Kalau dibilang sedang lesu menulis ya sebenarnya tidak karena di GoogleDocs aku masih menyisakan beberapa tulisan siap tayang untuk beberapa pekan depan. Yang lebih tepat untuk dianggap terkait dengan ‘absen’ postingan hari rabu kemarin adalah karena pikiran dan kehendakku sedang benar-benar tidak pada porsinya untuk ‘mengurus’ blog ini. Sejak Sabtu, 13 Februari 2010 yang lalu aku ... more →
Aku?
Aku, Donny Verdian. Beberapa memanggilku sebagai DV (divi - eng)
Lelaki Jawa, beranak-istri, bermukim di Australia meski sampai kapanpun Klaten dan lalu Jogja adalah hometown-ku yang sesungguhnya.
Sangat menyukai U2 dan keranjingan pada social media! Punya ego segede toko kelonthong, dan percaya bahwa Tuhan meniupkan nyawa setiap pagi dari secangkir double shots espresso yang kuminum, Australian beer di sore yang kucecap juga masakan babi dalam wujud olahan apapun itu…
Susah untuk mendefinisikan kepribadianku, namun demi mudahnya, kamu bisa menemukanku dalam range antara Tuhan dengan Lucifer. Tak kan lebih dan tak kurang dari itu, atau untuk lebih jelasnya, simak tulisan-tulisanku di kategori ini.
Menulis romantis dan mendayu-dayu itu seperti halnya gula-gula, awalnya berasa luar biasa, tapi terlalu banyak berakibat memuakkan. Oleh karenanya, menyambut ulang tahun pernikahan yang pertama yang jatuh pada 18 Oktober 2009 kemarin, aku berpikir untuk membuang beberapa draft tulisan romantis demi sebuah sajian yang tidak terlalu memuakkan Aku lebih tertarik pada tema tentang penyesuaian diri ... more →
Gempa yang mengguncang Tasikmalaya dan sekitarnya pada Rabu, 2 September 2009 pukul 14.55 (atau 14.57 sih yang benar?) WIB kemarin amatlah memilukan hati. Secara pribadi, aku turut berduka dan berbela sungkawa untuk bencana itu. Akan tetapi, beda di Tasikmalaya, beda pula dengan apa yang terjadi di jagad Facebook beberapa saat setelah gempa di Tasikmalaya terjadi. ... more →
Satu menit hanyalah berarti perubahan satu angka ke depan, misalnya dari menit ke-9 menuju menit ke-10. Tapi coba bayangkan, dalam waktu tak sampai satu menit, lebih dari tiga tahun yang lalu gempa bumi melantakkan Jogja dan sekitarnya. Apalah artinya satu hari karena ia pun hanya berarti perubahan satu angka dari hari pertama ke hari kedua ... more →
Mencari SIM di Australia, khususnya di negara bagian New South Wales tidaklah semudah kita mengambil formulir, mengisi butir demi butir di dalamnya lalu mengumpulkannya kepada petugas sembari menyelipkan amplop berisi sogokan, uang pelancar. Kalau boleh aku bilang, butuh waktu dan intelejensia yang lebih dari lumayan. Kalau kamu tidak pintar mengenali tata aturan lalu lintas serta ... more →
Banyak orang menyangka hidup di Australia, tepatnya Sydney, adalah seperti halnya hidup merantau di sebuah tempat yang terpencil, senyap dan jauh dari bau Indonesia. Teman-teman yang kebanyakan kutemui di situs jejaring sosial di internet sering memancingku mengiming-imingi sesuatu yang berbau “Indonesia” yang menurut mereka tidak dapat kutemukan di sini. Kenyataannya? Meski ada beberapa yang memang ... more →
Satu hal yang perlu kuceritakan hari ini adalah: Dua belas tahun lalu! Citra masih kelas satu SMP dan aku, mahasiswa tingkat dua di sebuah universitas swasta di Jogja yang pada akhirnya juga menjadi almamaternya Citra. Melalui telepon, aku mendapat kabar dari Mama bahwa adikku itu dua hari belakangan ini demam tinggi disertai igauan di tiap ... more →
Tiga bulan sudah aku bekerja di perusahaan ini dan tak ubahnya aku tetap menjadi sosok Pin-Pin-Bo, Pintar-Pintar tapi tetap Bodo Yang membuat Bodo terutama adalah menyangkut Bahasa Inggrisku. Kantorku ini memang isinya bule semua sementara aku adalah satu-satunya Asia, berasal dari negara yang tidak menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa ibu dan berlidah Jawa. Mereka berbicara, ... more →
Coba simak video yang ada di bawah ini: O well! Kita sebagai orang Indonesia semestinya bangga karena ternyata bahasa Inggris kita tak parah-parah amat dibandingkan dengan apa yang terjadi pada ajang “Music Idol” sejenis Indonesian idol-nya Bulgaria, 2008 yang lalu. Adalah Valentina Hasan, kontestan yang dengan sangat pede-nya bilang akan menyanyikan lagu berjudul “Ken Lee”. ... more →
Libur Paskah kemarin, 10 – 12 April 2009, bersama Istri, Mama Mertua, keluarga Jaya dan Irna, serta keluarga Darell – Cucu dan anak mereka Ben, kami pergi melancong ke Port Stephens, NSW, Australia. Port Stephens adalah sebuah kawasan pantai dan pelabuhan yang pada akhirnya menjadi kawasan tujuan wisata, terletak sekitar 160 kilometer dari pusat kota ... more →