Tag Archives: hikayat tattoo

Hikayat Tattoo (6), Akhir yang bukan akhir

Tulisan ini adalah tulisan keenam dari rangkaian serial “Hikayat Tattoo”. Sebuah usaha untuk melawan lupa tentang bagaimana aku merelakan inchi demi inchi permukaan kulit untuk dirajah, untuk ditattoo. Baca juga tulisan sebelumnya dalam serial ini: Hikayat Tattoo (1), Pelajaran untuk read more here!

Posted in Aku, Hikayat Tattoo | Tagged | 37 Comments

Hikayat Tattoo (5), El Shaddai

Tulisan ini adalah tulisan kelima dari rangkaian serial “Hikayat Tattoo”. Sebuah usaha untuk melawan lupa tentang bagaimana aku merelakan inchi demi inchi permukaan kulit untuk dirajah, untuk ditattoo. Baca juga tulisan sebelumnya dalam serial ini: Hikayat Tattoo (1), Pelajaran untuk read more here!

Posted in Aku, Hikayat Tattoo | Tagged | 19 Comments

Hikayat Tattoo (4), Aku duwe konsep!

Tulisan ini adalah tulisan keempat dari rangkaian serial “Hikayat Tattoo”. Sebuah usaha untuk melawan lupa tentang bagaimana aku merelakan inchi demi inchi permukaan kulit untuk dirajah, untuk ditattoo. Baca juga tulisan sebelumnya dalam serial ini: Hikayat Tattoo (1), Pelajaran untuk read more here!

Posted in Aku, Hikayat Tattoo | Tagged | 15 Comments

Hikayat Tattoo (3), sakit yang tak terperikan

Tulisan ini adalah tulisan ketiga dari rangkaian serial “Hikayat Tattoo”. Sebuah usaha untuk melawan lupa tentang bagaimana aku merelakan inchi demi inchi permukaan kulit untuk dirajah, untuk ditattoo. Baca juga tulisan sebelumnya dalam serial ini: Hikayat Tattoo (1), Pelajaran untuk read more here!

Posted in Aku, Hikayat Tattoo | Tagged | 25 Comments

Hikayat Tattoo (2), sejarah yang berkelanjutan

Tulisan ini adalah tulisan kedua dari rangkaian serial “Hikayat Tattoo”. Sebuah usaha untuk melawan lupa tentang bagaimana aku merelakan inchi demi inchi permukaan kulit untuk dirajah, untuk ditattoo. Baca juga tulisan sebelumnya dalam serial ini: Hikayat Tattoo (1), Pelajaran untuk read more here!

Posted in Aku, Hikayat Tattoo | Tagged | 24 Comments

Hikayat Tattoo (1), Pelajaran untuk mencintai, pelajaran untuk tidak menyesal

Orang-orang yang memutuskan untuk bertattoo, biasanya sudah memiliki konsep sejak awal sebelum tinta ditorehkan ke kulitnya, akan tetapi tujuh tahun silam, ketika pertama kali aku ditattoo, tidaklah demikian. Bisa dibilang aku tak punya konsep apalagi hal-hal berbau filosofis yang biasanya read more here!

Posted in Aku, Hikayat Tattoo | Tagged | 42 Comments

Tattoo, Dosa dan Surga

Selasa lalu, 9 Maret 2010, aku menghadiahkan kulit leherku untuk ulang bulan Odi yang pertama. Sebuah tattoo bertuliskan “Odilia” sejak hari itu bertengger di sana. Ini bukan kali pertama aku ditattoo dan bukan pula sebuah kebetulan kenapa aku memilih hari selasa silam selain karena read more here!

Posted in Hikayat Tattoo, Nirmana | Tagged | 38 Comments