Risalah Akhir Pekan 21/2015

cangkir kopi baru pemberian klien dengan warna ceria...

Dalam waktu sepuluh hari kehilangan dua sahabat untuk selamanya adalah sesuatu yang menyesakkan.Setelah Iwan berpulang 10 Mei 2015 silam, hari Rabu yang lalu Hamid Muhammad atau yang akrab dipanggil Hamid meninggal setelah ditemukan pingsan di kantor tempat ia bekerja di Jogja.Hal ini tentu mengagetkan. Meski akhir-akhir ini aku tak terlalu akrab dengan Hamid, tapi kami pernah dekat.Aku sempat merenung, apa yang salah dengan semua ini? Kenapa datangnya begitu bertubi-tubi? Apa karena ... baca selanjutnya

Langit utara Jogja

foto diambil dari https://www.facebook.com/kotauntukmanusia

Dari foto yang di-share oleh kawan lamaku, Halim Budiono dan bersumber dari akun Kota Untuk Manusia, aku harus sepakat bahwa seiring maraknya pembangunan gedung bertingkat di Jogja, hal itu makin menyulitkan mereka yang tinggal di dalam kota yang selalu istimewa itu untuk mencari arah utara kota!Orang-orang lama Jogja atau yang pernah tinggal di Jogja dalam waktu yang lama pada periode lalu tentu tahu bahwa salah satu cara khas mengetahui mana arah utara Jogja adalah dengan mencari sosok ... baca selanjutnya

Risalah Akhir Pekan 20/2015

Pagi yang mengakhiri kelam hadir dengan aneka warna yang menggugah...

Kalau periode waktu harus dimaknai dalam palet-palet warna, barangkali minggu kemarin adalah masa yang terhiasi kelabu di sekujur hari-harinya karena aku kehilangan sosok sahabat, Iwan Santoso, yang berpulang 10 Mei 2015 silam.Atau jika mau dipadankan dengan langit dan udara, minggu kemarin adalah paparan langit yang dipenuhi awan gelap dan angin sepoi-sepoi menambah gelungan demi gelungannya menjadi kian pekat, tapi karena tiada hujan yang kunjung turun, kepekatan menggelanyut di angkasa, ... baca selanjutnya

Bispak

blog_bispak

Rame-rame berita soal prostitusi selebriti di Tanah Air membuatku teringat pada seorang kawan wanita yang pernah dengan sangat terbuka mengaku bahwa iapun ‘bisa dipakai’ alias bispak, "Asal harganya cocok!" katanya sambil mengerlingkan mata penuh goda.Mungkin ceritanya akan sedikit usang kalau kawanku tadi bercerita setelah ia bertobat atau insaf, tapi ini tidak! Ia begitu terbuka kepadaku (dan teman-teman lainnya) saat ia masih aktif praktek prostitusi, saat kami sama-sama duduk di bangku ... baca selanjutnya

tis76*

Sorry, Wan! Fotoku kuedit ya. Warnanya kubikin terang ben ora blawur, Su! :)

Dengan suara paraunya, Mamaku semalam berkata bahwa kematian itu seperti barang yang diambil kembali orang Yang Empunya. "Kita mungkin mikir, lho kok aku nggak dikasi tahu sebelumnya dan tiba-tiba barang itu hilang? Padahal kita sebenarnya sudah dikasi tau sejak kita semua belum ada bahwa memang kita nggak berhak apa-apa dan semua itu baru terasa ketika semuanya terjadi, ketika barang itu selamanya hilang... pergi untuk kembali kepada Yang Empunya!" * * *Sampai tulisan ini kurawi, ... baca selanjutnya

Hidup ini nggak fair! Emangnya kamu belum tau?

blog_monday4May2015

Whoever says that life is fair? Even Jesus, The Lord Almighty, was treated unfairly until His death on the cross. So be happy if you were treated as such. The more unfair it is for you, the more it shows that you certainly have better qualities than them. Steadfast, and persevere in The Lord. (Joyce Taufan-Verdian, bojoku) Sebenarnya aku telah mempersiapkan tulisan untuk hari ini tapi semuanya buyar setelah moodku hancur berantakan. Aku mendapati diriku ternyata masih sangat rentan untuk ... baca selanjutnya

Risalah Akhir Pekan 17/2015

Lukisan 'bullet' (peluru) karya Myuran Sukumaran, salah satu dari sepuluh terpidana mati yang akan menjalani eksekusi 28 April 2015 mendatang. (Copyright. news.com.au)

Aku tak terlalu sreg dengan istilah ‘alam berulah’. Kesannya alam itu kurang ajar selayaknya penjahat yang membuat ulah. Aku lebih senang menggunakan frase ‘alam menggeliat’ untuk melukiskan perubahan yang ditampakkan alam sebagai konsekuensi wajar kehidupan. Meski, geliatnya itu terkadang membuat kita terkaget-kaget dan tergopoh dan biasanya diakhiri dengan pertanyaan retorik, “Kenapa bisa begini ya?”Seminggu terakhir cuaca di Sydney menggeliat! Empat hari di awal minggu yang lalu, badai ... baca selanjutnya

La petite mort

blog_bauketek

Gara-gara bau ketek, RS harus kehilangan kebebasannya karena masuk bui terkait kasus pembunuhan terhadap Tata. Demikian juga dengan Tata, ia terbunuh hanya gara-gara selama berhubungan intim, mengeluhkan bau ketek si RS sambil terus menutup hidungnya.Berita ini menjadi bubble yang cukup besar dalam perbincangan di social media di Indonesia minggu lalu.Sebagai manusia yang pernah berhubungan intim, bagiku ini perkara yang wajar tapi sekaligus tak wajar.Kewajarannya terletak pada bau ... baca selanjutnya

Risalah Akhir Pekan 15/2015

blog_risalah15_1

Minggu lalu sebenarnya diawali dengan tak terlalu menyenangkan karena kami sekeluarga tak bisa ikut Perayaan Paskah!Rencana awalnya adalah kami pergi ke Perayaan Malam Paskah. Sesuai jadwal, acara diadakan pada jam 6:30pm. Tapi rupanya menjelang jam lima sore, Odilia dan Elodia sudah ngantuk berat karena tidak tidur siang. Membawa anak-anak ngantuk dalam perayaan seperti itu bakal memusingkan karena mereka belum mau tidur karena excited melihat banyak orang, tapi di sisi lain mereka ngantuk. ... baca selanjutnya

Sumur

blog_sumur

Sumur adalah sumber air keluarga. Bagi orang Jawa sepertiku, sumur adalah hal penting. Dulu sebelum PDAM masuk, ia harus ada di setiap rumah. Ia tidak boleh diperlakukan sembarangan. Tidak boleh ada sampah sedikitpun yang dilemparkan ke dalamnya dan tidak boleh pula ia dimatikan sumber airnya (dikubur, ditutup ulang dengan tanah atau semen). Tak sedikit yang juga lantas menghubungkan sumur dengan dunia gaib, sebagai sesuatu yang harus diruwat atau bahkan tak jarang muncul cerita tentang sumur ... baca selanjutnya