February 2012

February 27, 2012

Cetusan

40 comments

Kali ini, mari kita ngobrol yang ringan-ringan saja, soal fashion. Kita awali dengan satu pernyataan bahwa salah satu hal menarik yang bisa disimpulkan dari hubungan kisah Adam dan Hawa dengan peradaban adalah, sejak mereka jatuh ke dalam dosa, Tuhan mengimbuhkan rasa malu dan oleh karena itulah mereka berpakaian sejak saat itu untuk menutupi kemaluan mereka. ... more →

February 25, 2012

Cetusan

7 comments

oleh Hanny Kusumawati* (1) Lima puluh sembilan jam bersamamu praktis dilewati dalam diam. Kamu hanya angkat suara untuk hal-hal yang dirasa perlu saja. Toilet dulu. Mau beli rokok. Balik duluan, ya. Kamu akan mengangguk untuk ya. Menggeleng untuk tidak. Mengangkat bahu untuk terserah. Lantas kamu akan kembali terdiam. Membakar batang demi batang rokok sekhidmat orang ... more →

February 23, 2012

Cetusan

30 comments

Seorang kawan bertanya, “Mungkinkah seseorang mencintai Tuhan tapi tak mencintai manusia?” “Mungkin… tapi tak mungkin.” “Maksudnya?” “Tuhan mana yang dicintainya?” “Emang Tuhan ada banyak?” “Entahlah! Tapi Tuhan yang kusembah menghendakiku mencintai manusia seperti cinta atas diriku sendiri karena aku dan mereka, ciptaanNya.” “Tapi kenyataannya mereka banyak yang membela Tuhan tapi tak mencintai manusia, kan?” “Yup, ... more →

February 20, 2012

Nirmana

45 comments

Seorang teman dulu pernah bercerita kepadaku betapa ia membenci kaum homoseksual. Alasannya simple, risih. “Lha kalau kamu risih, ya jangan deket-deket lah!” sergahku. “Tapi meski demikian masih kepikiran, Don!” “Lah, itu salah kamu sendiri kenapa kepikiran! Atau jangan-jangan kamu naksir?” “Ihhhh!” Seorang teman dulu juga pernah bercerita kepadaku betapa ia benci karena dibenci orang lain ... more →

February 16, 2012

Nirmana

42 comments

Bagiku, Bramantyo Prijosusilo adalah preman yang sesungguhnya! Mereka yang mengeroyok itu hanya preman-premanan, karena kalau preman sejati tentu tak main keroyokan, banci! Dan, ya… Mas Bram sepakat denganku untuk menyebut mereka banci. “Kena tonyo… ning tonyo banci… ora lara (kena pukul, tapi pukulan banci, nggak sakit – jawa),” begitu jawabnya ketika kutanya apakah dia kena ... more →

February 15, 2012

Cetusan

5 comments

oleh Manto* Romo Magnis pernah menyatakan, politik itu sebenarnya tidak kotor. Politik adalah konsensus bermartabat yang dibentuk untuk mengatur masyarakat dengan suatu cara tertentu demi mencapai kebaikan bagi sebanyak-banyaknya orang. Dengan begitu, politik adalah sebuah institusi kebudayaan yang sejatinya bersih dan mulia. Jadi, tidak mengherankan kalau first lady Michelle Obama menjelaskan tentang Presiden Barack Obama ... more →

February 13, 2012

Cetusan

53 comments

Nggak enaknya sih buanyak! Repot. Khawatir. Ngga bebas. Mesti ini.. mesti itu. Tapi sebentar… Dalam pandanganku, punya anak itu perkara “Roh”, bukan dominasi “tubuh” bukan pula “jiwa” jadi sebenarnya tak bisa lah ia diukur ‘enak – tak enak’ – nya. Kenapa? Karena punya anak itu kodrati. Kamu adalah anak bapakmu dan anakmu punya bapak, kamu dan ... more →

February 10, 2012

Cetusan

17 comments

oleh Venus* “Wow, you look the same. You’re the same little girl I knew.” “You look twenty years older.” “Hahaha..sialan.” Namanya, sebut saja Danny. Pertama kali bertemu di Surabaya, delapan belas tahun yang lalu. Kawan dari kawan dari kawan saya. Kami berdua sempat jadi teman dekat selama beberapa waktu. Teman dekat? Yup. Saya lebih suka ... more →

February 9, 2012

Cetusan

49 comments

Tepat hari ini,  sepuluh tahun silam untuk pertama kalinya aku ngeblog, di donnie.or.id. Kalian tak usah mencari, domain name itu untuk satu hal yang tak bisa kusebutkan, tak kuperpanjang lagi. Yang kuingat hari itu, teman membuatkan engine blog,  aku menuliskan posting pertama, seperti halnya sebelumnya aku menulis hal-hal lain di media yang lainnya. Ah, tak ... more →

Awal januari lalu, bersama anak dan istri aku berkunjung kembali ke Taronga Zoo. Kalau dihitung, ini adalah kunjunganku yang ketiga sejak kepindahanku ke Australia, 2008 silam. Yang namanya zoo, di musim liburan seperti sebulan lalu itu pastilah ramai. Antrian orang mengular membeli tiket masuk; rata-rata datang tak seorang diri, tak juga berdua, melainkan berombongan, kebanyakan ... more →