Aku menuliskan rangkaian kisah tentang ayahku dan kepergiannya. Simak kisah sebelumnya di Diek (1), Diek (2), Diek (3), Diek (4), Stanislaus (1) / Diek (5) dan Stanislaus (2) / Diek (6) Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta, 15 April 2011, 14:00 WIB Setelah delapan hari berada di Klaten untuk melepas kepulangan Papa ke Rumah Bapa, kini tiba ... more →
Diek
Diek adalah nama panggilan almarhum Papa…
Tagar ini kusediakan khusus untuk menampung tulisan-tulisan terkait dengan peristiwa berpulangnya beliau, 7 April 2011 silam. Sebagai kenangan bagaimana ia dengan tenang meninggalkan kami dan dengan teguh pula ia mengakhiri hidupnya dalam sebuah iman kepada Yesus.
Aku menuliskan rangkaian kisah tentang ayahku dan kepergiannya. Simak kisah sebelumnya di Diek (1), Diek (2), Diek (3), Diek (4) dan Stanislaus (1) / Diek (5) Rencana pemakaman Papaku, Stanislaus, yang semula pukul 14.00 WIB terpaksa dimajukan karena pertimbangan cuaca. Langit menggelap dan mendung hitam pekat mengancam di langit utara. “Piye, kita ajukan saja ya?” ... more →
Aku menuliskan rangkaian kisah tentang ayahku dan kepergiannya. Simak kisah sebelumnya di Diek (1), Diek (2), Diek (3) dan Diek (4) Kowloon, Hongkong, 29 Desember 2010. Pagi itu adalah hari ketiga aku berlibur bersama keluarga dan keluarga mertua beserta keluarga kakak iparku ke Maccau lalu Hongkong. Seperti biasa, aku mengakses facebook menggunakan fasilitas WiFi gratis ... more →
Aku menuliskan rangkaian kisah tentang ayahku dan kepergiannya. Simak kisah sebelumnya di Diek (1), Diek (2) dan Diek (3) Aku luluh. Lantak. Perasaanku acak-acakan. Sepanjang perjalanan dari Denpasar ke Jogja, aku merasa otak dan hatiku tak menyelaras dengan tubuhku. Berkali-kali kukatakan pada diriku sendiri bahwa sejak pagi itu aku telah berubah status menjadi anak yatim… ... more →
Aku menuliskan rangkaian kisah tentang ayahku dan kepergiannya. Simak kisah sebelumnya di Diek (1) dan Diek (2) Satu hal yang bisa kukenang tentang Papaku adalah kegilaannya pada bola, pada sepakbola. Selagi muda, seminggu sekali, Papa selalu meluangkan waktu untuk bermain sepakbola bersama kawan-kawan dekatnya di lapangan sepakbola dekat rumah. Membawa sepatu ‘bola’, berseragam ‘bola’, mengendarai ... more →
Aku menuliskan rangkaian kisah tentang ayahku dan kepergiannya. Simak kisah sebelumnya di Diek (1) A m i n S u t a w i d j a j a. Temanku, tapi dia lebih senang dipanggil sebagai “Amen”, entah kenapa. Sosoknya bagiku begitu berarti. Mulanya, Ia hadir ketika kami sama-sama mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Kristen ... more →
Kingford Smith (Sydney) International Airport, T1 International, 6 April 2011, 05.00 pm Aku telah berada di lambung pesawat Jet Star JQ37, duduk di kursi bernomer 27K yang berbatasan dengan jendela pesawat bersama dengan lebih dari sekitar seratus penumpang lainnya menuju ke Bali, Indonesia. Sore itu, untuk pertama kalinya pula aku kembali bepergian seorang diri setelah ... more →






