Pertimbangan logika

Aku percaya bahwa dalam setiap hal yang menjadi keputusan di dunia ini, harus selalu ada alasan yang logis dibaliknya atau setidaknya, bisa didekati dengan pendekatan logika hingga kita tahu kenapa keputusan tersebut pada akhirnya ada. Beberapa waktu lalu, melalui sebuah surat elektronik, aku read more here!

Posted in Cetusan | Tagged , | 29 Comments

Are you happy?

Happy dan Not happy/Unhappy adalah dua hal yang sangat menentukan apakah satu relasi antar manusia di negara ini berjalan dengan baik atau tidak.

Pada saat kamu diterima kerja, pertanyaan yang akan muncul pertama kali dari bos kantor yang merekrutmu adalah “Are you happy to work with me (and the salary as well)?”
Kalau kita gamang lantas menjawab “No, i’m not sure…I’m not happy!” maka proses akan berhenti di situ.
Tapi kalau kamu dengan lantang menjawab “Yes, i’m happy!” maka perekrutmu pasti akan bilang bahwa ia juga happy. Read More »

Posted in Cetusan | Tagged , , | 29 Comments

Made in China

Berterimakasihlah pada China! Karena, sedemikian murah dan cekatannya tenaga kerja di negeri itu, maka kita bisa mengenakan pakaian bagus dengan harga terjangkau. Awal 2000-an lalu, aku masih begitu alergi setiap belanja pakaian dan melihat dibalik tag name nya atau di bungkus produknya tertera read more here!

Posted in Nirmana | Tagged , , , | 26 Comments

MyZone

Barangkali aku salah, tapi tampaknya setiap persoalan yang muncul di dunia ini memiliki satu pola sebab yang sama yaitu pertambahan populasi orang yang semakin banyak berakibat pada semakin banyaknya kebutuhan. Sementara itu, sarana-sarana pemenuhannya tak bertambah secepat pertambahan populasi atau bahkan sebaliknya, menyusut dan tak bisa diperbaharui lagi. Read More »

Posted in Nirmana | Tagged , , , | 19 Comments

Menjadi tuna untuk menjadi baik?

Pernah suatu waktu ketika SMP dulu, seorang teman sekelas menganggapku sombong hanya karena aku tak menyapanya pada sebuah perjumpaan di suatu sore di trotoar jalan dekat rumahku. Aku sendiri awalnya bingung karena mana mungkin aku bertingkah demikian sedangkan dia adalah teman baikku, ini read more here!

Posted in Cetusan | 26 Comments

Hikayat Tattoo (6), Akhir yang bukan akhir

Tulisan ini adalah tulisan keenam dari rangkaian serial “Hikayat Tattoo”. Sebuah usaha untuk melawan lupa tentang bagaimana aku merelakan inchi demi inchi permukaan kulit untuk dirajah, untuk ditattoo. Baca juga tulisan sebelumnya dalam serial ini: Hikayat Tattoo (1), Pelajaran untuk read more here!

Posted in Aku | Tagged | 37 Comments

Hikayat Tattoo (5), El Shaddai

Tulisan ini adalah tulisan kelima dari rangkaian serial “Hikayat Tattoo”. Sebuah usaha untuk melawan lupa tentang bagaimana aku merelakan inchi demi inchi permukaan kulit untuk dirajah, untuk ditattoo. Baca juga tulisan sebelumnya dalam serial ini: Hikayat Tattoo (1), Pelajaran untuk read more here!

Posted in Aku | Tagged | 19 Comments

Hikayat Tattoo (4), Aku duwe konsep!

Tulisan ini adalah tulisan keempat dari rangkaian serial “Hikayat Tattoo”. Sebuah usaha untuk melawan lupa tentang bagaimana aku merelakan inchi demi inchi permukaan kulit untuk dirajah, untuk ditattoo. Baca juga tulisan sebelumnya dalam serial ini: Hikayat Tattoo (1), Pelajaran untuk read more here!

Posted in Aku | Tagged | 15 Comments

Australia Slang, Mate!

Bahasa, seperti halnya produk budaya lainnya, selalu berdinamika dipengaruhi berbagai macam unsur. Hal yang paling menarik dari kenyataan itu adalah timbulnya istilah-istilah ’slang’ yang in my humble opinion, lahir karena dipengaruhi posisi geografi pengguna dan penggunaan bahasa itu read more here!

Posted in Nirmana | Tagged , | 20 Comments

Hikayat Tattoo (3), sakit yang tak terperikan

Tulisan ini adalah tulisan ketiga dari rangkaian serial “Hikayat Tattoo”. Sebuah usaha untuk melawan lupa tentang bagaimana aku merelakan inchi demi inchi permukaan kulit untuk dirajah, untuk ditattoo. Baca juga tulisan sebelumnya dalam serial ini: Hikayat Tattoo (1), Pelajaran untuk read more here!

Posted in Aku | Tagged | 24 Comments
  • Versi Beta

    Situs web ini akan selalu dalam tahap pengembangan sejak dipublikasikan pertama kali pada 20 Desember 2007.

    Ikon manusia "Donny Verdian" hasil kreasi Donny Verdian (Terima kasih untuk para pendahulu pencipta ikon, Ardian Sukmaji (2007 - 2008), dan Anjung Sakti (2005)).

    Seluruh tulisan dan isi konten lainnya kecuali "tanggapan" adalah hasil pemikiran Donny Verdian.

    Untuk konten khusus yang saya sadur maupun tayangkan dari tautan luar situs web ini, akan saya cantumkan sumber/pengkreasinya. Ingatkan saya apabila saya lalai akan hal ini. Pemberlakuan copyrights di situs web ini adalah sesuai dengan salinan di sini.