majalah Economist, Sydney ditempatkan pada posisi ke-6 sebagai kota paling nyaman untuk ditinggali di dunia per laporan Agustus 2011. Adapun urutan komplit sepuluh besarnya adalah: Melbourne (Australia), diikuti oleh Vienna (Austria), Vancouver (Canada), Toronto (Canada) , Calgary (Canada), sementara setelah Sydney ada Helsinki (Finlandia), Perth (Australia), Adelaide (Australia) serta Auckland (New Zealand). ... more →
oleh Ferry Haris * Menjelang pergantian tahun 2011-2012, saya mendapatkan kesempatan untuk berbicara di hadapan 30-40 orang mahasiswa sebuah universitas di Bali. Ketika menerima tawaran tersebut, saya merasa bingung karena merasa masih belum menjadi sosok yang patut untuk berbagi dan didengarkan oleh orang lain. Namun, akhirnya kita sepakat bahwa sesi yang dibawakan hanyalah berupa sharing ... more →
Kalau kita masih diberi umur hingga 21 Desember 2012, dan andaikata hari itu kiamat jadi diadakan menurut ramalan-ramalan yang giat beredar, maka kita akan menjadi saksi patahnya apa yang dulu Pramoedya Ananta Toer kemukakan dalam bukunya, ‘Bukan Pasar Malam”. Di buku yang menceritakan kematian ayahnya itu, Pram mengatakan bahwa hidup ini tidaklah seperti mendatangi sebuah ... more →




