oleh Rohani Syawaliah* Pernahkah kamu mengagumi seseorang guru yang sudah puluhan tahun mengajar di sebuah kelas? Kelasnya selalu hidup. Murid-muridnya setia menyimak pelajaran? Bahan ajar sang guru selalu menarik. Kamu bisa jadi adalah satu di antara banyak murid yang setia menyerap pelajaran tersebut. Suatu hari, guru yang mengagumkan tersebut memberikan kesempatan pada setiap muridnya yang ... more →
Cetusan adalah…
Hmmm… semacam ide atau opini tentang sesuatu yang kucoba untuk kutepikan ke dasaran. Lebih ke arah permenungan, terkadang mencoba menyentuhkannya ke tuhan menurut prakiraanku. Tak jarang pula mencoba mencomot norma-norma yang berlaku meski ya gegabah dan tak jarang sembarangan… dalam bahasa singkatnya barangkali adalah filsafat wannabe!
Apa yang bisa mengalahkan selain sebuah pagi, lengkap dengan secangkir kopi hitam dengan asap mengepul menawarkan aroma nan menggugah itu? Bagiku, kopi laksana mentari, karena sebuah pagi akan sama murungnya ketika kita tak berhasil menemui keduanya atau salah satunya. Kopi adalah dongkrak! Ia siap mendongkrak dan mengangkatmu dari kantuk kepada ritme jantung yang mampu membuatmu ... more →
oleh Arya Perdhana* Pada awalnya adalah rasa malu. Tahun 2011 lalu, saya mencatat kalau saya cuma membaca 7-8 buku saja. Tentu saja jumlah ini sangat sedikit bila mengingat saya adalah seorang pekerja di bidang media yang seharusnya menjadikan membaca sebagai kegiatan rutinnya setiap hari. Sebagai penulis, membaca adalah modal berharga untuk menangkap ide, mencari inspirasi, ... more →
Usai datang ke acara muda-mudi gereja di Sydney CBD malam minggu lalu, ketika hendak menuju Town Hall Station, suasana sepanjang jalan begitu ramai. Orang berbaur dalam tingkah ‘duniawi’ mulai dari cara pakaian nan seronok, berciuman erotis tak peduli jenis kelamin pasangannya… dan kata-kata makian kudengar di sana-sini bak sabda yang terdaraskan. “Andai sekarang kiamat, tentu ... more →
Belum usai masalah GKI Yasmin di Bogor, minggu lalu mencuat clip yang ‘bercerita banyak’ tentang bagaimana jemaat Gereja HKBP Filadelfia di Desa Jejalen, Tambun Bekasi sedang beribadah lalu disebelahnya terpasang beberapa speaker berukuran dan bervolume besar menyuarakan ‘sesuatu-yang-aku-tak-tahu’ yang kemungkinan besar dicorongkan ke arah jemaat yang hendak memulai acara peribadatan. Coba klik di interface bawah ... more →
Kali ini, mari kita ngobrol yang ringan-ringan saja, soal fashion. Kita awali dengan satu pernyataan bahwa salah satu hal menarik yang bisa disimpulkan dari hubungan kisah Adam dan Hawa dengan peradaban adalah, sejak mereka jatuh ke dalam dosa, Tuhan mengimbuhkan rasa malu dan oleh karena itulah mereka berpakaian sejak saat itu untuk menutupi kemaluan mereka. ... more →
oleh Hanny Kusumawati* (1) Lima puluh sembilan jam bersamamu praktis dilewati dalam diam. Kamu hanya angkat suara untuk hal-hal yang dirasa perlu saja. Toilet dulu. Mau beli rokok. Balik duluan, ya. Kamu akan mengangguk untuk ya. Menggeleng untuk tidak. Mengangkat bahu untuk terserah. Lantas kamu akan kembali terdiam. Membakar batang demi batang rokok sekhidmat orang ... more →
Seorang kawan bertanya, “Mungkinkah seseorang mencintai Tuhan tapi tak mencintai manusia?” “Mungkin… tapi tak mungkin.” “Maksudnya?” “Tuhan mana yang dicintainya?” “Emang Tuhan ada banyak?” “Entahlah! Tapi Tuhan yang kusembah menghendakiku mencintai manusia seperti cinta atas diriku sendiri karena aku dan mereka, ciptaanNya.” “Tapi kenyataannya mereka banyak yang membela Tuhan tapi tak mencintai manusia, kan?” “Yup, ... more →
oleh Manto* Romo Magnis pernah menyatakan, politik itu sebenarnya tidak kotor. Politik adalah konsensus bermartabat yang dibentuk untuk mengatur masyarakat dengan suatu cara tertentu demi mencapai kebaikan bagi sebanyak-banyaknya orang. Dengan begitu, politik adalah sebuah institusi kebudayaan yang sejatinya bersih dan mulia. Jadi, tidak mengherankan kalau first lady Michelle Obama menjelaskan tentang Presiden Barack Obama ... more →
Nggak enaknya sih buanyak! Repot. Khawatir. Ngga bebas. Mesti ini.. mesti itu. Tapi sebentar… Dalam pandanganku, punya anak itu perkara “Roh”, bukan dominasi “tubuh” bukan pula “jiwa” jadi sebenarnya tak bisa lah ia diukur ‘enak – tak enak’ – nya. Kenapa? Karena punya anak itu kodrati. Kamu adalah anak bapakmu dan anakmu punya bapak, kamu dan ... more →
