February 23, 2012

Cetusan

30 comments

Cinta Tuhan

Post image for Cinta Tuhan

Seorang kawan bertanya,
“Mungkinkah seseorang mencintai Tuhan tapi tak mencintai manusia?”
“Mungkin… tapi tak mungkin.”

“Maksudnya?”
“Tuhan mana yang dicintainya?”

“Emang Tuhan ada banyak?”
“Entahlah! Tapi Tuhan yang kusembah menghendakiku mencintai manusia seperti cinta atas diriku sendiri karena aku dan mereka, ciptaanNya.”

“Tapi kenyataannya mereka banyak yang membela Tuhan tapi tak mencintai manusia, kan?”
“Yup, mereka itu tak ubahnya seperti orang yang mengaku mencinta matahari tapi benci panasnya!”

“Lalu mengapa ada pula orang yang bisa mencintai manusia tapi tak mencintai Tuhan?”
“Dari mana kau tahu dan memastikan?” Aku tersenyum, sinis.

“Hmmm…. ”
“Sejatinya tak ada manusia yang mampu mencintai manusia tanpa mencintai Tuhan! Yang ada adalah manusia yang mencintai manusia lainnya tapi menolak kenyataan bahwa sebenarnya ia tak bisa tidak mencintai Tuhan!” tukasku.

Love is a temple, love a higher law… (One, U2)

applausr February 23, 2012 at 1:57 pm

menarik. Wujud konkret mencintai Tuhan adalah mencintai ciptaannya. Dengan cinta Tuhan kita akan memiliki cinta untuk dibagi dengan sesama. Yang sering menjadi masalah adalah bukan cinta Tuhan tapi cinta agama, sehingga manusia jadi terkotak kotak seolah olah Tuhannya berbeda jadi tidak perlu dicintai. Demikian.

Reply

DV February 23, 2012 at 6:34 pm

persoalannya adalah, IMHO, tuhan dan agama tampak dalam satu rupa.. kita pun kerap sulit dibuatnya… mau peduli pada tuhan, tampak seperti membela agama… mau membela agama, lah dimana tuhannya? pada akhirnya banyak orang tak peduli kepada agama meski ia berharap tetap peduli pada tuhan. Caranya? Cintailah sesama :)

Simple kan?

Reply

H.Ori April 8, 2012 at 1:26 am

Saya mencoba untuk diam, tapi rasanya perlu juga untuk angkat bicara soal ini sgai tanggung jawab sosial. Rasanya didunia ini hanya ada dua hukum, hukum yang pertama ialah cintailah Tuhanmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap akal budimu dan hukum yang kedua yang sama dengan itu ialah cintailah sesamu manusia seperti dirimu sendiri. Bagaimana mungkin manusia hanya mau mencintai sesama manusia saja tetapi Tuhannya tidak, sementara manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Demikian juga bila ada orang mengatakan aku mencintai Tuhan, tetapi tidak mencintai sesamanya itu sama
saja menipu dirinya sendiri.

Reply

Endi February 23, 2012 at 2:27 pm

saya agak bingung membaca tulisan kali ini mas DV, tiba-tiba saja pikiran saya langsung menuju ke beberapa ormas-ormas agama yang terlihat anarkis dibeberapa media televisi, dimana mereka menyebut-nyebut nama Tuhan sambil melakukan tindakan kekerasan..

Reply

DV February 23, 2012 at 6:34 pm

Hehehe, bole juga kalo diasosiasikan ke sana, Bung.. itu tandanya anda sebenarnya tidak bingung :)

Reply

krismariana February 23, 2012 at 3:31 pm

ya, mestinya begitu. mencintai Tuhan itu mau tidak mau harus dibarengi dengan mencintai sesama manusia… walaupun kadang aku jengkel dengan seseorang atau sekelompok orang, aku mencoba menetralisir perasaan jengkel itu dengan mengingat bahwa Tuhan pun mencintai mereka. wong musuh saja mesti kita kasihi kan? piye jal? angel lo kui…

Reply

DV February 23, 2012 at 6:35 pm

kalo mudah, percayalah tidak ada yang namanya pendosa.. :)

Reply

imadewira February 23, 2012 at 3:34 pm

Seringkali kita keliru tentang agama, menganggap Tuhan yang disebutkan dalam agama kita berbeda dengan Tuhan dalam agama lain. Mungkin karena itu kita mengganggap manusia yang memeluk agama lain bukanlah ciptaan Tuhan yang ada dalam agama kita. Bahkan parahnya mungkin manusia yang memeluk agama atau kepercayaan lain adalah musuh dari Tuhan yang ada dalam agama kita, dan maka dari itu Tuhan dalam agama kita perlu dibela lalu kita perlu memberangus musuh-musuh dari Tuhan kita. Parah.. parah.. :-(

Reply

DV February 23, 2012 at 6:36 pm

tapi… maaf, memang tuhan ada berapa Bli? Satu? Yakin? :)

Reply

Clara Croft February 23, 2012 at 7:51 pm

Tapi susah, kadang terlalu egois kitanya dan meskipun tau kita bisa mencintai Tuhan dengan mencintai sesama, tetap aja ada perbuatan yang lebih mementingkan kepentingan diri sendiri aja dan lupa ama Tuhan dan ciptaanNya. Ya seperti sayang matahari tapi susah kalo harus dipaksa berjemur di panasnya matahari itu :)

Reply

niee February 23, 2012 at 10:44 pm

dan Tuhan itu punya kuasa.. dia gak perlu dibela dengan menganiaya ciptaannya kan yak? ;)

Reply

DV February 26, 2012 at 12:34 am

Hmmm.. tendensius nih hehehe

Reply

kimbut February 24, 2012 at 12:16 pm

waahh bahasa tingkat tinggi nih, belum bisa mahami hehe

Reply

airyz February 24, 2012 at 2:00 pm

om kalo saya baca postingan ini kok ada errornya ya? kenapakah

http://airyz.files.wordpress.com/2012/02/cinta-tuhan-e28094-donny-verdian.png

Reply

DV February 26, 2012 at 12:35 am

Thanks reportnya.. kayaknya satu plugin saya agak timpang.. nanti akan saya benahi :)

Reply

zee February 24, 2012 at 7:58 pm

Menurutku, kalau manusia benar-benar telah sampai pada taraf jatuh cinta pada Tuhan, maka dia sudah pasti mencintai manusia….

Kalau tidak, berarti dia tidak cinta pada Tuhan…. cinta dirinya sendiri dan atributnya…

Reply

DV February 26, 2012 at 12:36 am

Juara komenmu, Zee! :)

Reply

Bukik February 25, 2012 at 1:39 pm

Manusia itu hanya mencintai dirinya sendiri
Bahkan seluruh dunia ingin dimilikinya sendiri
Lihat laut, manusia akan berteriak “itu milikku”
Lihat hutan, manusia akan berteriak “itu milikku”
Seluruh dunia ini miliknya sendiri
Lihat tuhan, manusia akan berteriak “itu milikku”
Lihat manusia, manusia akan berteriak “itu milikku”
Manusia yang lupa diri bahwa bukan dirinya yang menjadi pencipta di dunia ini

Reply

DV February 26, 2012 at 12:37 am

Wew.. komennya psikolog emang beda :)

Reply

Maztrie™ February 26, 2012 at 9:20 am

Hemm,
Sampai pada pokok bahasan di jurnal ini, ku jadi teringat dengan ucapan seorang sahabat bahwa “Tuhan itu fakta, agama menjadikannya mitos”

Reply

DV February 27, 2012 at 8:42 pm

Mas manto ya?:)

Reply

fitrimelinda February 26, 2012 at 9:29 pm

jika kita mencintai Tuhan,pasti kita mencintai makhlukNya yang lain..bukan begitu?

Reply

DV February 27, 2012 at 8:44 pm

Bener.. Eh kok makhluk lainnya? “Lainnya” mengacu pada apa dan siapa ya?:)

Reply

anderson February 27, 2012 at 7:17 pm

Dari dulu emang selalu begitu bukan? Orang sering bertindak mengatasnamakan sesuatu yang dicintainya, padahal belum tentu (dan pada beberapa kasus, udah pasti) Yang Dicintainya itu tidak menyenangi tindakannya itu… Parahnya lagi, ‘sesuatu’ yang dicintai itu bernama TUHAN..

Reply

DV February 27, 2012 at 8:47 pm

Hmmm semacam ‘salah fokus’ ya brarti:)?

Reply

Adi ndronkz February 27, 2012 at 11:03 pm

karena Tuhan telah menitipkan sekeping kecil kosmos diri-Nya berupa nurani di setiap kelahiran manusia.. maka tiap² rasa yg mengasah nurani akan memperkuat kualitas bandwidth ke Sang Server Kosmos.. cintai sesama, lanjutnya cintai lingkungan, lebih jauh cintai Mother Nature dan if possible.. love the Universe..

Reply

DV February 28, 2012 at 7:06 pm

Woohhh ampuhhh juragan bandwidth lan server iki ketokmen :)

Reply

Masa Tours February 28, 2012 at 5:18 am

Dengan mencintai Tuhan maka, kita pun harus mencintai manusia karena Tuhan ya Sob ?
Salam perkenalan pada kunjungan perdanaku hadir disini.

Sukses selalu
Salam

Reply

DV February 28, 2012 at 7:05 pm

Sip

Reply

Imelda March 16, 2012 at 7:36 pm

Ah jangankan Tuhan
masalah sepele saja, manusia sering kontradiksi kok
soal benci Amerika tapi FB an, BB-an dan i-Pad/Phone -an hahaha

Reply

Yak! Berkomentarlah di sini!

Previous post:

Next post: