Perlengkapan Musim Dingin

Winter ini adalah winter pertamaku di Australia.

Aku patut bersyukur karena meski memiliki musim dingin (winter) tapi Australia memiliki iklim yang tidak segarang negara-negara di Eropa ataupun Amerika Utara. Di sini, winter hanya berkisar di angka 0 derajat celcius sampai 15 derajat celcius saja. Angka termometer menunjuk ke minus hanya kadang-kadang saja terutama di malam dan dinihari.

Matahari, meski umurnya menyingkat pada saat winter tiba, tapi singkatnya ya tak separah negara-negara di kawasan yang kusebutkan di atas. Seperti sekarang-sekarang ini, matahari terbit sekitar pukul 7 pagi dan terbenam menjelang pukul 5 sore.
Tak terlalu parah, bukan?

Tapi justru yang kupikir parah adalah pikiranku sendiri.
Sejak dulu aku selalu beranggapan bahwa yang membedakan antara manusia yang hidup di iklim tropis dengan mereka yang tinggal di subtropis ataupun di kawasan yang dingin adalah daya tahan terhadap cuaca dingin.

Di otakku dulu, aku berpikir bule pasti lebih tahan dingin ketimbang orang-orang Indonesia.
Mereka pasti akan tetap tahan untuk buka baju di udara yang menggigil dan sebaliknya, kita pasti akan membebat diri dengan pakaian super tebal. Dan anggapan itupun terpatahkan, pemikiranku salah semua!

Orang-orang bule itu ternyata juga manusia yang tak terlalu kebal terhadap cuaca dingin.
Mereka juga bisa mengeluh betapa dingin suhu hari itu meski dalam hati aku berpikir bahwa “Ah, ini tak terlalu dingin ketimbang kemarin di pelataran rumahku!” Kebetulan, rumah yang kutempati sekarang ini berada di kawasan utara Sydney, daerah perbukitan yang suhunya bisa 2 – 5 derajat lebih rendah ketimbang suhu di kota.

Lalu bagaimana caraku menghalau hawa dingin di bulan-bulan ini?

Baju Thermal
Winter
Satu yang tak pernah bisa lepas adalah baju thermal.
Wujudnya seperti yang tampak di foto, berupa kaos oblong lengan panjang berbahan katun super ketat menempel di badan.
Kaos thermal ini fungsinya seperti kaos dalam yang diluarnya akan dilapisi dengan kemeja atau kaos biasa.
Waktu pertama kali mengenakan, aku bertanya kepada istriku kenapa kaos setipis ini bisa menghalau hawa dingin, ia menjawab bahwa hawa dingin bisa ditangkis karena ketatnya kaos itu menempel di badan.
Awalnya aku tak percaya, tapi pada akhirnya akupun membuktikan bahwa omongan itu memang benar adanya.

Kaos/kemeja
Winter
Seperti yang kubilang di atas, setelah baju thermal, tepat di atasnya kita lapisi (layered) dengan baju atau kemeja biasa.
Karena aku bekerja mengenakan kaos maka akupun melapisi baju thermal itu dengan kaos biasa.

Sweater
Winter
Kalau cuaca memang benar-benar dingin, aku biasa melapisi lagi baju/kemeja itu dengan sweater wool yang tipis dan menempel di badan. Tapi hal ini sangat jarang kulakukan kecuali memang aku berpikir bahwa seharian itu aku akan berada di luar ruangan. (Ruangan-ruangan kantor di sini meski tak dipasangi heater untuk menangkal pegawai yang mengantuk, biasanya suhu di set pada suhu ruangan yang nyaman, tak dingin dan juga tak hangat).

Jacket
Winter
Untuk lapisan terluar, aku mengenakan jacket.
Aku memiliki dua jenis jacket, kulit dan parasuit.
Kedua-duanya sangat kuat menangkal hawa dingin, dan aku memilih mengenakannya bergantian sesuai keinginan saja.

Celana
Winter
Untuk celana sebenarnya disarankan untuk memakai celana thermal yang bahan dan karakternya sama dengan baju thermal.
Tapi karena aku tak bisa membayangkan betapa akan ribetnya, aku memilih untuk mengenakan celana jeans saja. Kebetulan, aturan kantorku mengijinkanku untuk mengenakan jeans setiap hari kerja.

Sepatu
Winter
Banyak orang menyarankan untuk mengenakan ugg boot, sepatu boot yang sisi dalamnya terbuat dari bulu domba.
Hangat? memang… tapi hingga saat ini aku belum terlalu merasa perlu untuk membelinya.
Aku masih merasa cukup nyaman dengan boots kulit yang tiap hari kupakai dan yang terpenting, menurutku, adalah bagaimana kita memilih kaos kakinya saja. Aku memilih untuk mengenakan kaos kaki yang tak begitu tebal tapi ketat mengikuti lekuk telapak kaki.
Kaos kaki yang terlalu tebal malah akan menimbulkan keringat yang membuat kaki terasa lebih dingin!

Syal
Winter
Ini dia hal yang menurutku terpenting!
Aku bisa bertahan dengan kaos dan jeans, tapi tak bisa bertahan tanpa melilitkan syal di leher.
Dan ini bukan perkara winter atau summer saja tapi ini karena angin!
Leher adalah bagian yang sangat sensitif terhadap angin. Kena sedikit saja, masuk angin akan menyergap tiba-tiba :)
Maklum, wong Jowo!
Aku memilih syal yang terbuat dari bahan wool atau acrylic. Cukup lilitkan di leher ketat-ketat dan siap menghalau dingin, mencegah masuk angin.

Beanies
Winter
Istilah indo-nya, kupluk, topi rapper :)
Topi rapper biasanya terbuat dari wool ataupun acrylic, tapi yang aku punya terbuat dari kulit dengan bulu domba melapis di bagian dalamnya. Satu yang kusuka dari beanies adalah kehangatannya bisa bikin telinga hangat, dan satu hal yang tak terlalu kusuka adalah kalau dipakai kelamaan akan membuat rambut menjadi lepek :)
Makanya, kalau tak terlampau dingin atau memang tak terlalu lama berada di luar ruangan, aku men-skip beanies dan kusimpan di dalam dailypack-ku.

Sarung Tangan
Winter
Ini perkara wajib, saudara-saudara :)
Aku menempatkannya di urutan kedua setelah syal.
Kenapa, karena terlalu dingin akan membuat jari tangan beku dan susah digerakkan dan akibatnya, karena aku bekerja di belakang komputer, menit-menit awal di kantor akan susah untuk menggerakkan tangan di atas keyboard dan mouse semenjak kuyakin bahwa chatting bukanlah terapi yang tepat untuk menghangatkannya :)
Sarung tangan terbuat dari macam-macam bahan. Yang populer adalah dari bahan parasuit tapi ada juga yang terbuat dari kulit. Dan kulit adalah pilihanku :)

Heater
Winter
Ketika sampai di rumah, selepas mandi malam, menjelang dan selama tidur, penghangat ruangan (heater) adalah satu perangkat yang mutlak dinyalakan sepanjang musim dingin :)
Heater memiliki bentuk yang bermacam-macam.
Aku sendiri baru mengenal beberapa, heater portable yang bentuknya seperti kipas angin portable kotak dan bertenaga listrik, heater portable berbentuk kotak juga tapi bertenaga gas dan listrik (sebagai pemantik), serta kasur yang memiliki elemen-elemen penghangat bertenaga listrik.
Aku punya semua kecuali yang terakhir. No way! Aku masih tak terlalu percaya pada yang namanya listrik! Bagiku, lebih baik masih agak sedikit kedinginan asalkan tak terkejut ketika bangun tersengat listrik dan .. mendadak jadi Flash Gordon. Thanks but no thanks :)

Tolak angin
Winter
Ini mutlak dan harus digarisbawahi :)
Meski mahal, satu boks (10 sachet) di sini sekitar 10 dollar, tapi obat import dari Indonesia tercinta ini sangat mujarab dan praktis ketimbang harus kerokan :) Tak hanya itu, ketika malam tiba dan dingin semakin menyelimuti, obat yang sempat dipopulerkan almarhum Basuki ini bisa juga jadi minuman penghangat jika diseduh dengan teh atau kopi.

Minuman Penghangat dan Makanan yang Hangat.
Winter
Jahe Wangi dan Serbat adalah dua jenis minuman panas khas Indonesia yang mudah dijumpai di sini. So, aku selalu menyiapkannya dan meminumnya hampir tiap malam terutama hari-hari kerja.
Sementara pada weekend, aku biasa memilih untuk menyeruput Vodka ataupun Whiski Cola sebagai pengganti Jahe Wangi dan Serbat.
Kenapa? Karena selain tetap hangat, sensasinya luar biasa :)

Winter
Sementara soal makanan hangat, kalau mau irit atau sedang tak mau keluar karena saking dinginnya, seduh saja Indomie yang juga tak terlampau susah untuk dicari di Australia. Kalau niat keluar rumah, pergi ke restaurant Indonesia dan makan Mie Godog, atau makan Pho, mie Vietnam yang sangat yummy itu!

Pasangan

Winter
Yang terakhir bukan berarti yang tak terpenting :)
Selain semua yang kusebut di atas, kehangatan yang sejati bisa diperoleh ketika kita saling bersentuhan dengan pasangan kita masing-masing.
Eitsss, jangan diartikan yang bukan-bukan tapi dengan bergandengan tangan terlebih berpelukan, kehangatan pun terbagikan.
Bersyukur aku sudah menikah, sehingga ketika pulang kerja, menjelang dan selama tidur, aku bisa bekerja sama dengan istri untuk saling menghalau hawa dingin di tubuh masing-masing. Itulah salah satu hakikat pernikahan, barangkali :)

49 komentar… add one

  • narpen 4 August 2009

    Wah, menarik postingannya. Aku dulu juga berpikir (sampe skrg malah :p) orang bule lebih tahan dingin.
    Wah ternyata ada tolak angin juga ya di Aussie. Tolak angin itu emang manjur banget ya.. Masuk obat mujarabku juga nih klo lagi masuk angin.. (Klo orang jawa kan, semua gejala ga enak badan bisa disebut masuk angin, hehehe..)
    Btw itu sarung tangan kulit klo di dalem ruangan dipake juga Mas (buat ngetik)?

    • DV 4 August 2009

      Tolak angin dan banyak produk Indonesia (termasuk orang-orangnya) membanjiri Australia, Pen! :)
      Jadi jangan khawatir kalau pindah kemari seperti hanya pindah propinsi ajah :)

      Ngetik ya ndak pake sarung tangan. Sarung tangan hanya dipake pas di luar atau di bis, untuk kerjaan yang membutuhkan hal-hal terkait dengan jari ya dilepas atuhhh..:)

  • Chandra 4 August 2009

    Weisss mantap persiapannya!

    Heater favorit di rumah gue adalah Fin Oil Heater. Berdasarkan hasil baca-baca, heater jenis ini adalah jenis heater teraman kalo di rumah lo ada anak kecil karena permukaannya ga terlalu panas kalo dinyalain walau seharian dan hening ga bersuara! Cinta banget ma heater kolom jenis ini!

    Buat kamar mandi gue pake heater listrik templok yg ada filamennya, cepet panasnya, cocok untuk “merenung” dalam waktu singkar di kamar mandi..hihi..

    Fan heater gue ga suka, berisik and rasaan angetnya ga merata…

    Gas heater ga pernah nyoba. Agak ngeri ama yang namanya nyerempet-nyerempet gas…hehehe

    Selimut, kasur, or karpet listrik, hihi sama ma elo, takut sial juga kalo tiba-tiba kesetrum, ge merasa cukup hangat dengan heater, sweater, selimut tebal, celana panjang, kaos kaki…

    Sekian komen panjang kali ini… ^___^

    Btw, persiapan buat spring apaan nih oom…kacamata hitam dengan kemeja kembang-kembang full colour kancing atas terbuka dan bagian bawahnya dimasukkin kedalem jeans? Hehehehehe…

    • DV 4 August 2009

      Hahahahaha…
      Heater favorit gw apapun jenisnya yang penting hangat dan panas..:)

      Tapi gw paling suka jenis heater gas meski… guess what, sampe sekarang gw nggak berani nyalain takut kebakaran hahaha :)

      Kalau di kamar mandi gw bawa heater dari kamar (dan ini kadang bikin istri gw bete karena kamar jadi dingin dan karena gw mandinya lama hahaha).

      Persiapan spring kalau gw om-om ganjen kali gw bakalan setuju ama apa yang loe bilang tapi berhubung gw masi om-om yang kalem dan even RAWKSTARRRR :) maka gw cuma siapin t-shirt U2 aja hahaha…:)

      Blacktown bukannya springnya masih desember? Hahahahahahah!

  • edratna 5 August 2009

    Wahh tuh Narpen langsung buat list, soalnya pas datang di Jepang langsung kena musim dingin (awal Oktober)…untungnya udah sempat tinggal di Bandung yang lumayan dingin.

    Entahlah saya lebih suka panas dibanding dingin. Pas mengunjungi Brisbane (seminar sekaligus nengok si sulung), pas musim dingin…benar2 nggak bisa merasakan nikmatnya…lha kemana-mana pake baju gedombrongan. Padahal kalau lihat di film, kayaknya keren pakai sweater tebal dan jaket panjang ya…maklum kan mereka tinggi dan langsing

    • DV 5 August 2009

      Wah Narpen mau ke Jepang tho Bu? Sekolah, kerja, main atau cari jodho? Hehehehe…
      Brisbane setahuku nggak terlalu dingin soalnya udah deket Katulistiwa.. Bu Ratna mesti rasain Melbourne, wah itu dingin tenan untuk ukuran Ostralia, Bu :)

  • Chandra 5 August 2009

    “Blacktown bukannya springnya masih desember? Hahahahahahah!”

    Maksuuddd?

    • DV 5 August 2009

      Lah bukannya sekarang Blacktown masih musim salju? Hahahahahahah! Secara deket gitu dari Katoomba :))

  • Eka Situmorang-Sir 5 August 2009

    hiihii baca endingnya jadi ketawa
    nakal ah ;)
    tapi memang kehangatan suasana pernikahan akan menghangatkan hati.

    Btw… posting koq gak komplit, potonya lg pake itu semua sentjata perang untuk winter manaaaa???

    • DV 5 August 2009

      Wah fotoku pake peralatan komplit ngga layak tampil karena ntar dikira pamer dan ketauan betapa hedonis nya aku hahah :)

  • arham 5 August 2009

    wow.. jaket nya itu lho… kerennn :) bisa kirim ke Indo :)

  • iman Brotoseno 5 August 2009

    selain tolak angin dan jahe..saya usul jamu purwaceng..mantepppp

    • DV 5 August 2009

      Usul diterima! Hehehehehe, purwaceng memang dahsyat, terakhir saya minum waktu berkunjung ke Dieng, Sept 2007 lalu…

  • femi 5 August 2009

    Aku kok suka ya baca posting ini :D
    Ini persiapan ala kamu aja atau orang lain juga kurang lebih sama??

    My hubby juga suka cerita waktu dia kuliah di Jerman pernah sempet salah pakek baju trus bule-bule pada takjub lihat dia dan ngomong, “Hebat juga loe ye winter gini pakek kemeja doang” dan emang hasilnya dia tersiksa bangettt :p

    Di sana kan 5 menit buka jendela aja langsung beku semuaaaa dan aku kurang yakin my hubby minum tolak angin, jahe n semacemnya deh :p

    • DV 5 August 2009

      Jerman jangan dibandingin dengan Australia karena di sana jauh lebih dingin pastinya :)

      Jangan pula dibandingkan untuk akses barang-barang dari Indonesia, dalam soal ini kuyakin Australia jagonya :)

  • kris 5 August 2009

    hmmm, jahe wangi rupanya nggak lupa kamu sebutin ya don! :) memang sih, jahe itu pas banget klo lagi dingin2. mantep lagi kalau jahe beneran, trus dibakar sebentar, digeprek, dikasih gula merah. wah uenak tenan kuwi don! dijamin, masuk anginnya sembuh deh :)

    • DV 5 August 2009

      Aku juga sering pake jahe beneran, Kris. Tinggal cari di Indonesia atau Vietnam Grocery trus dibakar sendiri. Gula jawa juga gampang dicari di sini..:)

      Kemarin malah mertuaku abis balik dari Indo bawain Gula Jawa Kencur yang udah berbentuk gula jawa ngono kuwi, oleh2 khas Sendangsono.. Enak tenan :)

  • hasian cinduth 6 August 2009

    hahaha…peralatan yang lengkap yah mas.. ;-)

  • Andy MSE 6 August 2009

    Huahaha… saya suka 3 yang paling akhir…
    *kl dingin segitu, berarti tidak selisih banyak dengan malamnya Dieng di musim ini adalah musim turunnya “bun upas”, embun yang membeku yang merusak tanaman kentang… tapi melihat sudut geografisnya, saya tetap yakin lebih dingin di australi*

    • DV 6 August 2009

      Pak Andy, saya pernah ke Dieng dan dinginnya memang gila-gilaan.
      Barangkali ketika winter di Australia suhunya lebih dingin ketimbang Dieng, tapi saya berani bilang kalau dihitung suhu rata-rata tahunan masih lebih dingin Dieng karena di Australia, untuk musim panas tak jarang mencapai 40 derajat tiap hari :)

  • welly 6 August 2009

    Kabarnya, bahan jeans malah menyimpan dingin, bener gak sih ?

  • p u a k 7 August 2009

    Hahahaha… dasar gemblung!!.. penutupnya selalu ucapan syukur..
    Mantap!

  • Very Wirawan 6 August 2009

    Tiba2 saja iseng bayangin DV dgn semua perlengkapan di atas, hanya saja lokasinya di Ngasem, mau?
    Yuk main bola lagi yuk …

    • DV 6 August 2009

      Hahahahahaha, apa nggak lebih asik kalau suasananya di Pasar Pathuk skalian :)?

  • -moRis- 6 August 2009

    wah mas untuk yang akhir ntuh khusus buat yang udh merid kah…?
    yang blon gmn donk…? :P
    wkwkwkw…

  • vizon 7 August 2009

    ternyata produk indonesia terpakai juga di luar negeri ya…? tapi, itu gak diganti dengan made in aussie kan? ;)

    oya, aku baru kenal dengan minuman khas imogiri, namanya wedhang uwuh, pasti dirimu pernah tahu kan…? bagus sekali buat menghangatkan tubuh, aku suka.

    nah… yang terakhir itu benar banget tuh Don… malah, dengan “peralatan” yang terakhir, seluruh peralatan yang dirimu sebutkan di atas bisa dieliminasi tuh… hehehe… :D

  • anderson 7 August 2009

    Wah…kamu lupa nyebutin CD alias celdal alias kolor, Bro… Apa udah tergantikan dengan celana thermal? hehehe….

    Info yang berguna, Bro, palagi buat yang mau bepergian ke daerah ber-winter…

  • sawali tuhusetya 7 August 2009

    wah, repot juga kalau tinggal di negara bercuaca dingin, ya, mas don, mesti harus siap dg berbagai perlengkapan busana utk menghalau cuaca yang seringkali kurang bersahabat.

  • Kurotsuchi 7 August 2009

    kakak saya pernah di aussie pula, brisbane… dan setelah balik lagi ke indonesia, sweater pun jadi saya pakai buat menghadapi dinginnya AC kantoran jakarta raya :|

    btw, baju termal itu sistem kerjanya gimana ya?

  • samsul arifin 8 August 2009

    menurutku hakikat pernikahan bukan itu deh, mas. kehangatan di sini hanya salah satu kegunaan dari pernikahan. hehehe.

  • Eka Situmorang - Sir 8 August 2009

    hahaha
    bilang aja takut dicela kalo pasang foto :D

    ngakuuuuuu

  • Tuti Nonka 14 August 2009

    Wahahaha …. ujung-ujungnya, iklan tolak angin dan jahe wangi. Entuk komisi piro Don?

  • Tuti Nonka 14 August 2009

    Wooo …. ujung-ujungnya iklan jamu tolak angin dan jahe wangi. Entuk komisi piro Don? Hihihi …

  • BARRY 3 September 2009

    Serius benar nih don, lengkap dengan gambarnya. Kacamata belum tuh, kadangkala perlu juga lho. Selamat memasuki musim dingin :-)

    • DV 3 September 2009

      Hihihi nyoba buat serius :)

  • toko djohan 28 September 2009

    kali2 ada yg perlu perlengkapan musim dingin.. silahkan ke http://perlengkapan-musim-dingin.blogspot.com

    thanks.

  • ara 19 January 2010

    thx infony.. Q lg butuh tentang persiapan musim dingin..

  • Magda 7 April 2010

    Thanx.Sgt berguna bgt.

  • hendri 9 February 2011

    dimana ya bisa beli sarung tangan kulit untuk winter klo di indonesia khususnya jakarta? thanks

    • h.mangori 8 April 2012

      thank,s banget tu infonya, kebetulan gue lagi stres nih siap2 mau ke Iceland. teman yang udah duluan kesana mudah2 han belum jadi es lilin.

    • h.mangori 8 April 2012

      kalau cari sarung tangan ma mudah, cari aja di toko Johan mangga dua Jkt. yang sausah itu cari sarang walet atuh..!

  • windiamulia 25 March 2011

    Halo…salam kenal ya :)
    TFS tips-nya nie….sangat bermanfaat loh hehee

  • Mega Mustika 6 June 2012

    Tolak Angin Bukan iklan Mas Basuki Bro,, tapi ANTANGIN JRG,, hahaha…

  • fika 7 July 2012

    Kalo Di bandung dimana ya bisa nyari perlengkapan musim gugur?

  • elny 3 March 2013

    hi Donny, great kamu udah ngerasain winter di OZ. itu bulan apa perginya ya?
    nice blog btw. :)

  • Mariati 19 May 2013

    Thanks mas,sangat membantu sekali informasinya. karena suamiku yg tinggal di Blue Mountain ,Sydney,nyuruh aku kesana musim dingin ini.

  • Mariati 26 May 2013

    Hello Donny,tulisanmu sederhana enak di baca dan sangat inspiratif,thanks ya.Aq masih deg2kan mo ngadapin winter di OZ,krn sdg ga winter aja ,aq dah kedinginan di Blue Mountain.

Tulis komentarmu

Postingan selanjutnya:

Postingan sebelumnya: