GILA! Empat tahun! Gila! Aku tak pernah menyangka bahwa aku akan seserius ini ngeblog, empat tahun yang begitu aktif setelah sebelumnya hanya berpredikat sebagai blogger abal-abal di donnie.or.id sejak Februari 2002. Bangga? Jelas! At least aku tak harus mengingkari diriku sebagai blogger tulen lalu bergabung sebagai kalangan yang “sebenarnya ingin ngeblog tapi apa daya tak ... more →
Awalnya tulisan ini bakal panjang tapi setelah tahu apa yang kutulis akan terasa basi maka kupenggal badan terpenting tulisan ini bagian pelukisan bagaimana kejamnya pembantaian di Mesuji. Awalnya tulisan ini juga akan memuat pernyataan Jodie Rooseto si Brigadir Jendral yang Kapolda Lampung itu. Mengimbuhkan sebaris pernyataan “Pelakunya warga masyarakat. Itu kan terjadi (ketika) bentrok warga ... more →
Kalau aku jadi Tuhan, aku akan berterima kasih pada Sondang, karena melalui ia dan kematiannya, aku bisa berpikir ulang apakah smua pelaku bunuh diri itu pantas di-neraka-kan. Tapi itu toh hil yang mustahal, Asmuni bilang! Siapa mampu menjadi Tuhan? Orang bilang, Sondang berjuang ‘tidak pada tempatnya’, tapi pertanyaanku, masihkah ada cara dan tempat yang semestinya ... more →
Selain soal ciuman, ‘pasangan hidup’ juga dipandang dalam persepsi yang berbeda oleh banyak kalangan. Tak jarang perbedaannya membuat sesuatu kurang ‘mengenakkan’ ketika seseorang/sekelompok orang mulai ‘kepo’ dan bertanya, “Kok mereka gitu sih? Salah tau!” Kalau kita tinggal di Indonesia dan berkenalan dengan pria yang baru kita kenal di acara kawinan misalnya, dengan paparan usia sekitar ... more →
Tulisan Momon, salah satu blogger yang kukagumi karena kelihaiannya menuangkan kecerdasan otaknya dalam bentuk tulisan, membuatku berpikir apa iya, hanya gara-gara ciuman apalagi melihat foto ciuman antara Presiden Obama dengan Julia Gillard (PM Australia) maka kita lantas menjadi ‘asusila’? Asusila sendiri dalam KBBI dirumuskan secara singkat tapi sekaligus menebar ambiguitas. Disebutnya demikian ‘tidak susila; tidak ... more →
Peristiwa ambruknya jembatan beberapa hari silam sejatinya tak mengagetkanku. Bagiku, itu adalah ‘riak’ yang memperjelas gambaranku tentang bagaimana pemerintah bekerja. Aku membayangkan pemerintah tak ubahnya seperti seorang yang tak terlalu pandai menyelesaikan setumpuk persoalan yang ada di depannya. Ibarat seorang yang diberi tugas untuk membenahi rumah yang hampir rubuh, pemerintah tak tahu mana hal yang ... more →






