Pagi, Hon! Waktu aku di kamar mandi pagi tadi (kamu masih tertidur) dan sibuk mencari botol sampoo baru di dalam lemari, tak kusengaja tersentuh olehku botol gel pengeras rambut yang kita beli setahun lalu. Aku ingat betul gel itu kita beli di Coles Stockland, sehari sebelum hari ini, setahun yang lalu. Mengherankan ya! Aku kok ... more →
Aku?
Aku, Donny Verdian. Beberapa memanggilku sebagai DV (divi - eng)
Lelaki Jawa, beranak-istri, bermukim di Australia meski sampai kapanpun Klaten dan lalu Jogja adalah hometown-ku yang sesungguhnya.
Sangat menyukai U2 dan keranjingan pada social media! Punya ego segede toko kelonthong, dan percaya bahwa Tuhan meniupkan nyawa setiap pagi dari secangkir double shots espresso yang kuminum, Australian beer di sore yang kucecap juga masakan babi dalam wujud olahan apapun itu…
Susah untuk mendefinisikan kepribadianku, namun demi mudahnya, kamu bisa menemukanku dalam range antara Tuhan dengan Lucifer. Tak kan lebih dan tak kurang dari itu, atau untuk lebih jelasnya, simak tulisan-tulisanku di kategori ini.
Suatu waktu dulu, Tunggonono pernah bertanya padaku “Bos, menurut sampeyan, bagaimana sosok ibu dimata Bos?” Sesaat aku terkaget dengan pertanyaan yang begitu datar namun dalam dari sosok Tunggonono yang preman ndeso itu. “Bos…” “Ya?” “Lho pripun tho..? Gimana sih? Kok nggak dijawab malah diem sambil merem begitu?” Ia tampak tak sabar dengan jawabanku. Aku tetap ... more →
Tepat 8 Februari 2009 kemarin, terhitung sejak 1 November 2008, aku menyadari pada akhirnya Tuhan lah yang memampukanku untuk dapat mengalami seratus hari pertama tinggal di benua baru, negara yang baru, Australia. Bohong besar kalau aku tidak banyak berubah setelah seratus hari pertama tersebut. Ada begitu banyak berkat dan rahmat serta proses pendewasaan diri yang ... more →
Tak ayal lagi, dua hal terbesar yang akan menjadi pemantik keriaan hingga akhir kuartal pertama tahun ini adalah konser Coldplay (Viva La Vida Tour) di Sydney, Australia serta release studio album ke-12 milik grup band terbesar U2 yang diberi titel No Line on the Horizon. Kalau tak ada aral yang melintang, kedua hal tersebut akan ... more →
Perubahan yang sangat kentara terjadi setelah aku kembali bekerja adalah kesulitanku untuk mengupdate blog ini. Bangun pagi jam 05.00 am lalu mempersiapkan diri untuk berangkat kerja jam 6.30 am. Kerja sejak pukul 8.30 am hingga jam 5 sore lantas balik ke rumah hingga jam 7.15 pm kemudian mandi dan bersiap tidur, membuatku tak bisa melakukan ... more →
Dan dia datang kembali! Sahabat lama merangkap bekas batur yang kerap menunggui malam-malam sepiku di bekas kantor dulu, sekaligus preman ndeso yang kalau ngomong suka ngotot sampai urat di lehernya bisa berereksi sebesar jari kelingking dengan mata memerah marah…. ladies and gentlemen please welcome, Mr Tunggonono! Yup, dia datang kemarin pagi, memecah keheninganku ketika tengah ... more →
Dengan telah bekerja kembali, kurasakan pengalaman kemanusiaanku semakin dipertebal! Aku yang semula di Indonesia bekerja untuk diri sendiri atau setidaknya untuk investor dan sesama kolegaku, sekarang bekerja untuk perusahaan, untuk sebuah keping representasi dari apa yang dinamakan sebagai kapitalis. Di atasku ada seorang manager, dan di atasnya lagi ada CEO lalu Chairman, si pemilik perusahaan. ... more →
Pada mulanya aku ingin mengabarkan kabar baik itu, pertama-tama untuk keluarga orangtua di Indonesia sana. Sudah kuberketik di blackberry dan sudah pula kutambahkan nomer handphone Citra, adikku , Mama dan Papa lalu tinggal memencet “SEND” tapi lalu kuurungkan begitu saja… Lantas kucoba untuk membuka aplikasi Mobile Facebook, masih melalui Blackberry-ku, ingin kutuliskan status di sana ... more →
Aku melihat ada satu hal yang positif, tentang kepercayaan dan kepasrahan kepada Tuhan terhadap masa depan yang kentara pada sosok-sosok yang mau merencanakan untuk memiliki anak. Di jaman yang tak mudah ini, dimana tongkat kayu dan batu ditanam tak lagi jadi tanaman, pertarungan bukan lagi sekedar menjadi kaya atau miskin tapi lebih dari itu menjadi ... more →
Kemarin Sabtu, 10 Januari 2009, berdua bersama Istri, aku menonton pertunjukan film U23D di LG Imax yang terletak di dekat Darling Harbour. Yang menarik dari “bioskop” ini selain karena memiliki layar terbesar di dunia (tinggi: 29.42 dan panjangnya 35.73 meter) adalah konsep tiga dimensi (3D) dimana gambar yang dihadirkan dihasilkan dari dua proyektor yang apabila ... more →