Jangan berpikir yang macam-macam kalau kubilang bahwa semakin hari, aku semakin sulit untuk mengapresiasi musik yang beredar di industri musik tanah air. Bukan seleraku yang meninggi meski aku nggak berani gegabah untuk berujar “Jangan-jangan mereka mencoba berkesenian instan dengan harapan imbalan popularitas dan kekayaan yang instan pula?”. Namun demikian, bukan berarti aku tak mencintai musik ... more →
Dapat istilah ini…
dari Paman Tyo yang kesohor itu, lalu karena bagus kupakailah istilah “Nirmana” ini di sini. Arti sesungguhnya, sungguh-sungguh aku tak tahu tapi aku mengandaikan dari bunyinya, “Nirmana” berarti sesuatu yang kudapat dari inderaku lalu kulepaskan lagi dalam jalur kata-kata. Ya, semacam liputan atau tanggapan atau apapun yang pokoknya umpan tulisannya nyata dan jelas adanya.
Membayangkan bagaimana sebuah bangsa dipandang adalah membayangkan sebuah lukisan seorang wanita cantik yang tersusun dari 100 buah puzzle. Butuh waktu berjam-jam untuk menyusun setiap keping pada tempat yang semestinya untuk menjadi lukisan yang sempurna, menampilkan wajah cantik wanita yang menjadi obyeknya. Tapi bayangkanlah ketika dua atau tiga kepingnya hilang, sehebat apapun kita dalam menyusun, hasil ... more →
Kalau mau jujur, hal yang paling menyebalkan dalam berkendara motor bagiku adalah karena kita harus mengenakan helm. Alasan yang pertama adalah helm bikin rambut lepek. Kalian tau lepek? Itu lho, rambut kamu jadi kelihatan kempes, tak mengembang seindah mbak-mbak penjaja iklan shampoo di televisi yang kita tonton sehari-hari. Aku ingat dulu jaman SMA kalau mau ... more →
Sayangnya, tak semua blog pada akhirnya ditujukan untuk pembagian informasi oleh pemiliknya. Mula-mulanya sih barangkali demikian, bahkan bisa dibilang hampir semua (barangkali?), namun seiring berjalannya waktu, sesuai semboyan “Go monetize your blog” mereka lambat laun berubah menjadi zombie penghisap uang dengan cara-cara yang sebenarnya halal namun kerap agak sedikit kurang berkenan bagi mereka yang membaca. ... more →
Tulisan ini adalah rangkaian dari serial tulisan ‘Vakansi ke Canberra’. Untuk menyimak selengkapnya, klik di sini. Ketika kami keluar dari Questacon, matahari telah menjingga di sisi barat sementara waktu telah menunjuk pukul 05:00 pm. “Waktunya untuk pulang!” gumamku seraya mengenakan coat dan topi fedora sambil berjalan bersama-sama kawan menuju mobil. Tak tunggu lama lagi, setelah ... more →
Foto di samping adalah pemandangan yang jamak ditemui di sini. Sebuah iklan berisi ajakan menyewa apartemen secara berbagi (shared). Apartemen yang disewakan biasa terdiri dari beberapa kamar (2 – 4) namun pada kenyataannya yang disewakan bisa lebih dari angka jumlah kamar karena atas nama pengiritan, banyak yang rela tidur dan ‘berkamar’ di ruang tamu dengan ... more →
Tulisan ini adalah rangkaian dari serial tulisan ‘Vakansi ke Canberra’. Untuk menyimak selengkapnya, klik di sini. Salah satu pengalaman tak terlupakan sepanjang hidup adalah mengalami gempa bumi dahsyat di Jogja, akhir Mei 2006 silam. Boleh percaya boleh tidak, setelah lima tahun berlalu, trauma goncangannya hingga kini masih terasa. Nah, di Questacon, The National Science and ... more →
Tulisan ini adalah rangkaian dari serial tulisan ‘Vakansi ke Canberra’. Untuk menyimak selengkapnya, klik di sini. Kalian pernah membaca cerita Gulliver’s Travels atau barangkali beberapa sudah menonton filmnya, karena cerita lawas ini telah diangkat ke layar lebar tahun lalu dengan adaptasi setting serta cerita yang habis-habisan bedanya dibanding cerita asal yang dirilis tahun 1726, alias ... more →
![Post image for [Interview - Risky Summerbee] Musik yang terhegemoni industri selalu latah dan tak otentik](http://donnyverdian.net/wp-content/uploads/blog_rizki.jpg)




